Sinopsis Marry Stayed Out All Night Episode 11

Standar

Jung In : Apa maksudmu?
Moo Kyul : Ayo melakukan kehidupan pernikahan yang sesungguhnya dengan hidup bersama. Ini bukanlah pernikahan main-main yang hanya membuang waktu, tapi sebuah pernikahan yang serius dan tinggal bersama. Jika kita tinggal bersama, maka akan terlihat warna dunia yang sesungguhnya dan imajinasi indah itu akan hancur. Kenapa? Kau tidak memiliki rasa percaya diri?
Jung In : Baiklah. Ini memberikan penilaian, Siapa yang lebih baik untuk bersama Mae Ri.

Mae Ri meminta seseorang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun tetap saja mereka berdua tidak menjawab pertanyaan Mae Ri itu.

Jung In : Aku akan meminta izin pada Ayah Mae Ri dengan mengatakan bahwa tinggal bersama ini demi pembelajaran Mae Ri menjadi istri yang baik. Dan jika hal ini ketahuan maka aku akan bertanggung jawab.
Moo Kyul : Kenapa kau yang bertanggung jawab? Bukankah aku yang mengidekan hal ini.

Mae Ri memukul meja dengan keras dan berkata : Apa yang sebenarnya kalian berdua katakan hah?

Di luar cafe itu, Mae Ri mengejar Moo Kyul dan meminta penjelasan pada Moo Kyul mengapa Moo Kyul bisa mengatakan hal seperti tadi itu.

Moo Kyul : Dari pada melakukan kontrak pernikahan palsu, aku lebih ingin mengakhiri hal ini.
Mae Ri : Apakah kau senang jika aku pergi dan tinggal bersama dengan Jung In?
Moo Kyul : Apakah seseorang mengatakan bahwa aku menyukai ide itu? Aku sangat membenci waktu yang kau lalui bersama Jung In!
Mae Ri : Lalu mengapa kau mengatakan hal seperti tadi?
Moo Kyul : Aku hanya tidak suka situasi kita saat ini dan aku tidak menyangka bahwa Jung In akan menerima ide ini.
Mae Ri : Lalu mengapa kau lakukan? Apakah aku ini Bola yang bergelinding dan kalian harus menangkapnya?
Moo Kyul : Aku hanya ingin bebas untuk melakukan apapun denganmu, itulah sebabnya aku mengatakan untuk tinggal bersama. Kau senang hah sekarang?

Moo Kyul berjalan pergi dan cepat-cepat Mae Ri merangkul lengannya : Lalu kenama kau tidak mengatakannya padaku dari awal?

Ayah Mae Ri mengatakan pada Tuan Jung bahwa Moo Kyul melemparkan pesawat kertas ke kamar Mae Ri dan itu membuat Ayah Mae Ri khawatir jika nanti Mae Ri akan pergi keluar malam lagi, itulah yang membuat Ayah Mae Ri selalu sulit tidur saat malam. Ayah Mae Ri juga mengatakan bahwa hal itu membuat dia mendapatkan lingkar hitam di matanya dan berat badannya turun secara drastis.
Tuan Jung berkata bahwa Mae Ri ini terlalu polos. Ayah Mae Ri berkomentar bahwa Mae Ri jatuh cinta pada Moo Kyul ini hanya karena penampilannya dan menurut Ayah Mae Ri, membuat Mae Ri tinggal bersama dengan Jung In adalah sebuah ide yang bagus agar dia tidak merasa khawatir kembali. Tuan Jung setuju akan ide ini karena ini artinya Mae Ri juga dapat berlatih untuk menjadi seorang istri yang baik di rumah dan Tuan Jung senang karena akan lebih sering bertemu dengan Menantunya yang cantik itu.

Mae Ri pulang ke rumah dan melihat Ayah Mae Ri berdiri di samping koper yang besar.

Mae Ri, Ayah, apa kau akan pergi ke suatu tempat?
Ayah Mae Ri : Kemana aku akan pergi? Orang yang akan pergi itu bukan aku, melainkan kau!
Mae Ri : Aku? Kemana?
Ayah Mae Ri : Mulai hari ini kau akan tinggal di rumah Jung In.
Mae Ri : Apa yang kau katakan?
Ayah Mae Ri : Aku tidak dapat tidur karena khawatir jika kau kabur bersama playboy itu. Jika kau ingin Ayahmu ttap hidup maka pergilah ke rumah Jung In.
Mae Ri : Kenapa aku harus pergi ke rumah itu? Orang yang aku suka adalah Moo Kyul.
Ayah Mae Ri : Kalau begitu kau pergilah bersama Moo Kyul dan mengubur Ayahmu ini. Aku sudah mendiskusikan ini dengan keluarga Jung In jadi kau sebaiknya cepat pergi.
Mae Ri : Bagaimana mungkin kau mengusir putrimu begitu saja? Kau seharusnya memberikan wkatu padaku untuk memikirkan hal ini.
Ayah Mae Ri : Meminta wkatu untuk memikirkan cara kabur?
Mae Ri : Hanya satu hari. Biarkan aku memikirkan ini satu hari.

Jung In menelfon Ayahnya dan bilang bahwa dia akan segera pergi ke temu Ayah Mae Ri.

Di dalam kamarnya, Mae Ri diam-diam menelfon Moo Kyul dan memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mae Ri : Moo Kyul, ada sesuatu yang besar yang terjadi.
Moo Kyul : Apalagi sekarang?
Mae Ri : Ayah menginginkan aku tinggal bersama Jung In mulai besok.
Moo Kyul : Apa?
Mae Ri : Apa yang harus kulakukan? Dia khawatir jika kita bertemu di belakangnya sehingga dia melakukan hal ini.
Moo Kyul : Bagaimana mungkin Ayahmu tega melakukan hal ini pada putrinya?
Mae Ri : Itulah sebabnya. Hmm aku pikir akan lebih baik jika aku menerimanya.
Moo Kyul : Apa?
Mae Ri : Aku akan menceritakan padamu rinciannya.
Moo Kyul : Apa kau mengatakan bahwa kau akan tinggal bersama laki-laki itu?
Mae Ri : Sekarang aku akan melihat situasinya terlebih dahulu dan kau tunggulah kabar dariku.

Jung In datang ke rumah Mae Ri dan berbicara dengan Ayah Mae Ri. Dia mengatakan bahwa dia akan membangun sebuah eprpustakaan kecil di dalam kamar Mae Ri sehingga Mae Ri akan nyaman berada di rumahnya itu hingga hari pernikahan mereka dan jika Mae Ri merindukan Ayahnya maka Jung In akan mengantar Mae Ri untuk bertemu Ayah Mae Ri kapan saja. Ayah Mae Ri sangat senang dan mengatakan bahwa Mae Ri pasti akan sangat sibuk jadi tidak perlu mengunjungi dirinya karena Ayah mae Ri saja yang akan mengunjungi Mae Ri. Jung In tersenyum lalu pamit untuk segera pulang.

Mae Ri mengantar Jung In keluar dan bertanya alasan Jung In menerima ide Moo Kyul itu.

Mae Ri : Aku penasaran, mengapa kau menerima ide itu?
Jung In : AKu tau bagaimana perasaanmu pada Moo Kyul itu melebihi perasaanmu pada orang lain. Dan karena kau telah membantuku mendapatkan kesempatan dari Ayahku maka aku pun akan membantumu untuk bersama Moo Kyul.
Mae Ri : Baikla. Aku melakukan hal ini untuk menjaga kesetiaanku, tapi perasaanku pada Moo Kyul tidak akan pernah berubah.
Jung In : Aku mengerti. Oh ya karena aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada Ayahmu maka kau sebaiknya tinggal di rumahku untuk beberapa hari dulu lalu kau bisa pergi ke rumah Kang Moo Kyul.

Di Rumah Moo Kyul, dia sangat khawatir dengan apa yang terjadi dan dia pun memutuskan untuk menelfon Mae Ri.

Mae Ri : Aku baru saja akan membereskan koperku.
Moo Kyul : Dengar, orang yang tidak bisa kau percayai di dunia ini adalah laki-laki. Dari saat kau bangun hingga kau tertidur, kau harus berhati-hati dari laki-laki!
Mae Ri : Bukankah kau laki-laki?
Moo Kyul : Aku berbeda. Bagaimana mungkin kau membandingkannya denganku?
Mae Ri : Baiklah aku akan berhati-hati.
Moo Kyul : Saat kau berada di kabar mandi maka kau harus menyakinkan bahwa pintu kamar andi sudah terkunci. Dan saat tidur pun kau harus menutup semua jendela. Jangan memakai celana pendek! Setelah makan malam, kau kembalikan ke kamar dan tidak keluar lagi. Kau juga harus selalu menelfonku?
Mae Ri : Mengapa kau begitu oanik?
Moo Kyul : Gezz apa yang kulakukan ini ya?
Mae Ri : Kau seperti ini karena kau menyukaiku.
Moo Kyul : Jangan pernah lupa untuk mengecheck apapun sebelum kau tidur.
Mae Ri : Aku mengerti. Dan kau harus lebih bersabar jika merindukanku.

Ayah Mae Ri memeriksa barang bawaan Mae Ri dan dia bingung karena melihat ada mangkok di dalam tas itu. Sebenarnya mangkok itu untuk di gunakan di rumah Moo Kyul, namun Mae Ri berbohong pada Ayahnya dan mengatakan bawa itu untuk Jung In dan dia juga akan memasakkan makanan untuk Jung In dengan menggunakan saus kacang.

Ayah Mae Ri merasa sedih karena dia tidak cukup baik untuk menjadi seorang ayah dan dia juga seharusnya tidak mengirim Mae Ri pergi dengan cara seperti ini. Mae Ri menghibur Ayahnya dan mengatakan bahwa dia akan datang mengunjungi Ayahnya setiap minggu agar Ayahnya tidak terlalu merasa sendirian. Ayah Mae Ri tersneyum dan mengatakan bahwa dia bahagia dan Mae Ri tidak perlu mengkhawatirkan dirinya. Mae Ri bilang bahwa dia khawatir jika Ayahnya akan kesepian dan makan sendirian, makanya Mae Ri mengusulkan agar Ayahnya mencari kekasih. Ayah Mae Ri mengatakan bahwa banyak perempuan yang menyukainya, namun dia terlalu fokus pada Mae Ri sehingga dia tidak mempedulikan para wakita itu. Ayah Mae Ri juga mengingatkan Mae Ri agar tidak bertemu dengan Moo Kyul secara diam-diam. Mae Ri mengerti dan meminta agar Ayahnya tidak khawatir.

Pagi harinya, Mae Ri pemit pada Ayahnya untuk pergi dan dia mengingatkan pada Ayahnya bahwa dia sudah membuat cukup makanan dan sup untuk Ayahnya makan dalam waktu seminggu ini dan Mae Ri mengingatkan Ayahnya untuk tetap makan. Ayah mae Ri terlalu sedih untuk melepas putrinya sehingga dia memalingkan wajahnya dan berkata, “Pergilah.”

Jung In menelfon karyawan kantornya dan dia bilang bahwa Moo Kyul akan melanjutkan untuk menjadi produser music dan dia berusaha mencari keberadaan Seo Joon lagi.

Mae Ri sampai di rumah Jung In dan di sambut oleh pengurus rumah. Mae Ri masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Jung In. Jung In : Selamat karena menjadi bagian dari keluarga ini.

Jung In membawa Mae Ri melihat kamar Mae Ri yang di penuhi buku-buku.

Jung In : Bereskanlah kopermu lalu beristirahatlah sesaat. Nanti kita akan makan malam bersama Ayahku.
Mae Ri : Baiklah.
Jung In : Sampai jumpa

Mae Ri melihat-lihat buku itu dan dia membuka salah satu buku. Di buku itu terdapat sebuat note kecil yang di tinggalkan oleh Jung In.

Isi Note : Dari buku ini aku belajar banyak hal mengenai suatu kegembiraan. Aku berharap bahwa Mae Ri akan seperti Gemma dalam buku ini. Banyak hal di dalam buku ini. Tapi jika pemeran utama tidak membuat suatu pilihan, dia harus memilih kembali. Ini akan sangat menarik untuk di pikirkan. Siapa yang akan Mae Ri pilih?

Moo Kyul benar-benar panik menunggu telfon dari Mae Ri. Dia mencoba mengirimkan SMS pada Mae Ri yang berisi : “Apa yang terjadi hingga kau tidak mengirimkan kabar padaku? ” Namun Moo Kyul menghapus tulisan itu dan emnulis hal yang baru : “Apa kau senang bersama laki-laki itu?” Moo Kyul memarahi dirinya dan pada akhirnya dia tidak mengirimkan satu sms pun pada Mae Ri.

Saat makan malam bersama, Tun Jung tidak bisa berhenti tersenyum dan dia pun mencoba memanggil Mae Ri dengan sebutan ‘Anak’. Mae Ri kaget mendnegar kata itu dan Tuan Jung berkata bahwa dia sangat ingin memanggil seperti itu pada Mae Ri dan dia juga sangat senang karena Mae Ri datang ke kehidupan keluarganya ini. Mae Ri tersenyum dan mengatakan bahwa dia senang karena Tuan Jung sudah membaik. Jung In berkata pada Mae Ri bahwa Tuan Jung cepat sembuh berkat Mae Ri sehingga Jung In berterima kasih pada Mae Ri.

Tuan Jung senang Mae Ri kembali dan dia pun telah menyiapkan sebuah hadiah untuk Mae Ri. Hadiahnya itu berupa sebuah cincin. Mae Ri kaget melihat cincin itu dan Jung In juga sama kagetnya. Tuan Jung menyadarkan Jung In yang terdiam saja dan meminta Jung In memasangkan cincin itu ke jari mae Ri. Jung In mengambil cincin itu dan memasangkannya ke jari Mae Ri. Mae Ri tersenyum dan bilang bahwa ukuran cincinnya sangat pas. Tuan Jung bilang bahwa cincin itu sebagai pengganti pertunangan dan juga sebagai janji untuk pernikahan.

Setelah selesai makan malam, Mae Ri melepaskan cincin itu dan mengembalikannya kembali pada Jung In. Mae Ri mengatakan bahwa dia tidak bisa menerima cincin itu.

Jung In : Setelah kau datang ke rumah ini maka orang-orang akan melihat kita sebagai pasangan. Jadi hal ini normal.
Mae Ri : Au tau itu. Tapi…
Jung In : Ayahku hanya memberikan sesuatu pada Menantunya. Jadi kumohon terima lah. Apa kau bisa? Terima lah itu.

Jung In ingin memasangkan cincin itu di jari Mae Ri, namun dia merubah pikirannya dan memberikan cincin itu ke tangan Mae Ri.

Teman Mae Ri dan juga teman Band Moo Kyul sedang minum bersama. Dan mereka bersulang untuk ‘Malam Pertama Mae Ri.’

Ji Hye : Bersulang untuk Malam pertama Mae Ri!
So Ra : Apa maksudmu dengan malam pertama?
Teman-teman band Moo Kyul : Berpisah! Berpisah!

Moo Kyul datang dan dia bilang bahwa dia tidak akan minum karena dia berniat untuk membuat lagu.

Teman Moo Kyul 1 : Ini adlah malam pertama Mae Ri, Bagaimana menurutmu?
Moo Kyul : Tidur.
Teman Moo Kyul 2 : Apakah hanya tidur? Perempuan itu tidak dapat menolak… Jika kau membuat keadaan yang romantis maka dia akan jatuh kepelukanmu.
Teman Moo Kyul 3 : (Mengatakannya pada Teman Moo Kyul 2) Hey Jika kau mengetahui banyak mengenai wnaita, kenapa kau masih tetap jomblo?
Teman Moo Kyul 2 : Lilin, lalu ada tatapan mata. Dan Mae Ri tidak memiliki pilihan lain untuk jatuh hati pada laki-laki itu.

Moo Kyul kemakan omongan itu dan dia mulai terlihat panik. Hingga dia memilih untuk minum, padahal sebelumnya dia mengatakan bahwa dia tidak akan minum karena mau bekerja membuat lagu.

Ji Hye : Uh pasti Mae Ri melakukannya.
So Ra : Tidak. Mae Ri bukan orang seperti itu.
Teman Moo Kyul 1 : Ya Mae Ri Noona mungkin tidak seperti itu. Mungkin mereka hanya akan tidr.
Ji Hye : Mungkin Mae Ri tidak akan begitu, tapi bagaimana dengan Jung In?
Teman Moo Kyul 3 : Aku percaya Mae Ri.

Moo Kyul sudah benar-benar kesal dan dia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.

Moo Kyul pulang ke rumahnya dan langsung merebahkan badannya di atas kasur. Moo Kyul memejamkan matanya dan dia pun mulai memikirkan apa yang teman-temannya tadi katakan. Dia membayangkan Mae Ri dan Jung In sedang makan malam romantis lalu tiba-tiba Jung In menghampiri Mae Ri dan Mae Ri tidak bisa menolak untuk mencium Jung In.

Moo Kyul pun terbangun dari lamunannya itu setelah HPnya berbunyi dan itu merupakan telfon dari Mae Ri.

Moo Kyul : Apa yang kau lakukan hingga belum tertidur?
Mae Ri : Aku sedang melakukan sesuatu.
Moo Kyul : Apa? Apa yang sedang kau lakukan?
Mae Ri : Ra-ha-sia!
Moo Kyul : Rahasia? Ada sesuatu yang tidak bisa kau katakan padaku?
Mae Ri : “Ya.”
Moo Kyul : Dimana kau?
Mae Ri : Dimana seharusnya aku? Ya di kamarku. Jung In membuatkan aku perpustakaan dan dia meletakan perpustakaan itu di kamarku.
Moo Kyul : Apa kau menyukainya?
Mae Ri : Ini lebih baik dari yang aku pikirkan.
Moo Kyul : Oh benar-benar… Jika kau sangat menyukainya maka tinggalah disana dan jangan kembali. Tinggal lah disana selamanya.

Moo Kyul segera menutup telfonnya dengan kesal. Sementara itu Mae Ri menatap HPnya dan berkata, “Hmm tunggulah sebentar lagi.” Moo Kyul menyesal telah menutup telfon fuluan dan dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Bagaimana jika Mae Ri menganggap omonganku ini serius?”

Sepanjang malam Mae Ri terus merajut sweater untuk Moo Kyul hingga akhirnya pada pagi hari Sweater itu selesai di rajut. Mae Ri menatap sweater itu dengan sangat senang, “Akhirnya selesai.”

Mae Ri berjalan keluar kamar dan dia melihat Jung In sudah ada di dapur dan sedang mempersiapkan sarapan pagi. Jung In terlihat sibuk mempersiapkan sarapan dan juga mempersiapkan diri untuk menyapa Mae Ri. Mae Ri yang melihat dari arah belakang pun tertawa kecil melihat sikap Jung In itu. Mae Ri berjalan mendekati Jung In dan menyapanya, “Apa yang kau sedang lakukan Jung In?” Jung In kaget mendengarnya hingga dia menyemburkan minum yang sedang dia minum.

Jung In : Oh selamat pagi.
Mae Ri : Good Morning. Wow ini terlihat enak.
Jung In : Kau akan pergi ke rumah Moo Kyul pada hari ini?
Mae Ri : Hmm ya.
Jung In : Aku nanti akan mengirimkan pesan padamu jika ada sesuatu, jadi patsikan HPmu katif selalu.
Mae Ri : Ya baiklah.

Moo Kyul kembali bekerja di studio rekaman dan Jung In datang untuk menghampirinya.

Jung In : Bagaimana dengan lagunya?
Moo Kyul : Aransemennya sudah selesai. Saat lirik sudah di buat maka aku akan menghubungimu.
Jung In : Kalau begitu mulailah rekaman. Ah ya Seo Joon menghilang.
Moo Kyul : Seo Joon?
Jung In : Dia meghilang setelah press conference. Kemana dia pergi? Apa kau tau?
Moo Kyul : Kenapa kau menanyakannya padaku? Aku tidak ada hubungan dengannya.
Jung In : Setelah beredar skandal itu, apakah kalian bertemu?

Moo Kyul terdiam sesaat dan dia mengingat kata-kata Seo Joon yang bilang bahwa dia telah memberikan segalanya pada Moo Kyul. Seo Joon telah melepaskan teman dekatnya, keluarganya, dan segalanya demi bisa bersama dengan Moo Kyul.

Jung In : Aku hanya ingin tau apa alasan dia tiba-tiba menghilang.
Moo Kyul : Jika ini mengenai masalah Seo Joon maka tolong jangan mengikut sertakan aku. Aku lelah.
Jung In : Oh baiklah.
Moo Kyul : Malam kemarin Mae Ri baik-baik saja kan?
Jung In : Apakah kau penasaran dengan malam pertama kami?
Moo Kyul : Aku tidak penasaran sama sekali.
Jung In : Sebaiknya Mae Ri yang menceritakannya padamu. Itu akan lebih baik.

Jung In berjalan pergi meninggalkan Moo Kyul dan Moo Kyul tentu kesal mendengar kata-kata Jung In itu.

Saat Moo Kyul berjalan pulang, dia berhenti sesaat dan bergumam pada dirinya sendiri, “Apakah aku penasaran dengan malam pertama mereka? Malam pertama. Malam pertama apa? Ah Moo Kyul jangan bersikap aneh. Kau harus percaya Mae Ri.”

Ibu Moo Kyul sedang berada di rumah Moo Kyul pada saat Mae Ri datang ke rumah Moo Kyul. Dan terlihat Ibu Moo Kyuk sedang minum bir dan dia sempat terkejut saat melihat Mae Ri datang sambil membawa tas besar.

Ibu Moo Kyul : Kenapa kau membawa tas begitu besar?
Mae Ri : Ah, apakah Moo Kyul tidak mengatakannya padamu? Aku memutuskan untuk tinggal disini selama 3 hari dalam seminggu.
Ibu Moo Kyul : “Benarkah?” Kalian akan tinggal bersama? Selamat. Aku akan segera meninggalkan rumah ini.
Mae Ri : Tidak perlu. Tidak apa-apa. Ah bukankah kau bilang bahwa kau akan pergi ke Paris?
Ibu Moo Kyul : Hmm ada sedikit masalah.

Ibu Moo Kyul mulai menangis dan Mae Ri pun dengan cepat-cepat megeluarkan tisu dari dalam tasnya. Ibu Moo Kyul menerima tisu itu dan dia mendapati ada kotak cincin di tisu itu. Ibu Moo Kyul membuka kotak cincin itu dan melihat ada cincin di dalamnya.

Ibu Moo Kyul : Ini milikmu? Apakah aku boleh memakainya?
Mae Ri : Hm ya
Ibu Moo Kyul : Wow ini sangat cantik. Apakah ini berlian asli? Ini sungguh berkilau.
Mae Ri : Aku harus segera mengembalikan ini.
Ibu Moo Kyul : Siapa yang meminjamkan barag semahal ini padamu? Apakah ini cincin 3 karat? Ah kapan kau harus mengembalikan cincin ini?
Mae Ri : Dalam sebulan ini.
Ibu Moo Kyul : Benarkah? Jika aku memiliki ini maka aku akan bisa pergi ke Paris.
Mae Ri : Apakah ada masalah?
Ibu Moo Kyul : Ini semua karena aku.

Mae Ri mengeluarkan hadiah sweater untuk Moo Kyul dan dia sibuk mencari tempat yang bagus untuk di simpan hadiah itu.

Ibu Moo Kyul : Mae Ri bisakah aku meminjam ini sebentar?
Mae Ri : Ya.
Ibu Moo Kyul : benarkah? Terima kasih. Aku akan pergi ke tempat gadai barang. Setelah aku mendapatkan uang maka aku akan mengembalikannya padamu.

Mae Ri kaget mendengar kata-kata itu dan berusaha mengejar Ibu Moo Kyul namun Ibu Moo Kyul sudah pergi terlebih dahulu sambil membawa cincin milik Mae Ri itu.

Ayah Mae Ri sedang berada di klinik dan dia memutuskan untuk menelfon Mae Ri.

Ayah Mae Ri : Mae Ri, Ini Ayah. Karena Jung In dan kau, aku dengar ada seseorang yang menjual obat untuk energi. Jadi kau jangan pergi kemaa-mana dan tetaplah berada di rumah.
Mae Ri : Tidak perlu Ayah. Aku memiliki banyak energi. Aku tidak memerlukan obat apapun.
Ayah Mae Ri : Ini bukan hanya untukmu. Aku membeli ini juga untuk Jung In.
Mae Ri : Kalau begitu aku akan mengambilnya pada hari Minggu. Hallo Ayah? Ayah?

Ayah Mae Ri memutuskan kontak telfonnya dan itu membuat mae Ri panik dan langsung berlari pulang ke rumah Jung In.

Ayah Mae Ri sampai di rumah Jung In dan kebingungan saat melihat mae Ri berdiri di depan rumah dalam keadaan ngos-ngosan.

Ayah Mae Ri : Kenapa kau terlihat begitu cape?
Mae Ri : Ah tidak. Ayo silahkan masuk.
Ayah Mae Ri : Wow putriku ini benar-benar menjadi wanita kaya. Ini semua karena Jung In maka kau mendapatkan kasih sayang ini. Wajahmupun sangat ceah. Kau terlihat seperti wanita yang telah bertemu dengan laki-laki yang tepatt.
Mae Ri : Ayah, bukankah kau harus segera kembali ke restaurant?
Ayah mae Ri : Tidak perlu. Aku akan menunggu Menantuku Jung In, baru aku akan pulang.
Mae Ri : Lalu bagaimana dengan Restaurantmu?
Ayah Mae Ri : Disana ada para pekerja. Aku harus menemui Menantuku Jung In dan meminta dia untuk menjaga putriku ini. Dan meminum beberapa bir sebelum pulang.

Ayah Mae Ri pun merebahkan badannya di sofa untuk menunggu kepulangan Jung In.

Moo Kyul sedang dalam perjalanan pulang dan dia sangat senang saat Mae Ri menelfonnya.

Moo Kyul : Aku sedang dalm perjalanan pulang. Tunggulah.
Mae Ri : Hmm Moo Kyul… Karena Ayah datang ke rumah Jung In maka aku sekarang berada di rumah Jung In. Aku akan pulang telat. Maaf.
Moo Kyul : Cepat dan kembalilah. Aku akan menunggumu.
Mae Ri : Ya aku megerti. Tidak peduli apapun, aku akan pulang. Tunggu aku.

Moo Kyul pulang ke rumah dan dia kebingungan saat melihat Ibunya sedang membereskan beberapa barang dan memasukannya kedalam koper.

Moo Kyul : Apa yang sedang kau lakukan?
Ibu Moo Kyul : Paris~ Moo Kyul, ayo bantu aku untuk memilih tas.
Moo Kyul : Bukankah kau tidak bisa pergi karena harus mengembalikan uangnya dulu?
Ibu Moo Kyul : Aku sudah mengembalikannya
Moo Kyul : Bagaimana bisa?
Ibu Moo Kyul : Aku memberikan mereka cincin Mae Ri. Wow cincin itu sangat mahal.

Moo Kyul kaget mendengar hal itu dan langsung sangat marah pada Ibuny aitu. Bahkan Moo Kyul membentak Ibunya.

Moo Kyul : Apa yang kau katakan?
Ibu Moo Kyul : Ibu sudah mengatakan tidak akan mengambilnya, namun Mae Ri ingin aku mengambilnya. Jadi apa yang harus kulakukan? Aku tidak pernah bisa menolak permintaan baik dari orang.
Moo Kyul : Apa yang telah kau lakukan?
Ibu Moo Kyul : Setelah aku sampai di Paris maka aku akan mengembalikan uangnya.
Moo Kyul : Apa kau mencoba aku mempercayai kata-katamu itu?
Ibu Moo Kyul : Benar. Jangan khawatir, Moo Kyul. Kau pikir aku akan menyusahkan seorang wanita yang di cintai anakku?
Moo Kyul : Pergilah. Setelah kau pergi maka jangan kau kembali lagi! Aku bukan anakmu lagi!
Ibu Moo Kyul : Kenapa kau mengatakan begitu? Apa kau begitu sedih?
Moo Kyul : sedih? Apa kata itu keluar dari mulutmu? Kau hanya memerlukan aku saat kau sedang sedih saja. Saat kau bahagia, bukankah kau mencampakanku? Kau tau betapa lelahnya aku selalu di tinggalkan? Jangan pernah muncul di hadapanku lagi!

Jung In pulang ke rumah dan Ayah Mae Ri pun langsung menyambutnya dengan senang hati.

Ayah Mae Ri : Wow Menantuku sudah pulang.
Jung In : Oh kau datang, Ayah?
Ayah Mae Ri : Kau tetap tampan.
Mae Ri : Kau sudah pulang Director?
Mae Ri : Ya. Ah aku akan mengganti pakaianku dulu dan akan kembali kemari.

Jung In berjalan pergi menuju kamarnya dan Ayah Mae Ri pun langsung menegur Mae Ri.

Ayah Mae Ri : Apa yang kau lakukan? Cepatlah pergi ke Jung In dan bantu dia.
Mae Ri : Ya aku tau.

Mae Ri mendatangi kamar Jung In.

Jung In : Apa yang terjadi?
Mae Ri : Dia membeli obat cinta tanpa mengatakan apapun. Aku kembali kemari setelah ada di rumah Moo Kyul.
Jung In : Moo Kyul pasti sedih.
Mae Ri : Setelah Ayah pulang maka aku akan kembali kesana.
Jung In : Kalau begitu aku akan berusaha membuat dia cepat pulang.
Mae Ri : Tidak eprlu. Karena Ayah sudah disini maka kita seharusnya makan bersama dulu. Ganti bajulah cepat.

Setelah makan malam bersama, Ayah Mae Ri dan Jung In pun minum-minum bersama.

Ayah Mae Ri : Oh Menantu Jung In. Kau harus menjaga Putriku. Itulah keinginanku.
Jung In : Jangan khawatir Ayah. Mae Ri benar-benar sangat manis. Mari aku tuangkan minum untukmu.
Mae Ri : Director, apakah kau tidak lelah?
Jung In : Tidak.
Ayah mae Ri : Mae Ri, bagaimana mungkin kau memanggil Jung In dengan sebutan Director? Cobalah panggil dia ‘Suami.’ cepat panggil dia. Kau juga Jung In, kau seharusnya memanggil Mae Ri ‘Istri’.
Jung In : Ya aku mengerti Ayah mertua.
Ayah Mae Ri : Aish, Jung In. Drai mana kau belajar hal itu? Mae Ri, cepatlah panggil Jung In dengan sebutan Suami.
Mae Ri : Ayah, kau mabuk. Berhentilah minum.
Ayah Mae Ri : Aku tidak mabuk. Cepatlah panggil dia Suami.

HP Mae Ri berbunyi dan dia pun dengan cepat mencoba berjalan menjauh dari Ayahnya dan dari Jung In untuk mengangkat telfon dari Moo Kyul itu, “Oh Moo Kyul~ Kau dimana? Apa? Kau ada di depan rumah? Baiklah tunggu sebentar.”

Mae Ri menemui Moo Kyul di luar rumah dengan sangat gembira.

Mae Ri : Kenapa kau datang kemari? Ayahku sebentar lagi juga akan pulang.
Moo Kyul : Wi Mae Ri, apakah kau pikir ini lucu? Kau tinggal di rumah bagus dengan seorang tuan muda. Apakah aku terlihat begitu menyedihkan?
Mae Ri : Apa yang kau katakan?
Moo Kyul : Kau… Memberikan Ibuku cincin.
Mae Ri : Ah aku tidak memberikan cincin itu padanya.
Moo Kyul : Aku tidak butuh rasa kasihan dari seorang wanita. Jika kau berfikir begitu maka akhiri saja hubungan ini.
Mae Ri : Hey, kau tidak boleh bicara sesuatu yang kau mau.
Moo Kyul : Siapa yang berbicara seperti itu duluan?

Mae Ri dan Moo Kyul sama-smaa terdiam lama, lalu Moo Kyul berjalan pergi dan membiarkan Mae Ri yang menangis. Jung In melihat ke luar rumah dan dia mendapati Mae Ri yang sedang menangis.

Ayah Mae Ri tertidur di sofa karena dia dalam keadaan mabuk. Mae Ri menyelimuti Ayahnya dan bilang pada Jung In bahwa dia akan pergi sebentar dan akan segera kembali. Jung In menawarkan diri untuk mengantar Mae Ri, namun Mae Ri menolaknya.

Moo Kyul pulang ke rumah dan dia menemukan hadiah sweater dari Mae Ri yang di letakan oleh Mae Ri di dalam kulkas. Moo Kyul membuka kotak hadiah itu dan dia mencium sweater itu. Lalu dia memutuskan untuk pergi ke tempat ice skating dan memakai sweater pemberian dari Mae Ri.

Mae Ri berlari datang ke rumah Moo Kyul namun dia tidak menemukan Moo Kyul. Di meja terlihat kotak hadiah sweater itu telah di buka dan Mae Ri ingat bahwa Moo Kyul ingin segera pergi ke tempat ice skating jika Mae Ri selesai merajut sweater untuknya. Mae Ri pun dengan cepat meninggalkan rumah Moo Kyul dan pergi ke arena ice skating.

Moo Kyul terus menunggu Mae Ri di arena ice skating dan dia sangat senang begitu melihat Mae Ri datang. Mae Ri hampir terjatuh dan Moo Kyul cepat-cepat memeluknya.

Moo Kyul : Kau baik-baik saja?
Mae Ri : Ya.
Moo Kyul : Bagaimana dengan pakaianku ini?
Mae Ri : Bagus. Apakah itu terasa hangat?
Moo Kyul : Ya sangat hangat. Terima kasih kau telah datang. Kau ingin belajar ice skating dariku?

Moo Kyul pun mengajari Mae Ri cara bermain ice skating dan mereka berdua bermain bersama-sama

Di sebuah club, Lee Ahn bertemu dengan Seo Joon dan mereka berbicang-bincang.

Lee Ahn : Jadi selama ini kau bersembunyi? Kau pikir jika kau bersembunyi maka aku tidak dapat menemukanmu?
Seo Joon: Kenapa begini? Huh aku bersembunyi karena aku ingin orang-orang datang dan mencariku. Tapi kamu bukanlah orang yang ingin aku jumpai.
Lee Ahn : Seo Joon, kenapa aku seperti ini? Jika ada seorang pria yang sangat perhatian padamu seperti aku, maka kau harus mengajaknya untuk kencan. Kenapa kau selalu tidak menatapku? Kau adalah satu-satunya orang yang menolak seorang Hallyu Star sepertiku ini.
Seo Joon : Jangan berkata begitu. Itu sangat menganggu.

Manager datang ke meja Lee Ahn dan Seo Joon lalu ikut mengobrol. Manager menawarkan kerja sama pada Seo Joon namun Seo Joon menolaknya dan menyiramkan minuman pada Manager.

Manager : Apa yang kau lakukan hah?
Lee Ahn : Seo Joon!
Seo Joon : Setelah kau menjual fotoku, apakah kau sudah hidup dengan tenang?
Lee Ahn : Apa? Jadi Manager yang menyebarkan foto Seo Joon dan Moo Kyul?
Manager : Jangan pikir karena kau adalah bintang besar maka kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan!
Seo Joon : Dasar sampah!
Manager : Apa? Apa yang kau tadi katakan?

Manager marah dan langsung menjenggut rambut Seo Joon. Seo Joon tidak tinggal diam dan langsung mendorong Manager hingga Manager menabrak tembok dan kepalanya berdarah. Lee Ahn yang melihat darah itu pun kaget.

Moo Kyul dan Mae Ri sampai di rumah dan mereka hampir saja berciuman, namun teman Moo Kyul dan Mae Ri langsung menyalakan lampu rumah dan memberikan kejutan bagi mereka berdua. Moo Kyul dan Mae Ri pun sama-sama salah tingkah.

Teman Moo Kyul dan teman Mae ri itu mengajak agar Mae Ri dan Moo Kyuk ikut permainan mereka. Moo Kyul dan Mae Ri kalah dalam permainan ini sehingga mereka berdua di hukum. Teman Moo Kyul bilang bahwa hukuman Moo Kyul adalah mencium Mae Ri. Moo Kyul tentu merasa malu namun akhirnya dia mencium pipi Mae Ri. Teman Moo Kyul dan Mae Ri protes dan bilang bahwa mereka ini sudah dewasa jadi harusnya ciumannya itu di bibir. Moo Kyul dan Mae Ri sama-sama terdiam. Teman Moo Kyul sedang mencontohkan cara mencium yang baik dan pada saat itu Moo Kyul mengajak Mae Ri untuk pergi secara diam-diam.

Mae Ri dan Moo Kyul pergi keluar rumah dan mereka duduk bersama di suatu tempat. Mae Ri bilang bahwa dia merasa kedinginan dan akhirnya Moo Kyul menawarkan untuk menyanyikan sebuah lagu.

Moo Kyul : Mae Ri Ah, kau mau aku menyanyikan lagu yang bisa menghangatkanmu? Lagu ini adalah semua yang aku pikirkan saat bertemu denganmu.
Mae Ri : Hmm lagunya bagus. Ya terasa hangat.
Moo Kyul : Kau memberikanku perasaan itu. Aku special membuat lagu ini untukmu.
Mae Ri : Kau membuat lagu ini special untukku? Lagu ini sedikit berbeda dengan style musicmu.
Moo Kyul : Ya ini berbeda dari laguku yang sebelumnya. Aku mengubah style musicku. Mae Ri… Aku ingin memberikan kau sebuah lagu. Dan liriknya itu untukmu. Bagaimana jika kau yang membuat liriknya?
Mae Ri : Aku?
Moo Kyul : Setelah music ini lengkap maka musik dan lirik pun akan bertemu dan akhirnya sebuah lagu pun tercipta. Ya seperti kita. Apa yang harus kau akan tulis dalam lagu ini?
Mae Ri : Hmm harus lagu yang penuh dengan kehangatan karena disini dingin.

Mae Ri dan Moo Kyul berjalan bersama menuju ke rumah Jung In.

Mae Ri : Apa kau lelah?
Moo Kyul : Tidak apa-apa. Uh kita harus berpisah.
Mae Ri : AKu pasti merindukanmu. Aku khawatir seseorang akan datang, jadi sebaiknya kau cepat pergi.
Moo Kyul : Aku tau.

Moo Kyul dan Mae Ri belum pergi namun Ayah Mae Ri sudah keluar dari rumah Jung In. Mae Ri khawatir jika Ayahnya itu tau bahwa Mae Ri pergi bersama Moo Kyul semalam sehingga dia pun mencoba menahan Ayahnya agar tidak pulang sekarang.

Ayah Mae Ri : Kemana kau pergi pagi-pagi begini?
Mae Ri : Ah aku hanya olahraga. Bukankah mengurangi berat badan sedang sangat populer?
Ayah Mae Ri : Tapi mengapa kau tiba-tiba ingin mengurangi berat badanmu?
Mae Ri : Tapi kenapa Ayah pulang begitu pagi?
Ayah Mae Ri : Aku merasa malu karena kemarin mabuk di rumah menantuku. Agar aku tidk kehilangan muka maka sebaiknya aku pergi sekarang.
Mae Ri : Ayah, kau harus makan pagi dulu.
Ayah Mae Ri : Tidak perlu.
Mae Ri : Ayah, aku akan membuat sup pasta kacang. Ayolah lebih baik minum dulu sebelum pergi.
Ayah Mae Ri : Ah sebaiknya tidak. Aku merasa malu pada Menantu Jung In
Mae Ri : Tidak apa-apa. Aku akan membuat sup yang enak. Ayo masuk kedalam.

Moo Kyul sednag tertidur di rumahnya dan dia terbangun karena ada seseorang yang menelfonnya. Orang yang menelfon itu bilang bahwa di clubnya ada seorang wanita yang tertidur dan wanita itu seperti Seo Joon. Moo Kyul menutup telfon dan bilang bahwa dia akan menelfon lagi nanti.

HP Moo Kyul berbunyi kembali dan itu telfon dari Mae Ri.

Mae Ri : Moo Kyul Ah, aku sedang menulis lirik saat ini dan ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Apakah tidak apa-apa untuk megulang lirik?
Moo Kyul : Ah agak sulit jika di bicarakan di telfon. Ada sesuatu yang penting jadi aku akan menelfonmu setelah aku kembali.
Mae Ri : Aku mengerti, aku akan menelfonmu kembali.

Moo Kyul datang ke club itu dan menemukan Seo Joon yang tertidur di sofa di dalam club.

Moo Kyul : Kemana orang yang datang bersamanya?
Pelayan : Dia datang bersama Lee Ahn. Tapi setelah dia bertengkar dengan seorang wanita, mereka pergi. Wanita itu terlihat terluka.

Moo Kyul membawa pulang Seo Joon ke rumah Seo Joon. Seo Joon terbangun dan kaget saat melihat kehadiran Moo Kyul.

Moo Kyul : Hidupmu sungguh baik Seo Joon. Setelah kau membuat banyak masalah, kau tetap bisa mabuk.
Seo Joon : Bagaimana bisa kau datang?
Moo Kyul : Lee Ahn meminta pelayan di club itu untuk menelfonku dan dia juga telah mengusir para wartawan. Jika kau ingin mengetahui detailnya maka tanyakan saja dia. Sebelum itu, sebaiknya kau membayar kewajibanmu.
Seo Joon : Membayar apa?
Moo Kyul : Bukankah kau ada sesuatu yang harus di pertanggung jawabkan pada Jung In? Jika kau ingin kabur maka kau harus menyelesaikan semua masalah terlebih dahulu. Jaga peranmu itu.
Seo Joon : Kang Moo Kyul…

Mae Ri berjalan dengan terburu-buru sambil meninggalkan pesan suara ke Moo Kyul, “Apa masalahmu selesai? Apa kau sangat sibuk? Aku akan membawa lirik lagu itu ke studio rekaman sekrang. Sampai jump disana.”

Pada saat yang bersamaan juga Moo Kul sedang meninggalkan pesan suara ke Mae Ri, “In aku. Maaf karena tadi maka kau tidak bisa menelfonku. Aku sekarang dlaam perjalanan ke studio. Sampai jumpa disana.”

Seo Joon datang ke kantor JI Wntertainment dan dia bertemu langsung dengan Jung In di loby kantor. Pada saat yang bersamaan juga Mae Ri datang ke loby kantor dan Moo Kyul juga datang.

Seo Joon masuk ke ruangan Jung In dan mereka berbincang-bincang sesaat proses rekaman di adakan.

Jung In : Kau datang dalam waktu yang tepat. Aku mengkhawatirkanmu.
Seo Joon : Maaf. Perasaanku hanya sedikit sesak sehingga aku butuh udara segar.
Jung In : Tidak apa-apa. Mulai hari ini kita akan memulai sesuatu yang baru

Proses rekaman di mulai dan sesaat sebelum rekaman lagu itu Moo Kyul datang menghampiri Seo Joon untuk menunjukan lirik lagu.

Moo Kyul : Bagian ini sedikit tidak pas jadi aku akan mengeditnya nanti. Tidak ada yang sulit. Apa kau ada kesulitan?
Seo Joon : Tidak

Seo Joon melihat kertas lirik itu dan dia melihat bahwa music lagu itu di buat oleh Kang Moo Kyul dan lirik lagu itu di buat oleh Mae Ri. Seo Joon menghentikan proses rekaman dan berjalan mendekati Moo Kyul.

Seo Joon : Lagu ini liriknya di buat oleh Mae Ri kan? Apa kau ingin aku menyanyikan kisah cintamu?
Moo Kyul : Seo Joon, kau ini artis kan? Lalu apa maslaahnya? Yang penting adalah music. Bukan orang di balik lagu itu.
Seo Joon : Aku tidak akan menyanyikannya sampai aku mati pun!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s