Sinopsis Marry Stayed Out All Night Episode 14

Standar

Mu Gyul diculik, Mae Ri melihatnya. Gadis itu berusaha menahan laju pick up hitam yang membawa kabur Mu Gyul, sayang tidak berhasil.


Mae Ri tidak menyerah, ia berusaha minta tolong pada polisi yang kebetulan sedang melintas disana. Terjadi kejar mengejar, mobil polisi berhasil menyusul mobil yang membawa lari Mu Gyul.
Di tempat pertunjukan, para penonton dan penggemar Mu Gyul mulai berkumpul. Tidak sabar menunggu pertunjukan di mulai. Direktur, Seo Jun, Lee Ahn dan para penanggung acara semakin khawatir. Sesuai jadwal, pertunjukan harusnya sudah dimulai. Tapi tidak ada tanda-tanda Mu Gyul akan muncul. Jung In akhirnya mengambil keputusan untuk memulai acara dan meminta semua kru mengulur waktu hingga Mu Gyul tiba.

Seo Jun dan Lee Ahn setuju, mereka akan tampil di awal acara dan menahan waktu selama mungkin. Jung In menghubungi Mu Gyul, tapi tidak mendapat jawaban. Ia menghubungi Mae Ri, gadis itu harusnya tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Panggilannya terjawab, tapi bukan Mae Ri, Wi Dae Han yang mengangkatnya. Hasilnya nihil, tidak ada yang tahu dimana Mu Gyul sebenarnya berada.

Mobil polisi yang ditumpangi Mae Ri berhasil mendekati mobil yang menculik Mu Gyul. Mae Ri membuka jendela dan berteriak ke arah orang-orang berpakaian gelap itu agar melepaskan Mu Gyul. Di mobil seberang, Mu Gyul berontak, berusaha melepaskan diri. Kedua mobil terus mengejar, merasa terdesak, akhirnya orang-orang itu melepas Mu Gyul, mereka mendorongnya dengan kasar tanpa menghentikan laju mobil.
Mu Gyul meringis kesakitan. Mae Ri melihatnya terkapar kesakitan di tengah jalan, ia meminta para polisi menurunkannya. Ia begitu khawatir dengan cereda Mu Gyul tapi pria bersikeras mendatangi tempat konser.
Di tempat konser, Direktur tetap memerintahkan MC agar terus berusaha semampunya untuk mengulur waktu. Sayangnya, earphone penghubung keduanya tidak berfngsi baik. MC mengira Direktur mempersilahkan dirinya memanggil Mu Gyul dan kawan-kawannya sekarang. Tepuk tangan penonton membahana, teman-teman Mu Gyul naik ke panggung dan mulai menyapa para penontonnya.
Jung In makin frustasi, tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Para penonton dan penggemar Mu Gyul mulai tidak sabar. Mereka telah menunggu terlalu lama. Termasuk So Ra dan Ji Hye, mereka mulai merasa ada yang tidak beres. Situasi mulai memanas, para penonton menginginkan Mu Gyul sekarang juga, di panggung teman-teman Mu Gyul sama frustasinya dengan direktur dan para kru.
Beruntung tidak beberapa lama suasana mulai mereda, Mu Gyul tiba bersama Mae Ri di tempat konser. Keduanya membelah kerumunan penonton menuju panggung. Mu Gyul berjalan di depan, Mae Ri mengikutinya di belakang.
So Ra dan Ji Hye melihat keduanya dan dengan sigap meringkus dan menarik Mae Ri bergabung bersama mereka, membiarkan Mu Gyul memulai pertunjukannya. Jung In, Seo Jun dan Lee Ahn bernafas lega, sekalipun masih mengkhawatirkan cedera tangan Mu Gyul gara-gara kejadian kemarin.
Mu Gyul mengibas-ngibaskan tangannya sebelum membuka suara. Berharap setidaknya bisa sedikit meregangkan otot tangan dan membuang rasa nyerinya. Mae Ri memandangnya dengan khawatir dari kerumunan penonton.
Mu Gyul mendekati mic, memandang lurus ke arah Mae Ri dan mengumumkan pada semua kalau lagu itu untuk seseorang yang telah membuat musim dingin dalam hatinya berganti dengan musim semi yang begitu hangat. Penonton heboh. Mu Gyul memalingkan wajahnya sebelum kembali fokus pada mic dan memastikan pandangannya lekat pada Mae Ri seorang.
Dalam satu tarikan nafas ia berkata dengan lantang, “Mae Ri Christmas, aku mencintaimu!!”, tidak menunggu jeda dan langsung memulai lagunya. Mae Ri terkejut, malu bercampur senang, ia menutup setengah wajah dengan tangannya. Tidak menyangka Mu Gyul akan melakukan itu.
So Ra dan Ji Hye girang bukan main, Soe Jun terperangah melihatnya, tidak percaya dirinya harus menyaksikan adegan seperti itu dengan mata kepalanya sendiri.
Jung In masih dengan ekspresi dinginnya seperti biasa. Mae Ri sangat senang, hingga tak mampu berkata apa-apa, hanya So Ra dan Ji Hye yang terus-menerus memuji tindakan Mu Gyul yang begitu keren, terlihat sangat cool. Keduanya senang untuk Mae Ri.
Mu Gyul mulai bernyanyi “That’s true. Hello..hello.., my cute angel. Always stand by my side. Also.., thank you..thank you.. that’s what I want to tell you. No..no..no..no..more than a love convession..”, pandangannya tak pernah lepas gadis yang dicintainya, pesan lagu itu tersampaikan dengan baik kepada Mae Ri.
Yah, itu memang lagu mereka berdua. Penonton sangat puas.
Mu Gyul meringis kesakitan, mulutnya dibekap kain putih. Ia tidak bisa berteriak minta tolong. Tempatnya berada begitu gelap dan sempit.
Keempat pria berpakaian gelap yang tadi meringkusnya datang dan membuka bagasi mobil. Memandanginya dengan sinis.
Mu Gyul berhasil melarikan diri, ia melepas kain yang terikat di mulutnya. Baru bernafas sedikit, keempat pria itu datang lagi meringkusnya. Mu Gyul bernafas tidak karuan. Mae Ri mencoba membangunkannya dan mengatakan kalau ia bermimpi buruk. Mu Gyul membuka matanya dan menemukan dirinya terbaring di kamar Mae Ri, rumah Jung In.
Ternyata Mu Gyul pingsan setelah konser, Mae Ri dan Jung In membawanya kesana. Mu GYul merasa tubuhnya nyeri, terutama bahunya, buntut dari usahanya melepaskan diri dari para penculik sebelumnya dan lagi mungkin karena benturan saat dirinya didorong dengan kasar keluar dari mobil.
Mae Ri bertanya apakah Mu Gyul memiliki seseorang yang bisa melakukan itu? Mu Gyul mencoba mengingat-ingat tapi dirinya merasa tidak bermusuhan dengan siapapun, jadi kemungkinan itu ulah seseorang yang tidak ingin dirinya menghadiri konser. Mae Ri mengira itu kerjaan Manager Bang. Jung In memikirkan sesuatu, teringat telpon ayahnya yang menanyakan apakah Mu Gyul ada, ia punya firasat, siapa dalang penculikan itu. Ia mengatakan akan menyelidiki hal itu.
Seo Jun dan Lee Ahn minum-minum bersama. Keduanya membahas pengakuan Mu Gyul di konser tadi. Lee Ahn mengatakan setap orang yang melihat pertunjukan tadi bisa tahu dan melihat dengan jelas kasih sayang begitu nyata antara Mu Gyul dan Mae Ri. Seo Jun tersenyum mengejek, baginya Mu Gyul hanya merasa kasihan pada Mae Ri dan itu sama sekali bukan cinta.
Lee Ahn tidak sepakat, ia heran, kenapa Seo Jun masih saja mengharapkan Mu Gyul. Seo Jun mulai kesal dan meminta Lee Ahn lebih baik meninggalkannya jika hanya ingin membahas hal itu.
Lee Ahn mengerti, tidak lagi membahas hal itu dengan Seo Jun. Sebenarnya suasana hatinya juga sedang buruk, mengingat ia mengakhiri hubungan manajerial dengan Manager Bang.
Di kedainya, Wi Dae Han menghubungi Tuan Jung, bertanya apakah ia sudah membereskan Mu Gyul? Suaranya begitu keras, semua ucapannya didengar oleh So Young. Ibu Mu Gyul berkomentar tapi Wi Dae Han memarahinya, ia berlalu. Sementara itu di rumah Jung In, ketiga personil pernikahan kontrak (^^) sedang duduk berbincang di ruang tamu.
Ketiganya terlibat pembicaraan serius, mereka mengkhawatirkan Wi Dae Han yang mulai mencurigai kesepakatan ketiganya, masih 10 hari dan masing-masing memiliki pendapat berbeda tentang penyelesaiannya.
Wi Dae Han tiba saat itu, terkejut Mu Gyul berada disana. Ia marah, berteriak dan menarik leher baju Mu Gyul, menyuruh pria itu pergi dari sana. Ia juga marah pada putrinya yang membiarkan Mu Gyul begitu saja masuk ke tempat Jung In.
Ia menarik leher baju Mu Gyul dengan keras, memebuat pria itu kesakitan. Mae Ri mencoba melepaskannya, Wi Dae Han menyakiti Mu Gyul. Jung In akhirnya angkat bicara, menyarankan ada baiknya mereka duduk bersama membicarakan hal diantara mereka dengan serius.
Wi Dae Han sepakat, dan kali ini ketiganya tidak mencoba melarikan diri atau menyembunyikan segalanya seperti biasa.
Jung In mengakui kalau semua itu adalah perbuatannya. Sengaja menggunakan Mae Ri demi mendapatkan investasi ayahnya untuk produksi dramanya dan sama sekali tidak bermaksud menikahinya.
Ia juga dengan jujur mengatakan kalau dirinya secara pribadi, ingin melihat Mae Ri bahagia dan berjanji akan membantu gadis itu mendapatkan hidup yang bahagia. Wi Dae Han terkejut bukan main, ia tidak percaya, Jung In pasti sedang berbohong. Ia berteriak, memarahi ketiganya tidak pernah bisa melakukan hal yang benar.
Wi Dae Han pergi dari sana dengan semua kemarahannya, ia sungguh tidak percaya dengan pendengarannya. Mae Ri sangat sedih dibuatnya. Wi Dae Han menemui Tuan Jung dan menceritakan semuanya. Tuan Jung sama terkejutnya dan marah seperti Wi Dae Han. Ia berjanji akan melakukan sesuatu untuk membereskan itu.
Di tempatnya, Mu Gyul terbaring telengkup di tempat tidurnya. Mae Ri dengan setia merawat luka memar di bahu Mu Gyul.
Ia juga meminta maaf atas ayahnya yang membuat bahunya seperti itu. Mu Gyul mengatakan tidak masalah, ia bisa mengerti kekhawatiran ayah Mae Ri kalau-kalau dirinya akan membuat Mae Ri menderita. Itu sekedar wujud perhatiannya saja. Mae Ri memandang Mu Gyul, tanpa sepengetahuan pria itu (sepertinya ia tercengang dengan kedewasaan kekasihnya). Mu Gyul melanjutkan ucapannya, ia yakin saat kondisi keuangannya lebih baik dari sekarang, Wi Dae Han akan sedikit menerimanya. Mae Ri berharap hari itu cepat datang.
Mu Gyul merasa bahunya perih, ia meminta Mae Ri meniupnya. Mae Ri menurut. Mu Gyul meringis kesakitan, lalu menunjuk kalau dahinya juga. Mae Ri melihatnya dan meniup dahi Mu Gyul perlahan.
Tapi Mu Gyul sedang mengerjainya, ia menunjuk bibirnya sendiri kalau bibirnya juga. Mae Ri sadar telah dikerjai, ia mencubit bibir Mu GYul (Hahhahaha), pria itu berusaha menjauhkan bibirnya dari tangan Mae Ri. Mu Gyul tersenyum.
Dengan manja ia merebahkan tubuhnya di pangkuan Mae Ri, mengatakan kalau Mae Ri yang sangat menyenangkan seperti mendapat hadiah dari Santa.
Mae Ri teringat kalau Mu Gyul berulang tahun saat Christmas Eve. Gyul senang dan memuji Mae Ri yang punya ingatan bagus. Sambil mengelus-elus rambut Mu Gyul, Mae Ri menanyakan apa ada yang diinginkan pria itu untuk hari ulang tahunnya.
Mu Gyul bangun dengan cepat, dan mengatakan ada. Mae Ri dengan suka cita bertanya apa itu, katakana saja. Mu Gyul menunjuk tirai pembatas di tempat tidur mereka.
Ia ingin Mae Ri melepas tirai itu sebagai hadiah ulang tahun untuknya. Mae Ri bingung, tirai? Menurutnya tidak ada yang salah dengan tirai itu, kenapa harus dilepas. Mu Gyul memasang wajah “Kabulkan ya.. ya..ya…”. (Benar-benar terlihat seperti anak kecil yang sedang membujuk ibunya membelikan barang yang disukanya^^).
Sementara itu, Jung In bermimpi ayah ibunya bertengkar hebat setelah ibunya mendapati foto ibu Mae Ri di dompet ayahnya. Jung In kecil mendengar keduanya dari balik pintu. Ia terbangun.
Keesokan harinya, JI intertainment begitu sibuk. Peluncuran MV drama mereka sukses besar. Respon masyarakat di luar dugaan, semua bahagia mendengarnya. Tuan Jung memanggil putranya. Jung In pun datang. Tuan Jung memperlihatkan undangan pernikahannya dengan Mae Ri. Jung In tidak tahan lagi, ia meminta ayahnya berhenti melakukan itu semua, cukup sampai disitu.
Untuk pertama kalinya ia berani melawan ayahnya. Ia juga menyinggung soal penculikan Mu Gyul dan  bertanya apa kira-kira yang ayahnya akan lakukan jika Mae Ri tahu perbuatannya itu. Juga menegaskan selama ini dirinya mengikuti kemauan ayahnya karena ia pikir itu hal yang benar untuk dilakukan, tapi tidak lagi. Ia berencana berhenti mengikuti aturan main ayahnya. Ia bukan bidak catur yang bisa diatur kesana-kemari. Tuan Jung murka, ia menampar Jung In. (Yabz, kali kedua ia menampar Jung In setelah insiden di tempat Mu Gyul saat Mae Ri mengakui pernikahan palsunya dengan Mu Gyul).
Di kedai Wi Dae Han para gadis heboh membicarakan perihal pertunjukan Mu Gyul. Tidak bosan-bosan memutar ulang video konser Mu Gyul dari ponsel salah satu dari mereka. So Young tidak sengaja melihatnya.
Dan tentu saja, dengan bangga ia mengatakan pada para gadis itu, kalau Mu Gyul adalah putranya. Juga dengan bangga memamerkan kesuksesan putranya pada Wi Dae Han. Yapz, putranya mulai tenar, ia sangat bahagia.
Mae Ri mengirim pesan pada Mu Gyul, mengatakan kalau dirinya merindukan Mu Gyul. Mae Ri agak kesulitan menghubunginya karena kesibukan Mu Gyul.
Mu Gyul sedang mengecek pemberitaan konsernya saat So Young mendatangi dan menyelamatinya, mengatakan kebanggaannya.
Ia juga mengaku sedang bekerja di kedai Wi Dae Han demi mendapatkan uang untuk menebus cincin Mae Ri. Mu Gyul mendengarkannya tanpa melepas kesibukannya dengan layar computer.
So Young menambahkan kalau tempo hari ia tidak sengaja mendengar Wi Dae Han berbicara tentang Mu Gyul di telepon, apakah ia terluka dan meminta hyung untuk merawatnya. Mu Gyul terkejut, ia tahu siapa dalang penculikannya, ayah Jung In.
Jung In terduduk dengan kepala menunduk di sisi tempat tidurnya, sangat jelas ia tertekan.
Mae Ri mendatanginya dan melihat undangan pernikahannya yang bertumpuk, tergeletak begitu saja di tempat tidur direktur. Jung In mencoba menjelaskan kalau pernikahan mereka masih dalam persiapan. Bel pintu berbunyi, Mae Ri bergegas membukanya.
Mu Gyul masuk dan langsung mendatangi Jung In di kamarnya. Mae Ri agak bingung dibuatnya. Mu Gyul mengkonfirmasi perihal ayahnya, Jung In tidak menyangkal, ia telah berbicara pada ayahnya pagi tadi. Dan meminta maaf secara pribadi pada Mu Gyul atas perbuatan ayahnya.
Mu Gyul mendesah, tidak mengerti kenapa Tuan Jung begitu memaksa Jung In menikahi Mae Ri. Jung In menjawab kalau ayahnya berpikir Mae Ri adalah cara terbaik untuk kebahagiannya. Mu Gyul makin tidak senang, Tuan Jung bukan ayah Mae Ri, kenapa ia begitu terberhak mengatur kehidupan gadis itu.
Jung In dengan besar hati menyarankan pada Mu Gyul agar menggunakan kesempatan berhasilnya pertunjukan mereka untuk mendapatkan kesuksesan, dengan begitu setiap orang tidak akan memandang rendah padanya dan ia bisa mengatur takdirnya sendiri. (Wow, Jung In si robot manis^^). Mu GYul lalu meminta Jung In menyampaikan pada ayahnya, untuk menyaksikan mereka hingga akhir, untuk melihat siapa yang akan membuat Mae Ri bahagia, orang yang bisa membuat gadis itu tersenyum.
Mu Gyul berjalan keluar, memandang sejenak pada Mae Ri yang sedang mendapat pelajaran memasak dari pengurus rumah di dapur.
Ia memutuskan berlalu tanpa mengganggu gadis itu. Sangat jelas, ia punya banyak masalah yang harus dipikirkan, Mae Ri bukan perkara mudah, ia akan terus berusaha untuk itu.
JI Entertainment benar-benar sibuk pasca peluncuran MV drama. Mu Gyul duduk bersandar sambil mengecek kegiatan yang harus dilakukannya hari itu. Semua sudah terjadwal rapi. Hari itu ia punya jadwal wawancara di sebuah radio. Mu Gyul pergi, ia berjalan di sebuah selasar. Para penggemar langsung menyerbunya. Mu Gyul telah menjadi bintang baru sekarang.
Mae Ri sedang belanja untuk perawatan rambut Mu Gyul saat mendengar wawancara komersial Mu Gyul dari tape yang dipasang di swalayan tempatnya belanja. Penyiar radio mewawancarainya tentang lagu Hello-Hello yang ditulis untuk kekasihnya, semua menganggap itu Seo Jun. Mae Ri sedikit terkejut, yah dia harus mulai terbiasa dengan itu, sudah resiko menjadi kekasih seorang publik figur.
Wi Dae Han menghubunginya mengatakan kalau dirinya sedang sakit. Mae Ri segera membayar belanjaannya dan bergegas ke apartemennya. Ternyata ia kena tipu ayahnya. Wi Dae Han memintanya datang untuk memilih hanbok untuk pernikahannya dengan Jung In.
Mae Ri tidak setuju, ia meminta ayahnya berhenti dengan semua perencanaan terhadapnya. Wi Dae Han malah mengatakan kalau tidak bisa mengadakan pernikahan tanpa pengantin. (Whats??!! Apa tidak ada alasan yang lebih bagus? Itu mah, bisa cari pengantin lain saja.)
Ia juga mengatakan Tuan Jung bisa memaksanya menikah jika ia mau, seperti yang dilakukannya pada Mu Gyul (Ups…, Wi Dae Han salah ucap, tidak sengaja membocorkan rahasia Jung Suk).
Mae Ri terkejut mendengarnya, ia bertanya pada ayahnya, memastikan benarkan Tuan Jung berada di belakang penculikan Mu Gyul. Wi Dae Han tidak bisa menjawab, Mae Ri marah dan bergegas pergi. Ia harus memastikannya.
Mae Ri mendatangi JI Entertainment dan tidak sengaja mendengar Mu Gyul yang sedang berdebat dengan Jung In. Ia tidak setuju melakukan pemotretan dengan Seo Jun. Ia marah dan berkata pada Jung In, “Apakah kau akan menyeretku dengan paksa, seperti yang dilakukan ayahmu??!!”. Mae Ri berdiri di ambang pintu dan mendengar perkataan Mu Gyul dengan sangat jelas.
Ia bertanya dengan mata melotot pada Jung In, benarkah Tuan Jung yang menyuruh menculik Mu Gyul? Mae Ri pergi, harus memastikannya sendiri. Mu Gyul mencoba mengejarnya, tapi Mae Ri sudah mantap. Ia harus bertemu Tuan Jung.
Di kediaman Tuan Jung, Jung Suk mengatakan pada Mae Ri kalau dirinya tidak ingin gadis itu menjalani kehidupan yang tidak bahagia karena keputusan yang salah.
Mae Ri mencoba menjelaskan, justru sekarang dirinya merasa tidak bahagia juga tidak bahagia di masa depan karena rencana pernikahan yang diatur Tuan Jung. Ia mengakui kalau dirinya dan Jung In berpura-pura hidup bersama demi mendapatkan investasi Tuan Jung untuk produksi drama mereka. Karenanya ia bersedia menerima hukuman apapun atas kebohongannya itu dan tidak perlu menggangu Mu Gyul lagi.
Tuan Jung terkejut, tapi dia tidak menyangkal penculikan yang dilakukannya, ia mengakui perbuatannya salah. Ia juga mengatakan penyesalannya dan merasa harus bertanggung jawab atas Mae Ri seumur hidupnya karena kesalahannya itu. Mae Ri dengan bercucuran air mata menegaskan sekali lagi kalau dia tidak bisa menikahi Jung In, ia bahagia bersama Mu Gyul.
Tapi Tuan Jung menyelanya, mengingatkan Mae Ri telah berjanji padanya. (Hufhtt.. benar-benar susah negh, Tuan Jung tidak mau kalah).
Mu Gyul sedang suting pengambilan gambar untuk Christmas Couple CF dengan Seo Jun.
Gadis itu sedikit terkejut dengan keputusan Mu Gyul yang tiba-tiba mau menerima pemotreatan hari ini. Tapi Mu Gyul tidak tertarik membahasnya, ia hanya ingin segera menyelesaikan pemotretan dan pergi dari sana. Seo Jun kembali berkomentar, sebelumnya dia mengenal Mu Gyul sebagai pria yang begitu dingin, selalu menolak untuk dimanipulasi tapi kini bersedia menanggalkan semua itu demi Mae Ri. Itu sempurna merusak mood Mu Gyul dan membuat pemotretan berlangsung lebih lama.
Mae Ri terkantuk-kantuk menunggu Mu Gyul pulang di rumahnya. Ia duduk di tempat tidur dan mencoba menahan matanya sudah sangat berat.
Ia menoleh ke samping, memandangi wilayah tempat tidur Mu Gyul. Masih kosong, pria itu belum juga kembali. Ia tidak sadar kalau sedari tadi Mu Gyul berjongkok di sisi tempat tidurnya dan terus menatap padanya. Mae Ri terkejut ketika menyadari itu.
Mu Gyul tersenyum manis melihatnya. Mae Ri memintanya tidur sekarang, Mu Gyul pasti sudah sangat lelah dengan semua kesibukannya. Mu GYul menolak, mengatakan ia harus pergi lagi, ia hanya pulang sebentar untuk melihatnya. (Hohooho, ^^). Mae Ri balas tersenyum, ia mengatakan kalau dirinya sudah menemui Tuan Jung dan menceritakan semuanya. Dengan begitu ia tidak perlu kembali setor muka ke tempat Jung In lagi.
Keduanya senang dan berencana menghabiskan malam natal pertama mereka bersama-sama juga merayakan ulang tahun Mu Gyul. Mae Ri berjanji tidak akan kemana-mana hari itu, jadi Mu Gyul harus segera kembali ke rumah. Mu Gyul sepakat, akan segera pulang begitu urusan pekerjaannya selesai.
Mu Gyul menyempatkan singgah di toko perhiasaan sebelum melanjutkan jadwal variety shownya hari itu.
Ia melihat sebuah kalung berleontin kucing, membuatnya teringat wajah memelas Mae Ri dengan mata besarnya saat membujuknya menandatangani pernyataan pernikahan palsu mereka. (Wajah persis Mr. Cat di film Shrek). Mu Gyul tersenyum dan membungkus itu untuk kekasihnya.
Mu Gyul melanjutkan wawancara, ia mendapatkan popularitas dalam hitungan menit. Manager Bang mendekatinya, mencoba membujuk untuk bergabung dengannya. Mu Gyul tidak tertarik.
Jung In pulang dan mendapati rumah kosong, Mae Ri tidak disana saat jadwal berkunjungnya harus disana. Mae Ri sedang sibuk menghias rumah Mu Gyul untuk perayaan Christmas Eve yang juga hari ulang tahun Mu GYul saat Jung In menghubunginya.
Suara direktur sedikit bergetar, berusaha menutupi kesedihannya, mengatakan kalau Mae Ri terlambat datang malam itu, ia akan menunggunya datang dan akan mengajaknya ke toko buku. Jung In memejamkan matanya, ia tahu Mae Ri tidak akan datang tapi ia juga tidak ingin mendengar perkataan itu keluar dari mulut Mae Ri.
Mae Ri tahu kesedihan Direktur tapi ia tidak bisa melakukan itu terus. Dengan jujur ia mengatakan kalau dirinya tidak akan datang ke tempat Jung In lagi, ia sudah bertemu Tuan Jung dan menceritakan segalanya. Jung In mencoba mengelak, mengingatkan Mae Ri kalau kontrak mereka belum selesai (Ini terlihat sebagai pengakuan direktur kalau bener-benar menyukai Mae Ri, tapi hanya mampu menggunakan kontrak sebagai alasan gadis itu bisa berada di dekatnya) tapi Mae Ri benar-benar tidak mau kesana lagi. Ia menutup telepon. Jung In duduk di tempat tidur kamar Mae Ri, memandangi sekeliling yang kosong, seperti perasaannya tentang hidupnya kini, kosong. Ia merindukan Mae Ri.
Mae Ri membuat kue untuk perayaan ulang tahun Mu Gyul, ia mempersiapkan semuanya dengan sempurna, semua sudah tertata apik di meja. Ia juga tidak lupa merapikan tirai seperti yang diinginkan Mu Gyul. Ia mengikatnya dengan ornament berbentuk hati, tidak ada pembatas lagi disana sekarang. Ponselnya berbunyi, Mae Ri dengan sigap mengangkat panggilan itu dan menanyakan kapan Mu Gyul pulang. Tapi ternyata bukan, Jung In menghubunginya kembali.
Direktur meminta Mae Ri mengunjungi untuk terakhir kalinya, Mae Ri meminta maaf, itu hari ulang tahun Mu Gyul dan ia tidak bisa datang. Jung In mengatakan kalau ia memiliki sesuatu yang harus disampaikan padanya. Sesuatu yang belum pernah ia sampaikan pada Mae Ri. Jung In menutup telpon. Mae Ri bimbang di seberang.
Ia memandangi semua yang sudah dipersiapkannya, begitu juga Jung In. Ia duduk di dapur rumahnya, di hadapannya telah lengkap cocktail buah, cupcakes dan semua untuk perayaan, kecuali orang yang ia inginkan bersamanya saat itu, Mae Ri.
Mae Ri menunggu dan menunggu, hingga akhirnya Mu GYul menghubunginya. Pura-pura kalau sedang terjebak macet, ia meminta Mae Ri tidak perlu menunggunnya dan tidur lebih awal saja. Mae Ri terlihat kecewa.
Mu Gyul menghubungi Jung In, marah membuatnya harus tampil di ski resort yang membuatnya terjebak macet. Jung In yang sedang merasa kesepian menjawab Mu Gyul dengan mengatakan kenapa segala sesuatu harus berjalan sesuai keinginannya?
Mu Gyul makin marah dan meminta Jung In berhenti sampai disitu. Ia akan mengembalikan cincin pertunangan pemberian Tuan Jung. Ia menutup telepon.
Sementara itu Jung In masih terus berusaha meminta Mae Ri mengunjunginya, ia mengirim pesan pada gadis itu, mengatakan kalau ia akan terus menunggu Mae Ri hingga ia datang dan mendengar sendiri apa yang ingin ia sampaikan. Mae Ri semakin bimbang. Mu Gyul sedang menebus cincin pertunangan Mae Ri yang digadaikan So Young. Itu akan membebaskan mereka dari kontrak dan hubungan dengan Jung In.
Jung In masih duduk di tempatnya, tidak beringsut sedikitpun. Itu natal paling menyedihkan miliknya hingga Mae Ri tiba disana. Ia tersenyum kecil mengetahui gadis itu di sana. Mae Ri duduk di kursi sebelahnya.
Jung In buka suara, mengatakan kalau dirinya memiliki kue dan semuanya untuk natal tapi merasa sama sekali kalau itu bukan natal. Mae Ri mengerti yang dirasakan Jung In, karena sejak ibunya meninggal dan ayahnya sibuk dikejar-kejar para penagih hutang ia hanya menghabiskan Natalnya dengan kue coklatnya.
Jung In melanjutkan ucapannya, “Senang… bisa merayakan Natal dengan orang lain. Itu begitu hangat..”. Mae Ri mulai sedih dan meminta Jung In melepasnya. Ia tahu telah menyakiti perasaan Jung In tapi ia yakin itu adalah jalan terbaik untuk ketiganya.
Mu Gyul putar haluan, ia tidak sedang di Hongdae, tetapi menuju Cheongdam, tempat Jung In. Ia ingin mengembalikan cincin pertunangan Mae Ri. (Wah, kacau..) Mae Ri berdiri dan beringsut pergi. Jung In memanggilnya dan mencoba menghentikannya.
Ia memeluk Mae Ri dari belakang, meminta gadis itu membiarkannya untuk beberapa menit. Mae Ri merasa semakin sedih, ia membiarkan Jung In menahannya seperti itu, tepat ketika Mu Gyul tiba dan melihat keduanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s