Monthly Archives: September 2011

Sinopsis CITY HUNTER episode 1

Standar
[City Hunter Episode 1]
=9 Oktober 1983=
Di sebuah rumah sakit Seoul, seorang wanita sedang berjuang melahirkan tanpa ditemani seorangpun. Sedang jauh di Negara Myanmar, dua orang agen sedang menjalani tugas menjaga pertemuan Presiden Korea dengan tokoh Myanmar Aung San. Park Moo Yul sang agen dan partnernya Lee Jin Pyo segera berlari mengiringi datanganya sang Presiden.

Tanpa mereka ketahui sebuah bom telah terpasang di tempat pertemuan. Seseorang yang tidak diketahui memencet tombol remote control. Bersamaan dengan lahirnya seorang bayi laki-laki, sebuah bom meledakan tempat pertemuan tersebut . Kedua agen terkejut bukan main, dan tidak menduga sama sekali. Tempat tersebut bersimbah darah, para pejabat dari kedua belah pihak banyak yang tewas dan terluka tak luput pula orang-orang yang berada disekitar.
Kedua agen melangkah perlahan menuju tempat ledakan, melihat kejadian tanpa rasa percaya.
Sedang ibu sang bayi bersyukur anaknya lahir dengan selamat. Kedua agen menyusuri reruntuhan gedung. Merasa miris.

Di rumah sakit, wanita tersebut syok mendengar berita tentang kejadian di Myanmar. Rupanya agen Park Moo Yul adalah suaminya yang bertugas mengawal presiden bersama partnernya.
Kejadian tersebut memang benar terjadi dimana 9 Oktober 1983 terjadi peledakan saat pertemuan Presiden Korsel dengan tokoh Aung San Su Kyui. Banyak korban dari kedua belah pihak.

5 pejabat Korea Selatan sangat geram melihat kejadian di Myanmar. Di ruangan mereka saling tidak terima dengan kejadian tersebut dan menyalahkan Pemerintah Korut bahwa merekalah yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Korsel.
“Pemerintahan Sosialis Myanmar meminta kita hanya mengambil langkah diplomatik!”
“Bagaimana bisa itu dilakukan! Ini mempermalukan bangsa kita!”
“Jadi kita akan menyerang balik, apa kalian setuju?”ucap Kepala pemerintahan Choi Eun Chang.
Mendadak semuanya bungkam.
“Baik, kita harus menyerang! Tentu saja kita harus menyerang!”
(Di sini ada ayah Ji Hyun dan ayah Jin Guk, para ahjushi yang selalu main di SBS TV sepertinya)

Kepala Choi Eun Chang memperintahkan kedua agen tersebut untuk menjalankan tugas rahasia.
“Teroris yang melakukan penyerangan di Aung San harus mendapatkan balasannya atas nama ibu pertiwi! Walaupun kemungkinan Presiden tidak akan menyetujuinya”
Baik Park Moo Yul dan Lee Jin Pyo saling pandang, dan inilah tanggung jawab sebagai agen. Harus bersedia menerima tugas walaupun nyawa taruhannya.
“Di Korea Selatan hanya 5 orang yang mengetahui rencana ini”jelas Choi Eun Chang.

Sebelum menjalankan misinya Moo Yul mengunjungi istrinya di rumah sakit yang baru saja melahirkan. Istrinya lega bahwa suaminya baik-baik saja. Moo Yul sangat bahagia melihat anak laki-lakinya lahir namun dia harus pamit karena harus pergi ke suatu tempat.
“Ah, namanya..aku akan kembali untuk memberi nama anak kita” janji Moo Yul kepada istrinya.
“Bukan tempat yang berbahaya bukan?”
“Tenang saja, aku akan kembali di sampingmu bersama dengan anak kita”. Moo Yul pergi sebelumnya menyentuh pundak istrinya untuk menguatkan.
Istrinya melepas Moo Yul dengan berat hati.

Jin Pyo dan Moo Yul merekrut tim khusus untuk menyertai misi mereka. Ahli bom, ahli kendali jarak jauh, dan orang yang ahli di bidang lainnya.
Bersama keduanya, mereka saling merencanakan penyusuan ke Pyongyang, Korut. Eun Chang mendatangi mereka sebelum pergi melaksanakan tugas.
“Aku sangat bangga kepada kalian. Kalian melakukan ini demi bangsa. Walaupun kalian menempuh jalan berbahaya, pastikan kalian semua melakukan tugas dengan mulus dan segera pulang” ujar Eun Chang menjanjikan kepada tim bahwa mereka akan pulang dengan selamat.

Dengan menyamar sebagai tentara Korut, mereka bersemangat untuk melaksanakan tugas rahasia. Mereka mulai menyusup Pyongyang dan harusberkumpul keesokan harinya di pelabuhan Nampo untuk menaiki kapal selama Korea Selatan untuk kembali.
Tim khusus mulai menyerang para petinggi Korut dan membunuh mereka sebagai serangan balasan.

Sedang di Korea Selatan, Eun Chang membawa kabar buruk.
“Kita tidak memiliki dukungan, Presiden tidak menyetujui rencana kita. Apa yang harus kita lakukan? Apa yang akan kita lakukan kepada tim yang sudah kita kirim?” Tanya Eun Chang kepada keempat orang dihadapannya.

Jin Pyo dan Moo Yul masih berjibaku dengan tugasnya dan saat menyerang salah satu petinggi, Jin Pyo terkena tikaman pisau dari salah satu penjaga. Jin Pyo datang menolong dan menggorok penjaga yang menyerang Moo Yul ,namun Moo Yul terlanjur terluka parah.
Di lain pihak, Eun Chang sedikit panic dengan keadaan yang berubah drastic.
“Kita harus menyerah sekarang dan Kita harus perintahkan mereka untuk mundur , kita sudah mengirim kapal selam ke Pelabuhan Nampo“ pinta Eun Chang.

Namun kepada kenyataanyan anggota lain memutuskan untuk mengorbankan tim khusus agar tidak petunjuk apapun mengenai tugas rahasia yang sudah terlanjur mereka jalankan. Namun rupanya Eun Chang tidak sependapat dan bersikeras untuk membawa mereka kembali dengan selamat.

Tim Khusus bertemu di pelabuhan Nampo, mereka berenang ke tengga lautan untuk menunggu kapal selam yang akan membawa mereka kembali. Moo Yul yang terluka parah dibawa Jin Pyo. Kapal selam telah tiba, anggota lain segera menuju ke atas dek. Salah satu anggota berhasil menaiki namun tanpa disangkat prajurit Korsel (sniper) yang keluar dari kapal selam menembaki mereka.
Jin Pyo dan Moo Yul syok. Jin Pyo mencoba untuk berteriak kepada si penembak bahwa mereka adalah pihak Korsel, dan kenapa mereka ditembaki? Sudah jelas, ke lima petinggi Korsel sudah mengambil keputusan untuk menghilangkan bukti. Sigh.

Saat sniper mengarahkan tembakan kepada mereka, Moo Yul langsung menghalangi tubuh Jin Pyo. Moo Yul tertembak demi melindungi Jin Pyo. Disaat terakhir Moo Yul berusaha keras untuk menahan Jin Pyo tetap di bawah air. Kapal selam pergi, Moo Yul berpesan untuk menjaga anak dan istrinya.
Betapa marahnya Jin Pyo kepada pihak Korsel, negaranya sendiri yang telah mengkhianatinya.

Eun Chang mendapat kebar bahwa ke 21 prajurit khusus telah tewas. Sepertinya Eun Chang tidak memiliki pilihan banyak untuk menuruti kehendak anggota lainnya. Eun Chang merasa bersalah. Salah satu petinggi memberitahu kepada Eun Chang bahwa semua dokumen telah dimusnahkan. Identitas mereka telah dihancurkan.
“Mulai sekarang, kita berlima harus melupakan kejadian ini” ujar salah satu pejabat.

Meski demikian Eun Chang tidak bisa tenang. Tiba-tiba Jin Pyo muncul dihadapan Eun Chang dengan sebilah pisau di leher Eun Chang.
“Sepertinya kau mengkhianati hati nuranimu” ucap Jin Pyo dengan kemarahan yang teramat sangat.
“Maafkan aku” ucap lirih Eun Chang.
“Maaf? 21 didepan aku ditembak mati! Aku pikir mereka datang untuk menyelamatkan kami!”
Eun Chang beralasan dia harus menyelamatkan hubungan dengan para sekutu dalam program nuklir dan sebagai gantinya harus melenyapkan tim khusus demi menjaga hubungan baik dengan Korut. Itulah politik!
“hanya demi sebuah politik? Kau tahu kami rela mati demi bangsa namun kami tidak sudi mati demi politik yang hidup demi kekuasaan!”
Eun Chang meminta Jin Pyo untuk membunuhnya. Namun mendadak seseorang mengetuk pintu ruangan dan memotong rencana Jin Pyo untuk membunuh Eun Chang.

Saat Eun Chang kembali, Jin Pyo telah pergi tapi meninggalkan catatan dengan sebilah pisau yang menancap. Mung Chul akan kembali dan mereka semua harus membayar semua apa yang telah mereka lakukan.

Di luar rumah, istri Moo Yul sedang menggendong anaknya. saat ia berniat untuk menjemur kain, ia meletakkan bayinya di tempat tidur luar. Jin Pyo yang rupanya memperhatikannya dari jauh segera mengambil anak Moo Yul.
Istri Moo Yul merasa ada yang aneh, ia lalu melihat bayinya namun sayang bayinya telah hilang, ia panic setelah membaca pesan yang tertinggal di tempat tidur, istri Moo Yul  menanggis tak karuan mencari disegala arah. setelah membawa pesan Mung Chul bahwa dia membawa anaknya pergi.
Moo Yul telah mati, aku membawa anaknya dan menjaganya. Jangan pikirkan anak ini, hiduplah bahagia. Mulailah dari awal.

Jin Pyo jelas pergi ke luar Korea Selatan dengan menumpang kapal yang membawa imigran gelap. Lee Yoon Sung, nama anak Moo Yul menanggis terus. Seorang wanita Thailand yang kasihan mencaba menenangkan Lee Yoon Sung kecil.

Jin Pyo dihadapan foto Moo Yul dan istrinya, ia pun memberikan nama anaknya dengan nama Lee Min Ho eh Lee Yoon Sung. 🙂
Aku akan membawa dia dan akan membalas dendam kepada mereka oleh karena itu aku harus bertahan, janji Moo Yul

-10 tahun kemudian di pedalam Thailand-
Jin Pyo dan Yoon Sung kecil hidup. Membentuk sebuah masyarakat yang penopang hidup mereka bercocok tanam tanaman opium. (ini jenis narkoba juga). bentuknya serbuk, kalau pakai ini bisa kecanduan.

Jin Pyo yang sedang menaiki gajah mendapati laporan bahwa ada anak buahnya yang menjualkan barang2 mereka secara ilegal. Jin Pyo terlihat sangat marah.
“Aku sudah mengatakan padamu, kau boleh menjualnya dimanapun tapi jangan ke korea” kata Jin Pyo lalu menembak pria itu tanpa ampun. sedangkan anak2 buahnya sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Jin Pyo.

 

Sementara itu Yoon Sung belajar menembak dari seorang pria asing. pria itu memberikan pengarahan pada Yoon Sung kecil bagaiaman menembak dengan tepat.
Jin Pyo datang menghampiri mereka, ia mengajarkan pelatihan yang keras kepada Yoon Sung kecil. (mian kalo gambar diatas kurang etis, hanya saja ini khusus 21 tahun keatas, bagi anak-anak yang membaca tolong diarahkan bahwa ini hanya plot drama).
Yoon Sung kecil belajar menembak, dan memamerkan kepada ayahnya, kini Jin Pyo dianggap ayah oleh Yoon Sung. Namun Jin Pyo tidak puas karena Yoon Sung tidak menembak di daerah vital.

Jin Pyo pun menyuruh Yoon Sung untuk berlatih keras hingga tangan-tangannya terluka. Jin Pyo terus menyuruh Yoon Sung untuk tidak berhenti. Yoon Sung dibebankan sebuah misi kelak.

Yoon Sung menyelinap kekamar ayahnya, Jin Pyo dan mengambil gambar yang berisi ayah dan ibunya yang sebenarnya. Ibu, gumam Yoon Sung. Jin Pyo datang dam meminta gambarnya. Yoon Sung sedih dan bertanya apakah itu ibunya? Jin Pyo hanya diam sambil memandang foto tersebut. Bukankah sudah kubilang dia sudah mati! Lupakan dia! Perintahnya lantas merobek-robek gambar tersebut

Yoon Sung berlari dan menanggis. Dan bertemu dengan wanita Thailand dulu yang kini mengasuhnya, dia sedang menidurkan anaknya. Ibu asuhnya memanggil Yoon Sung dengan Poo Chai. Yoon Sung mendekat dan langsung tertidur dipangkuannya.

=7 tahun kemudian=
Yoon Sung kini berumur 17 tahun. Dan tetap menjalani kehidupannya jauh dari keramaian. Jin Pyo mencari Poo Chai namun nihil.

Poo Chai rupanya tengah asik menikmati kota sambil naik sampan. Menggoda para gadis, mengambil tanpa ijin apel dari pedagang. Kota ini seperti salah satu kota di Indonesia di mana para pedagang dan pembeli naik sampan. Lupa apa namanya, kalo tidak salah ada disalah satu Kalimantan.haha.

Saat berjalan-jalan Poo Chai mendengar teriakan dari seorang pria yang sedang disiksa penagih hutang. Dengan ketangkasannya, Poo Chai melempar apel dari jarah lumayan jauh melewati jendela dan mengenai tepat pemimpin penagih hutang tersebut. Tidak puas sekali, Poo Chai melakukannya lagi. Puas, Poo Chai pun berlari dan di kejar oleh kelompok tersebut.


Dengan gerakan lincahnya Poo Chai berusaha melarikan diri, dan akhirnya Poo Chai mengajak paman yang rupanya sama orang Korea tersebut untuk lari bersama. Poo Chai sepertinya malah senang. Memacu adrenalin bagi dia. Akhirnya Poo Chai berhasi lolos dengan menaiki sebuah kapal ala Thailand
(mianhe, mau capture gambar banyak hanya saja gerakan terlalu cepat, pokoknya mereka lari dan dikejar.)

Poo Chai kembali bersama ahjussi. Tentu saja Jin Pyo emosi dan menampar Poo Chai. Sudah aku bilang untuk tidak membawa orang dari luar kemari! Teriak Jin Pyo.
Poo Chai beralasan tidak bisa tidak menolonganya. Mung Chul bertanya apa yang bisa ahjusshi itu lakukan. Memasak, aku bisa memasak, ucap Bae Shik Joong nama asli ahjusshi tersebut.
Poo Chai makan dengan lahapnya, dan akhirny Shik Joong diterima oleh Mung Chul.
“Siapa dia?” Tanya Shik Joong.
“Ayahku” jawab Poo Chai dengan mulut penuh makanan. Shik Joong menelan ludah kaget.

Tiba-tiba Poo Chai mengambil sebuah foto seorang gadis dari kantong Shik Joong.
“Siapa ini? Anakmu?” mata Poo Chai berbinar-binar melihat gambar gadis tersebut.
“namanya Kim Na Na” ujar Shik Joong. Dan Poo Chai menduga dia bukan anaknya karena nama belakang mereka berbeda. Lantas ada hubungan apa Kim Na Na dengan Shik Joong?
Poo Chai enggan mengembalikan foto Kim Na Na dan tak jauh ibu asuh Poo Chai mengamati tingkah Poo Chai.

Poo chai tidur bersama dengan Shik Joong. Keesokan harinya Poo Chai latihan menembak. Shik Joong tak jauh dan menutup telinganya. Sedang beberapa orang mengamati Poo Chai lantas pergi seakan ada yang direncakan.
Jin Pyo mendatangi Poo Chai dan dengan memberi aba-aba ibu asuh Poo Chai dipaksa dan diikat pada sasaran tembak. Poo Chai terkejut tidak menyangka ayahnya tega berbuat begitu. Mung Chul marah karena suami ibu asuh Poo Chai telah kabur membawa obat-obatan.
“Peraturanku adalah tidak akan membiarkan lolos seorang pengkhianat!” teriak jin Pyo
“Jangan selalu berfikir untuk mendominasi yang lain. Cobalah untuk memperhatikan orang lain” pinta Poo Chai. “Cobalah untuk memaafkan ayah” bujuk Poo Chai,
Jin Pyo bersiap menembak ibu asuh Poo Chai namun dihalanginya.

“baiklah, biar aku yang menembak. Jika aku mampu mengenai sasaran aku minta maafkan dia” pinta Poo Chai.
Poo Chai dengan berkonsentrasi agar tidak meleset sasarannya. Lantas Poo Chai dengan percaya diri menembak semua target. Ibu asuhnya selamat. Poo Chai lega lantas melempar senajatanya.

Dia kesal dan pergi kekamarnya. Poo Chai lantas memandang foto Kim Na Na. Menembaki orang yang berharga bagi kita benar-benar tidak masuk akal bukan? Tanya Poo Chai kepada foto Kim Na Na. Poo Chai gelisah. Kau berada di tempat yang bernama Seoul bukan? Hidup bahagia.

Di kediaman Poo Chai, ternyata seorang pemberontak berusaha untuk membunuh Poo Chai yang sedang tidur. Ibu asuhnya berada di satu tempat dengan Poo Chai. Lantas Poo Chai yang mendengar suara senjata langsung terbangun, mengambil senjata dan membalikkan tempat tidurnya sambil menyelamatkan Shik Joong.
Dari kejauhan , Jin Pyo mendengar suara tembakan bertubi-tubi dari arah kediamannya.

Pemberontak mulai masuk dan mendapati Poo Chai yang tergeletak, pura-pura mati sebenarnya. Saat mereka lengah Poo Chai langsung menghajar mereka. Sungguh, teramat keren sekali! Poo Chai mulai bertarung dengan mereka tanpa senjata.

Poo Chai keluar dan langsung bersembunyi dibalik pilar saat pemberontak tersebut menembaki Poo Chai, namun na’as ibu asuh Poo Chai berlari kearah Poo Chai dan akhirnya terbunuh oleh tembakan para pemberontak. Poo Chai syok. Mung Chul datang dan langsung menghabisi para pemberontak namun sebagian berhasil melarikan diri.
Poo Chai yang tersunggungkur dihadapan ibu asuhnya mulai frustasi, dengan penuh emosi Poo Chai mengambil senjata dan berlari mengejar pimpinan pemberontak yang membunuh ibu asuhnya. Jin Pyo berusaha menghentikannya.

Poo Chai berlari dan menembaki mereka, namun diantara mereka tewas terkena ledakan granat. Poo Chai terus mengejar namun langkahnya langsung terhenti, saat dia merasakan Poo Chai telah menginjak granat!
Pemberontak kembali, Poo Chai langsung menembak ternyata pelurunya telah kosong. Merasa mendapat kesempatan, pemberontak balik bersiap menembak Poo Chai saat tiba-tiba Jin Pyo datang dan menembak tepat di kepala pemberontak tersebut.

Poo Chai tidak bergerak, Jin Pyo datang menolong Poo Chai. Jin Pyo dengan hati-hati menggunakan pisau menekan pelatuk granat, Poo Chai perlahan mengangkat kakinya. Namun sayang, ranjau darat tersebut lepas dan akhirnya meledak, Jin Pyo sempat menyelamatkan Poo Chai namun dia sendiri terluka parah.
Poo Chai panic, dan menggendong Jin Pyo kembali ke markas sambil memohon kepada ayahnya untuk bertahan.

Poo Chai menanggis memohon kepada tim dokter agar menyelamatkan ayahnya. Ditengah kesakitan Jin Pyo berusaha mengatakan sesuatu.
“Anakku, nyawamu lebih berharga daripada kaki” ucap Jin Pyo yang ternyata kehilangan kakinya.
Sedang tim dokter memaksa untuk segera operasi karena Jin Pyo kehilangan darah banyak. Tiba-tiba Jin Pyo meminta pisau dan menyuruh Poo Chai untuk mengambil peluru yang selama ini berada di dada Jin Pyo. Poo Chai memegang peluru tersebut.
“Sekarang dengarkan baik-baik, ini kisah ayahmu yang sebenarnya” terang Jin Pyo sambil menahan sakit. Poo Chai tersentak. Ayah yang sebenarnya?
“17 tahun yang lalu, 20 prajurit telah dikhianati oleh bangsanya sendiri. Ayahmu waktu itu terluka saat berjuang, untuk menyelamatku, dia rela ditembak”
Peluru yang mengenai jantung ayah Poo Chai lalu disimpan di dada Jin Pyo, untuk selalu mengingatkan peristiwa tersebut.
Poo Chai kini tahu kenapa selama ini dia dididik secara keras dan kejam! untuk membalas dendam.
“kau harus hidup untuk ayahmu” Jin Pyo jatuh pingsan. Poo Chai kembali panik dan meminta diselamatkan ayahnya.

Poo Chai terenung antara percaya dan rasa syok. Dia harus hilangan ibu asuhnya, mengetahui kenyataan pahit yang harus diterimana.
Sedang Jin Pyo yang kritis mengingau memohon kepada Mung Chul agar jangan mati dan meminta maaf kepada ibu Poo Chai.
Poo Chai memegang foto ayah ibunya yang sebanarnya yang telah disatukan karena dulu di sobek-sobek oleh jin Pyo. Poo Chai memandangnya.

Poo Chai menemui Jin Pyo dan bertanya siapa yang membunuh ayahnya yang sebenarnya?. Ada lima orang, jawab Jin Pyo. Lantas Poo Chai meminta Jin Pyo untuk pergi ketempat lain untuk memulai lagi dari awal dan hidup bahagia.
Jin Pyo hanya terdiam. Satu hal yang ingin aku tanyakan, ibu yang sebenarnya masih hidup bukan? tanya Poo Chai. Jin Pyo mengangguk dan menjawab dia masih hidup.

Poo Chai keluar dan bertemu dengan Shik Joong yang menunggui di luar kamar.
“Aku ingin mengubah diriku, ini adalah takdirku” ucap Poo Chai memutuskan untuk membalas dendam.

=7 tahun kemudian=

Poo Chai atau Yoon Sung dengan penampilan baru untuk pertama kali menginjakan kaki di Korea Selatan. Misi jelas. Jin Pyo menghubungi Yoon Sung.
“Sepertinya kau sudah sampai, orang pertama dari 5 orang yang harus kau cari adalah Lee Kyung Wan” ucap Jin Pyo jelas. Yoon Sung mengerti.
“Sekarang lupakan kehidupanmu di Amerika namun jangan kau lupakan kematian ayahmu!” Jin Pyo mengingatkan Yoon Sung.

Yoon Sung meminta berhenti pada sebuah menumen di tengah kota. Yoon Sung merasakan untuk pertama kali kembali kepada tanah kelahirannya. Tak jauh dari Yoon Sung berada, berdiri Kim Na Na yang sedang membagikan barang kepada pejalan kaki. Takdir keduanya akan segera dipertemukan.

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 16 – Final

Standar

Setelah memperlihatkan satu2nya ekornya di bawah cahaya bulan, Dae-woong bertanya pada Mi-ho, “Kalau begitu… kau masih sekarat?” Mi-ho menjawab kalau dia tidak bisa menghentikan keinginannya untuk menjadi manusia.

Dong-joo sedang sibuk memperhatikan lubang dalam gelas kaca ki yang sudah dia balik lagi. Dia melihat ketika hidup Mi-ho keluar, meninggalkan sedikit sekali sisa. Dong-joo meminta Mi-ho untuk menunggu sedikit lagi.

Dae-woong tidak percaya kalau Mi-ho masih sekarat. Setelah semua yang dia lakukan untuk melepaskannya pergi, dia masih sekarat. Mi-ho berkata kalau ini bukan hanya karena cinta – dia tidak mampu menghilangkan keinginan menjadi manusia, dan takut kalau di sisi Dae-woong, dia pasti sudah melakukan segalanya untuk tetap hidup dan bahkan menyerahkan seluruh hidupnya jika Mi-ho menderita. Setelah itu, Dae-woong bangkit dan meletakkan tangan Mi-ho di dadanya, “Kalau begitu ambil saja, ambil semuanya.”

Mi-ho menunduk, kaget, dan menjauh dari Dae-woong. Itu memperlakukan Mi-ho sama seperti apa yang tidak dia inginkan – sebagai monster! Dae-woong tidak peduli, dia akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan Mi-ho. Dae-woong berkata kalau Mi-ho adalah gumiho yang menakutkan dan dia adalah manusia yang berada di bawah sihir, jadi Mi-ho harus memainkan perannya dan mengambil nyawanya. Dae-woong menarik pergelangan tangan Mi-ho dan berteriak agar Mi-ho mengambil nyawanya.

Mi-ho bahkan tidak berani memandang mata Dae-woong ketika dia melangkah pergi. Mi-ho berkata kalau Dae-woong adalah manusia yang sangat tidak dewasa dan dia akan kembali lagi nanti dan benar2 mengambil nyawa Dae-woong. Mi-ho meninggalkan Dae-woong dengan ancaman mati setengah hati.

Mi-ho kembali ke Dong-joo dan mengaku untuk memindahkan manik2nya saja. Dong-joo terperanjat pada kenyataan itu bahwa sejak saat Mi-ho datang padanya, Mi-ho sudah menyerah. Mi-ho tidak bisa menjadi manusia ataupun setengah manusia seperti dirinya. Jadi inilah jangkauan yang bisa dia lakukan untuk melindungi Dae-woong. Mi-ho meminta Dong-joo untuk mengembalikan manik2 itu pada Dae-woong dan berbohong padanya, jadi Dae-woong akan mengambilnya kembali.

Dong-joo bertemu dengan Dae-woong di atap sebuah gedung dan berbohong padanya – jika Dae-woong mengambil kembali manik2 itu dan mengisinya dengan sisa ki-nya, Dong-joo akan membunuh Dae-woong pada akhir hari ke-100 dan mengembalikan manik2 itu pada Mi-ho lagi untuk menyelamatkannya. Dong-joo mulai berkata kalau dia mengerti bila Dae-woong ragu.

Dan Dae-woong lalu menelan manik2 Mi-ho dalam sekali tegukan. Tanpa rasa takut, dia meminta Dong-joo untuk datang membunuhnya dan memastikan agar Dong-joo mengembalikan manik2 itu pada Mi-ho dengan selamat. Ketika Dae-woong pergi, Mi-ho muncul dan telah menyaksikan kejadian tadi secara utuh. Dong-joo bingung oleh keteguhan pendirian Dae-woong yang mau menyerahkan hidupnya untuk Mi-ho.

Mi-ho menghampiri Dong-joo sambil tersenyum tapi kemudian dia tetap saja bersikap bodoh dengan mengatakan kalau mereka harus pergi jauh dan tidak boleh muncul lagi dihadapan Dae-woong. Sedangkan, Dae-woong menyiapkan dirinya untuk menyerahkan hidupnya pada Mi-ho sedangkan Mi-ho bersiap-siap pergi. Dae-woong menangis ketika dia ingat dia tidak mampu ada disana untuk Mi-ho tapi dia puas karena mampu melindungi Mi-ho dengan nyawanya. Dong-joo memandangi Dae-woong dari jauh dan takjub pada pengorbanan yang dilakukannya.

Dong-joo muncul di bandara untuk bertemu dengan Mi-ho dan dia bertanya untuk yang terakhir kalinya apakah ini yang Mi-ho benar inginkan. Dong-joo mengatakan kalau dia berpikir cinta adalah melakukan apa yang orang lain inginkan, tapi kemudian menyesalinya selama seribu tahun. Dia bersumpah untuk tidak membuat kesalahan itu lagi, tapi kali ini, dia mengingat kembali langkah2nya. Jadi dia melakukan satu2nya hal yang bisa dia lakukan untuk melindungi Mi-ho, sebab seandainya dia memberikan nyawanya sendiri, itu tetap tidak akan menyelamatkan Mi-ho.

Dong-joo mengatakan yang sebenarnya pada Dae-woong dan mata Mi-ho berlinang air mata ketika Dong-joo mengakui kalau cinta mereka adalah cinta sejati. Mi-ho lalu berkata, “Kenapa kau melakukan itu? Kau kejam. Aku benci padamu. Tapi… terima kasih.” Dong-joo mengatakan kalau dia bukan orang yang akan bersama di sisi Mi-ho sampai akhir. Tapi, orang itu ada disana. Dae-woong berlari ke bandara dan Dong-joo meminta Mi-ho untuk menemuinya dan menyerahkan mereka pada takdir. Mi-ho menghampiri Dae-woong.

Dae-woong: Kau benar-benar… gumiho yang mengerikan sekali. Kau menyihir manusia dengan sihirnya dan mengambi ki-nya dan sekarang kau mencabik-cabik hatinya, kau gumiho yang menakutkan!
Mi-ho: Aku minta maaf. Tapi meskipun bersamaku mengerikan dan menakutkan, bisakah aku berada di sisimu?

Dae-woong memeluk Mi-ho dan Mi-ho membiarkan dirinya menangis di tangan Dae-woong. Di kuil, Biksu menjelaskan lukisan itu pada sekelompok wanita. Biksu itu menceritakan janji yang dibuat Nenek Moyang Kuil Samshin pada gumiho: jika gumiho menemukan suami yang mau memberikan hidupnya untuk sang gumiho, Nenek Samshin akan membiarkannya hidup di dunia ini. Salah satu wanita itu berbalik dan bergumam pada dirinya kalau janji adalah janji.

Nenek Moyang dari Kuil Samshin muncul dihadapan Dong-joo. Dia bertanya pada Dong-joo apa yang menurut Dong-joo benar: ‘Aku minta maaf’ (kata2 terakhir Gil-dal) atau ‘Terima kasih’ (Kata2 terakhir Mi-ho). Dong-joo tersenyum ketika dia menyadari siapa wanita itu dan berkata kalau ‘terima kasih’ adalah jawaban paling benar. Nenek tersenyum pada Dong-joo ketika dia berkata kalau Dong-joo baik2 saja jika begitu.

Dae-woong dan Mi-ho berjalan berpegangan tangan, tapi kebahagiaan mereka lenyap ketika mereka berjalan melewati pasangan yang sudah tua sebab mereka tahu mereka tidak akan sampai sejauh itu. Mereka saling berkata, “Sekarang, bersama denganmu – adalah kebahagiaan terbesar!” Mereka kembali ke loteng dan makan bersama. Dae-woong mencoba memaksa Mi-ho untuk makan kimchi, yang tidak disukainya, tapi Dae-woong mengatakan kalau Mi-ho harus makan kimchi kalau dia orang Korea. Mi-ho meminta sebuah ciuman di pipi jika dia memakan kimchi itu tapi Dae-woong malah menawarkan sebuah ciuman di bibir! Jadi, Mi-ho berencana untuk memakan semua kimchi di meja!!!

Mi-ho menunjukkan tea set yang dia beli sebagai hadiah pernikahan Bibi Min-sook. Dae-woong memuji Mi-ho karena tahu selera bibinya. Mi-ho bertanya-tanya apakah hadiah ini tidak tepat untuk sutradara Ban tapi Dae-woong mengatakan kalau lebih baik pria mencocokkan seleranya dengan selera istrinya. Mereka bertanya-tanya apakah mereka harus membeli satu set yang sama untuk mereka berdua tapi kemudian mereka menyadari fakta menyakitkan kalau mereka tidak akan pernah menikah dan pergi ke Cina. Mi-ho membuat alasan kalau tea set itu sangat mudah pecah dan mereka memutuskan untuk membeli yang tidak mudah pecah. Dae-woong setuju, “Ayo cari yang tidak mudah pecah!”

Ini adalah hari pernikahan bibi Min-sook dan ketika pengantin wanita khawatir pada kebiasaan kentutnya, sutradara Ban muncul dengan tampilan biasanya – jas plus kaca mata! Tapi untungnya Dae-woong ikut campur dan membantunya menghilangkan gugupnya dengan memanggilnya paman.

Pernikahan mulai dan ini adalah saat terbaik bagi pengantin wanita dan pria. Tapi di samping itu, ini juga hal terbaik buat pendamping pengantin. Soalnya Mi-ho dan Dae-woong saling lirik. Nenek Moyang dari Kuil Samshin muncul diantara kerumunan dan melihat Dae-woong serta Mi-ho dengan tatapn mengutuk dan khawatir. Ketika kakek melepaskan Min-sook, Bibi tiba2 saja terpeleset dan Doo-hong menangkapnya lalu bertanya apakah bayinya baik2 saja. Kakek gembira dan semua orang bersorak.

Setelah pernikahan, Mi-ho berkeliling dan berhenti ketika melihat pasangan pengantin yang mengenakan pakaian tradisional Hanbok. Dia mengingat penantiannya yang sepi lima ratus tahun yang lalu. Dae-woong bertanya apakah dia menyesal tidak menemukan pasangannya, tapi Mi-ho tentu tidak menyesali apa2 sebab dia terjebak dalam lukisan itu lalu bertemu dengan Dae-woong.

Tahu seberapa besar Mi-ho selalu ingin jadi penganti, Dae-woong menarik tangan Mi-ho dan mengajaknya mencari merah pipi (yang dibentuk bulat) lalu mereka berfoto bersama untuk merayakannya. Berikutnya, Mi-ho meletakkan foto itu di album ketika dia mengumumkan pada dunia, “Dalam lima ratus tahun, aku akhirnya menemukan pengantin pria-ku. Karena dia sangat sangat sangat sangat sangat mencintaiku, dia mau memberiku segalanya. Aku telah menemukannya.”

Hari ke seratus yang penting itu akhrinya tiba. Dae-woong mengatakan pada dirinya kalau dia tidak akan menghitung waktu atau menangis dan bahwa dia akan menghabiskan hari terakhir dengan Mi-ho dengan bahagia. Dae-woong menelan kesedihannya dan memasang wajah tegar. Dae-woong keluar dan bertanya pada Mi-ho apakah dia ingin pergi ke suatu tempat. Mi-ho bertanya apakah Dae-woong tidak lelah sebab dia sudah tidak tidur selama beberapa hari. Mi-ho mengeluarkan lotion yang Dae-woong belikan untuknya dan mengoleskan di wajah Dae-woong.

Mereka bertanya-tanya apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka berpikir untuk melakukan kembali kencan pertama mereka yaitu menonton film… kecuali yang Dae-woong miliki hanyalah hari untuk masa depan. Mereka memutuskan untuk menemui ajumma toko ayam tapi dia sedang pergi ke desa, jadi dia tidak akan kembali sampai besok.

Dae-woong bertanya-tanya kenapa semua orang (bahkan bibi Min-sook dan kakek) pergi sampai besok? Mi-ho akhirnya mengatakan kalimat itu keras2: “Besok… aku tidak akan ada disini!” Mereka memutuskan untuk pergi ke pancuran yang Mi-ho sukai, hanya saja, ketika mereka tiba disana, pancuran itu sedang diperbaiki sampai… besok. Mi-ho berkata kalau hal itu tidak apa tapi hal ini cukup membuat Dae-woong putus asa. Dia mulai gemetaran waktu berkata kalau harus hari ini lalu dia berjalan pergi dengan marah.

Dengan punggung dibalik jadi Mi-ho tidak akan bisa melihat, Dae-woong menangis. Mi-ho memandangi Dae-woong, tahu bahwa dia hanya memasang wajah tegar demi dirinya. Dae-woong menghapus air matanya lalu berbalik, tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Mi-ho. Mereka pulang ke rumah dan menyalakan kembang api dan Mi-ho bersinar karena gembira. Mereka menghabiskan sisa malam mereka di gym, sebab disanalah tempat dimana Dae-woong melihat diri Mi-ho yang sebenarnya untuk pertama kalinya.

Mi-ho: Apa kau benar-benar takut waktu itu?
Dae-woong: Ya. Tapi dibandingkan dulu, aku seratus kali lebih takut sekarang.

Dae-woong memegang tangan Mi-ho. Selanjutnya, Mi-ho menutup mata Dae-woong ketika Dae-woong mulai menangis. Air mata mulai meluncur, Mi-ho meminta Dae-woong untuk memikirkannya sebagai mimpi sejak pertama kali dia muncul. Dengan cara begitu, ketika Dae-woong membuka matanya, rasanya tidak akan sakit. Mereka menangis, dimana Mi-ho masih menutup mata Dae-woong untuk mencegahnya melihat dirinya menghilang.

Dae-woong: Jangan pergi.
Mi-ho: Lupakan semua yang menakutkan. Dan ingatlah aku sebagai mimpi yang benar-benar indah.

Setelah itu, Mi-ho mencium Dae-woong dan ekor Mi-ho mencuat di bawah cahaya bulan. Ekornya menghilang ketika butir pasir terakhir menetes di gelas waktu dan hanya seperti itu saja, Mi-ho menghilang. Dae-woong membuka matanya dan melihat kalau Mi-ho sudah pergi. Dan air mata sedihnya berubah menjadi amarah ketika dia berkata pada dirinya, “Sebuah mimpi? Ketika aku membuka mataku, rasanya tidak akan sakit?! Rasanya sakit sekali… bagaimana bisa kau hanya mimpi?!”

Dae-woong jatuh ke tanah dan terisak. Kembali ke Kuil, Nenek Moyang Samshin sudah kembali ke dalam lukisan. Dae-woong bangun keesokan harinya di gym dan menyesali dirinya karena sudah tidur dengan posisi seperti itu. Dia sadar kalau Mi-ho sudah pergi dan meninggalkannya sendiri disana dan Dae-woong menolak untuk membiarkannya pergi dengan cara seperti itu. Dia berlari ketika berkata:

Dae-woong: Mi-ho, kau pasti menangis, tapi tidak hujan lagi bila kau menangis. Tidak peduli betapa sedihnya kau, aku tidak tahu cara mengetahuinya… sebab kau tidak disini lagi. Mi-ho sudah pergi. Mi-ho sudah pergi. Mi-ho sudah pergi.

Dae-woong meneriakkan nama Mi-ho untuk yang terakhir kalinya. Dan kemudian dia berdiri di jalan truk yang sedang melaju. Dia berbaring di jalan masih sadar ketika dia mulai menangis. Hari mulai hujan dan Dae-woong memegang dadanya, gembira karena Mi-ho masih disana, di suatu tempat di jagat raya ini.

Dong-joo dan Nenek Samshin duduk di taman dan Dong-joo bertanya apa yang akan Nenek lakukan pada Mi-ho. Nenek berkata kalau dia tidak bisa mengembalikan gumiho yang sudah kehilangan sembilan ekornya dan memberikan ki-nya pada manusia tapi kemudian berkata lagi kalau mereka menunggu, mungkin surga akan ikut campur.

Beberapa bulan kemudian, film Dae-woong keluar dan menjadi best seller dan membuat dia serta Hye-in menjadi bintang. Bibi Min-sook sudah punya bayi dan Sun-nyeo serta Byung-soo berkencan. Dae-woong menjadi cover sebuah majalah dan Hye-in syuting iklan dengan… Hong-ki! Yep ada Hong-ki!!!! Dia disini sebagai Jeremy, mewakili A.N.Jell!!!

Sun-nyeo tahu kalau Hye-in naksir Jeremy dan jadi dia meminta Hye-in untuk melupakan ego-nya dan melakukan sesuatu. Kalau tidak, Hye-in akan berakhir seperti apa yang dia lakukan pada Dae-woong. Hal itu cukup untuk membuat Hye-in ketakutan jadi dia menelan harga dirinya dan melakukan taktik Mi-ho: “Aku sangat sangat sangat menyukaimu!” Lengkap dengan gerakan tangannya! Haha

Byung-soo juga muncul dengan film-nya sendiri. Dia menunjukkan pada Dae-woong naskah yang dia tulis sendiri – idenya sendiri – yaitu kisah cinta antara manusia dan hantu. Dae-woong mengatakan kalau seharusnya itu gumiho tapi Byung-soo membalas kalau gumiho terlalu sulit karena perlu special efek untuk ekor-nya yang sembilan itu. Jadi dia menggunakan hantu saja!

Dong-joo muncul di lokasi syuting dan Dae-woong senang melihatnya. Dia masih saja gaya-gayaan sebab dia adalah Dae-woong. Tapi mereka sangat bersahabat ketika bertemu. Dong-joo adalah professor sekarang sebab telah memutuskan untuk hidup diantara manusia. Dia bertanya apa Dae-woong masih menunggu. Dae-woong memegang dadanya dan mengatakan kalau tentu saja dia masih menunggu sebab Mi-ho belum pergi kemana-mana.

Dong-joo mengatakan kalau hari ini akan ada gerhana. Dong-joo berkata, “Matahari dan Bulan – mereka tidak bisa bersama-sama dalam satu tempat. Tapi mereka melanggar aturan itu dan muncul bersama-sama dalam gerhana…” Dong-joo mengatakan kalau gerhana itu akan muncul hari ini, pada hari dimana surga menjadi liar. Benar saja, gerhana mulai muncul dan hp Dae-woong mulai berdering. Hanya saja, dia sadar kalau itu bukan hp nya tapi hp Mi-ho. Dia menjawabnya dan Mi-ho ternyata memakai gerhana untuk bicara dengannya.

Dae-woong berlari mencari Mi-ho dan bertanya dia dimana tapi Mi-ho hanya menjawab kalau dia sedang memerhatikan Dae-woong dan bahwa dia sangat dekat dengan Dae-woong. Gerhana lewat dan koneksi mereka menghilang. Dae-woong menangis dan bertanya dengan marah apakah hanya begitu saja. Dia berpikir kalau seharusnya surga berubah liar – tidakkah itu berarti Mi-ho akan kembali padanya?

Dae-woong menangis karena tidak percaya dan tiba2 saja dari kejauhan, dia mendengarkan suara Mi-ho: “Woong…” Dae-woong melihat dan Mi-ho ternyatasedang berdiri disana, memanggil namanya. Dae-woong mendekat, sebab dia tidak tahu apakah dia sedang berhalusinasi dan menyentuh wajah Mi-ho untuk memastikan. Mi-ho menangis pada sentuhan ini. Dae-woong bertanya apa Mi-ho hantu dan Mi-ho akan menjawab tapi Dae-woong sudah memeluknya dan berkata tidak masalah.

Dae-woong: Tidak masalah jika kau hantu atau gumiho atau manusia. Tidak masalah. Sudah cukup kau ada di depanku. Jika kau kembali, rasanya sudah cukup.

Malam itu, mereka kembali ke loteng dan duduk di bawah cahaya bulan. Mi-ho bertanya apakah Dae-woong tidak penasaran apakah dia kembali sebagai manusia atau gumiho. Dae-woong berkata kalau itu tidak masalah tapi dia penasaran. Mi-ho: “Bulan tidak muncul dan semuanya. Haruskah kita berkeliling berhoi-hoi dan mencari tahu?”

Dae-woong senang melihat kalau Mi-ho tidak punya ekor yang membuat Mi-ho kesal karena itu artinya Dae-woong tidak baik2 saja bila dia gumiho. Mi-ho mengaku kalau dia masih punya satu ekor yang dia lingkarkan di pinggang Dae-woong. Mereka berbaring ketika Dae-woong berkata: “Seperti yang selalu, pacarku, dia masih saja… seekor rubah!”

The end.

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 15

Standar

Jadi disinilah kita, satu bulan setelah putus. Mi-ho masih hidup dengan kondisi sehat dan memakai nama Park Sun-joo. Setelah kepulangannya ke Korea dari lokasi syuting di Cina, Dae-woong melihat kalau Dong-joo telah menutup kantornya dan mengira kalau Dong-joo dan Mi-ho telah pindah bersama.

Dae-woong bereaksi waktu nama seorang pelayan kafe dipanggil – Park Sun-joo, siapa lagi? – tapi ternyata dia wanita lain. Sambil menggeleng kepalanya, dia mengingatkan dirinya bahwa tidak ada alasan bagi Mi-ho untuk tetap berada di Korea, dan tepat saat itulah Mi-ho berjalan di belakang Dae-woong.

Namanya dipanggil juga (Park Sun-joo) dan lagi2 Dae-woong mencarinya. Pandangan Dae-woong dihalangi oleh sebuah taksi dan seseorang, jadi dia menebak dengan kecewa kalau Park Sun-joo adalah nama biasa. Dae-woong berjalan ketika taksi Mi-ho lewat di sampingnya, dia tidak sadar pada keberadaan Mi-ho di dalam taksi itu.

Dae-woong kembali ke loteng sekolah laga yang tetap tidak tersentuh sejak dia pergi. Melihat kenang2an semasa mereka bersama masih disana, Dae-woong mengatakan pada dirinya sendiri kalau merupakan hal bagus bila Mi-ho meninggalkan segalanya. Di sisi lain, Mi-ho bertemu dengan Dong-joo untuk mengurus beberapa urusan untuk keperluan pernikahan mereka yang akan datang. Tapi Mi-ho tidak menunjukkan kegembiraan pada hari besar itu dan menyerahkan semua keputusan pada Dong-joo.

Dong-joo ingin memilih semuanya berdasarkan selera Mi-ho tapi Mi-ho meminta Dong-joo untuk memilih segalanya, mulai dari makanan yang mereka pesan hingga pakaian yang akan Mi-ho kenakan. Dong-joo meminta Mi-ho untuk memastikan mengundang Dae-woong ke pernikahan itu, jadi Dae-woong bisa melihat kalau Mi-ho baik2 saja. Jika Mi-ho bisa dijamin bahwa Dae-woong baik2 saja, hal itu akan membantunya melupakan Dae-woong dan melanjutkan hidupnya sendiri. Dong-joo mengatakan kalimat terakhirnya seolah-olah dia sedang mencoba meyakinkan dirinya; dan bukan rahasia lagi kalau Mi-ho telah kehilangan cahayanya sejak meninggalkan Dae-woong.

Dong-joo, setidaknya, sudah mengaku apa arti ekor Mi-ho yang menghilang dan bahwa tetap kehilangan ekor itu mengindikasikan kalau darah Dong-joo terus membunuh Mi-ho. Selama ini, Dong-joo tetap berharap bahwa jika Mi-ho mampu melupakan Dae-woong dan menerima dirinya sebagai makhluk berdarah campur seperti Dong-joo, maka sisi gumiho Mi-ho akan menguat dan Mi-ho akan menghentikan proses pemusnahan. Akan tetapi, hingga sekarang hal tsb tidak terjadi dan Dong-joo mengatakan dengan prihatin kalau kematian lainnya akan terjadi malam ini. Jika ekor yang ini mati juga, Mi-ho hanya akan punya satu.

Mi-ho tidak yakin apakah dia sudah cukup melupakan Dae-woong untuk menghentikan prose situ tapi dalam beberapa hal, mereka akan tahu malam ini. Tapi mengejutkan juga karena Mi-ho telah memindahkan manik2 serigalanya. Mi-ho mengendap-endap ke apartemen Dong-joo dan mengeluarkan sebuah botol kecil dari tempat persembunyiannya. Mi-ho berkata, “Aku tidak bisa berhenti – aku akan menghilang. Hal bagus bila aku mengeluarkan manik2 yang berisi hidup Dae-woong, sebab ini tidak akan menghilang.” Rasanya menyakitkan sekali bahwa Mi-ho lebih baik mati daripada hidup bukan sebagai manusia!

Dae-woong mengajak Ddoong-ja jalan2 dimana mereka berhenti sebentar di sebuah toko untuk membeli minuman. Dia meninggalkan anjingnya di luar di depan toko, yang menderap untuk bertemu seseorang di kejauhan. Itu Mi-ho! Ini adalah acara rutin mereka karena Mi-ho sering bertemu anjing itu setiap kali bibi Min-sook mengajaknya jalan2 tentu saja tanpa sepengetahuan Min-sook. Mi-ho berbincang dengan Ddoong-ja untuk beberapa saat, lalu beranjak pergi sebelum pemiliknya datang.

Dae-woong muncul dari toko sesaat setelah Mi-ho pergi, jadi mereka tidak saling bertemu tapi Ddoong-ja menggonggong dan menolak untuk menuruti perintah Dae-woong. Malahan, anjing itu berlari. Dan ini, menuntun Dae-woong tepat pada Mi-ho. Mereka tetap bersikap seolah-olah mereka melakukan semua ini untuk kepentingan bersama.

Mi-ho menjelaskan keberadaannya di Korea dengan mengatakan bahwa dia mempunyai beberapa hal untuk diurus sebelum pergi. Dae-woong bertanya apakah Mi-ho sudah berhenti berharap untuk bisa menjadi manusia dan berencana untuk hidup seperti Dong-joo, dan Mi-ho berkata iya. Mi-ho memberikan sekotak kebohongan pada Dae-woong tentang bagaimana dia hidup nyaman di sekitar orang yang tidak tahu dia itu sebenarnya apa, dan bagaimana Dong-joo memberikan banyak bantuan. Faktanya, Mi-ho suka semua hal yang seperti sekarang ini.

Mi-ho mengeluarkan undangan dan menyerahkannya, meminta Dae-woong bahwa dia bisa mendapatkan jaminan kalau dia (Mi-ho) baik2 saja dan tidak harus merasa bersalah. Dae-woong memandangi kertas itu lalu menyerahkannya kembali sambil berkata dia tidak memerlukannya. Dan ternyata Mi-ho memberikan voucher kosmetik pada Dae-woong! Mi-ho meraba-raba dompetnya untuk mencari amplop yang tepat, tapi Dae-woong menyadari kalau anjingnya telah berkelana dan mulai mencarinya. Untungnya sebuah telpon pada kakek bisa memberikan kepastian kalau Ddoong-ja sudah menemukan jalan pulang ke rumah.

Akan tetapi, Dae-woong merasa aneh bahwa Mi-ho tidak bisa mencium bau Ddoong-ja atau mendengarkan pembicaraan telpon dengan kakek. Berpikir kalau ini artinya Mi-ho semakin sekarat, Dae-woong bertanya apakah kekuatan Mi-ho begitu lemahnya sekarang. Mi-ho membuat alasan bahwa dia secara sengaja menyembunyikan kemampuannya untuk berbaur dengan masyarakat. Tapi Dae-woong tahu yang sebenarnya dan kaget pada tanda2 kekuatan Mi-ho yang menurun. Mi-ho bahkan tidak bisa membebaskan diri dari genggaman Dae-woong waktu dia memegang balik Mi-ho dan meminta Mi-ho untuk menggoyang dirinya untuk membuktikan kalau Mi-ho hanya berpura-pura soal kekuatannya.

Mi-ho dengan tajam mengatakan bahwa dia memilih untuk tidak melakukannya, jadi orang2 tidak akan memanggilnya monster seperti yang Dae-woong lakukan, dan pegangan Dae-woong mengendur pada ingatan itu. Mi-ho menggunakan nada menyakitkan untuk membuat Dae-woong tidak bertanya lagi dan pergi dari sana. Tapi dengan kecurigaan yang sudah sangat tinggi, sekarang Dae-woong dipaksa untuk mencari tahu berapa banyak ekor yang masih dimiliki Mi-ho, dan memutuskan untuk tetap menempel Mi-ho sampai dia bisa memeriksanya pada malam hari.

Di sisi lain. Sutradara Ban harus bersikap manis pada Min-sook untuk merayu Min-sook agar tidak dongkol lagi sebab Ban Doo-hong sedang merencanakan pernikahan mereka berdekatan dengan jadwal syuting. Min-sook merasa terluka pada pertunangan mereka yang tergesa-gesa, tapi buang2 waktu adalah pertimbangan yang besar sebab Min-sook sedang hamil. Caranya memenangkan hati Min-sook: Doo-hong mengatakan kalau setelah bertemu dengan Min-sook, kegiatan favoritnya sudah dihilangkan (yaitu minum kopi) sebab, “Kau mengisi kekosongan di dalam sini, kau adalah kopi cinta!”

Untuk memastikan Dae-woong menerima undangan pernikahan Mi-ho, Dong-joo memberikannya pada Hye-in, yang sebaliknya malah menipu Sun-nyeo dan Byung-soo dengan hal itu. Mereka berdua sangat kaget sebab mereka mengira bahwa pasangan itu akan memperbaiki semuanya dan kembali bersama.

Mereka bertanya-tanya atas keterlibatan Hye-in dalam masalah ini, tapi Hye-in mendesah di depan mereka berdua untuk melupakan itu; benar2 tidak bisa dipercaya bahwa mereka lebih memilih membiarkan semua ini berjalan begini. Secara alami, hal ini memicu rasa penasaran Byung-soo dan Sun-nyeo dan mereka membayangakn skenario yang mungkin. Seperti… Dae-woong menghancurkan pernikahan itu untuk menarik Mi-ho dan meninggalkan Dong-joo sendirian di altar.

Tapi mereka ingat bahwa Hye-in mengatakan bahwa cerita itu begitu sangat tidak dapat dipercaya, jadi mereka membayangkan ulang adegannya… hanya saja kali ini Dae-woong malah menarik Dong-joo keluar! Hehehe. Tapi tidak, mereka yakin Dae-woong tidak berputar menjadi pria seperti itu. Jadi skenario ketiga mengharuskan Dae-woong untuk menerobos masuk ke pernikahan itu untuk mengentikannya… sebab mereka bertiga adalah saudara! Bersama, mereka harus bersatu untuk membalas musuh ortu mereka! Aneh!

Dae-woong tetap mengikuti Mi-ho dengan memakai berbagai alasan untuk menghabiskan waktu selagi dia menunggu munculnya bulan. Bersikeras untuk makan daging bersama, Dae-woong punya dua alasan: yang pertama adalah untuk melewatkan waktu, tapi juga untuk mengingatkan Mi-ho hal2 yang dia sukai dan untuk mengetes kebohongannya.

Mi-ho menolak kegiatan ini dengan mengatakan kalau mereka tidak punya hubungan apa2 lagi sekarang. Dae-woong setuju, mengatakan bahwa dia bahkan tidak tahu apa nama belakang Mi-ho sekarang, yang mengacu ke perubahan ekor Mi-ho. Dia dulu menamai Mi-ho Gu Mi-ho, yang berasal dari gumiho dang u artinya sembilan, sesuai dengan jumlah asli ekor Mi-ho. Karena satu per satu hilang, Mi-ho akan mengubah cirinya khas-nya itu – palmiho (delapan), ohmiho (lima), dan seterusnya. Jadi sekarang, Dae-woong ingin tahu apa nama belakang Mi-ho – sa (empat)? Atau sam (tiga)?

Dae-woong menolak pergi sampai Mi-ho membelikannya daging. Karena dulu dia memberikan Mi-ho banyak sekali daging, Mi-ho bisa melakukan itu sekarang. Dae-woong memanggang setiap potong daging itu. Tahu kalau Dae-woong menguji daya tahan Mi-ho saat Mi-ho berpura-pura tidak tertarik pada daging2 itu. Mi-ho mengembalikannya semua pada Dae-woong, menyebutnya sok dengan duduk disini berjam-jam, sehinggal memaksa Dae-woong untuk berbuat sesuai dengan hal itu. Dengan tidak nyaman, Dae-woong menggigit dagingnya sepotong demi sepotong sebab dia tahu kalau waktunya masih panjang.

Setelahnya, Dae-woong minta jus buah dan mesin makanan memakan koin Mi-ho. Tidak ingin menunggu tukang reparasi, Mi-ho menendang mesin itu. Mesin itu memuntahkan koin Mi-ho tapi Dae-woong prihatin pada betapa lemah tendangan Mi-ho jadinya – dia dulunya kuat, kaleng bisa muncul hanya sekali tending saja.

Dae-woong berpura-pura sakit kepala untuk mendekati Mi-ho dan mendapatkan simpatinya, menjelaskan bahwa dia merasa lebih baik sekarang karena dia dekat dengan manik2 Mi-ho. Tahu bahwa itu bohong, Mi-ho menyebut Dae-woong pembohong dan berkata kalau dia akan mengatakan pada semua orang jika Dae-woong adalah penguntit kalau dia masih terus mengikutinya. Dae-woong hanya ingin memeriksa ekor Mi-ho tapi Mi-ho menjawab kalau hal itu membuat Dae-woong menjadi orang yang tidak wajar, plus Dae-woong merupakan seorang pemalas!

Itu memang menyakitkan, tapi itu tidak cukup untuk membuat Dae-woong goyah. Dia mengikuti Mi-ho ke dalam bus. Tapi Mi-ho berpikir cepat dengan segera keluar dari dalam bus dan menjebak Dae-woong di dalamnya. Waktu Dae-woong kembali ke perhentian bus, Mi-ho menyembunyikan dirinya. Dae-woong memandang berkeliling ketakutan mencari Mi-ho dan Mi-ho berkata, “Kau tidak boleh tahu sedang dalam keadaan bagaimana aku. Kau harus berpikir aku hidup dengan bahagia.”

Dong-joo memberitahu Mi-ho bahwa Dae-woong akan mendapatkan undangannya besok. Dia juga mengatakan kalau Dae-woong akan mendapatkan pesannya ketika melihat Mi-ho menikah dan pergi. Mi-ho meminta maaf karena sudah mengacaukan rencana Dong-joo untuk hidup rendah hati tapi Dong-joo malah mengatakan kalau keberadaan Mi-ho membuat segalanya menjadi baik2 saja.

Dengan satu kematian terjadi setiap sebelas hari, hari ini menandai hari ke-88 dan kematian ke-8. Mi-ho mulai merasakan serangan sakit dan berusaha menyembunyikannya dari Dong-joo. Dia pergi ketika sakit itu semakin menjadi-jadi. Mi-ho menuju ke basement untuk mengambil manik2nya dan memegangnya dekat dengan dadanya. Dia melakukannya dengan pelan2 dan hati2 sebab dia tahu hal itu akan membuat Dong-joo kesal karena sudah memindahkan manik2nya.

Dae-woong juga sadar pada jadwal hari ini dan khawatir di rumah, dan berharap agar Mi-ho baik2 saja. Akhirnya, ekor ke delapan Mi-ho menghilang dan rasa sakit Mi-ho mulai menghilang. Mi-ho meletakkan kembali manik2 ke tempat persembunyiannya dan pada saat itulah Dong-joo muncul di pintu. Dia ternyata menjadi curiga dan datang untuk memeriksa Mi-ho.

Mi-ho membuat alasan tapi Dong-joo tahu dan bertanya apakah Mi-ho kehilangan ekornya. Mi-ho mengakuinya. Melihat reaksi Dong-joo, Mi-ho meminta Dong-joo untuk membiarkannya pergi sekarang jadi mereka bisa melanjutkan jalan mereka dengan terpisah, tapi Dong-joo menolak menyerah menolong Mi-ho. Selama Mi-ho masih punya ekor, Mi-ho masih punya kehidupan dalam dirinya dan itu artinya dia masih punya kesempatan.

Tidak mampu menghilangkan kekhawatirannya pada kemungkinan kematian ke delapan Mi-ho, Dae-woong bergegas keluar rumah. Dia dihentikan oleh kakek, yang ingin agar Dae-woong menemani Min-sook dan menjaga bibi ketika bibi mengurusi persiapan perkawinannya. Dengan enggan, Dae-woong menurut. Dae-woong begitu tidak sabar pada urusan itu hingga Min-sook terganggu dengan ketidaksabaran Dae-woong.

Dae-woong dan Min-sook duduk dengan WO-nya. Ketika sedang melihat calendar, Dae-woong memperhatikan nama Park Dong-joo dan Park Sun-joo tapi dia menganggapnya sebagai kebetulan yang lain. Tapi Dae-woong menghampiri mereka ketika Dong-joo dan Mi-ho keluar dari lorong. Dia terluka dan kaget menyadari bahwa mereka menikah. Dengan tajam, Dae-woong berkata kalau jelas sekali Mi-ho baik2 saja.

Sekarang Mi-ho memberikan undangannya pada Dae-woong dan mengucapkan selamat tinggal. Dia juga berkata kalau dia akan bertemu dengan Dae-woong pada upacara pernikahannya. Dengan penuh air mata, Dae-woong bertanya apakah Mi-ho pikir dia akan datang ke pernikahan itu, jadi Mi-ho menawarkan ucapan selamat tinggalnya disini. Karena sakit, Dae-woong berkata, “Jangan saling bertemu lagi.” Dia mengerjapkan air matanya ketika Dong-joo dan Mi-ho berjalan pergi dan mengatakan pada dirinya kalau ini demi kebaikan semua.

Min-sook membaca keadaan ini dan menebak kalau Dae-woong yang dicampakkan, bukan Mi-ho. Bibi membagi cerita ini dengan kakek yang memperhatikan bahwa Min-sook seusia dengan Dae-woong waktu pertama kali dicampakkan. Min-sook mengenang dengan penuh kasih sayang bagaimana Dae-woong selalu berada di sekitarnya untuk menenangkannya.

Sebuah cerita singkat memberitahu kita bagaimana pertama kali Bibi Min-sook dicampakkan yaitu pada tahun 1991, dijelaskan oleh salah satu lagu hit jaman itu dari Shin Seung Hoon. Kemudian ada lagi tahun 1999 yang ditemani oleh lagu dari G.O.D. dan terakhir dengan lagu dari Yoon Da Hyun tahun 2005!

Min-sook memutuskan untuk mengembalikan kebaikan itu dengan menenangkan Dae-woong, jadi dia dan kakek memanjakan Dae-woong dengan makan siang dan memberikan perhatian lebih pada Dae-woong. Sayangnya, sebutan daging membuat Dae-woong lemas lagi, bibi lupa kalau daging adalah sesuatu yang sangat berhubungan erat dengan Mi-ho. Byung-soo memaksa Dae-woong untuk melupakan Mi-ho, dan bahkan menawarkan diri untuk membantu membersihkan loteng. Sutradara Ban sudah memutuskan untuk membersihkan tempat itu dan mereka perlu membuang benda2 yang tertinggal.

Mi-ho melihat album foto yang diisi dengan foto2 Dae-woong yang diambil secara rahasia waktu dia syuting di Cina. Tanpa sepengetahuan Dae-woong, Mi-ho mengikuti Dae-woong ke Cina dan melihat dari pinggir dan sekarang dia menggumamkan alasan kenapa dia tahu kata penguntit, tidak wajar, dan pemalas. Itu karena dia mendapatkan kata2 itu waktu dia mengikuti Dae-woong ke Cina.

Contohnya, Mi-ho melihat seorang pengintai ditegur oleh seorang kru dan memanggilnya penguntit atau orang aneh, sedangkan dia menyebut diri pemalas ketika dia nebeng makan dengan staff. Dong-joo menghampiri Mi-ho yang sedang melihat album dan mengingatkan Mi-ho kalau pernikahan itu adalah ide Mi-ho!

Mi-ho sadar kalau dia harus mengambil beberapa hal terakhir dan Dong-joo mencoba menghentikannya. Dia memohon pada Mi-ho untuk melupakannya – itulah alasan kenapa mereka berbuat sejauh ini dan ketika Mi-ho masih punya nyawa, Mi-ho masih punya kesempatan untuk mendapatkannya. Tapi Mi-ho harus meninggalkan semuanya disini. Mi-ho tidak mau dihalangi jadi dia melepaskan tangan Dong-joo.

Sun-nyeo melihat foto2 yang diambil di Cina, dan sebuah sosok di latar belakang terlihat sama persis seperti Mi-ho. Byung-soo ingin berpura-pura kalau itu bukan Mi-ho, untuk ketenangan pikiran Dae-woong, tapi kemudian Dae-woong muncul di sampingnya untuk ikut melihat, penasaran pada apa yang mereka lihat. Dengan cepat, dia mengenali Mi-ho tapi Byung-soo protes dengan keras dengan berkata kalau itu tidak mungkin Mi-ho. Dae-woong ikut2an, mengatakan kalau itu bukan Mi-ho, meski dengan sangat jelas dia tidak percaya itu.

Benda yang ingin Mi-ho ambil adalah album foto tua – yang berisi banyak foto gembira – dan dia menemukannya kembali di loteng sekolah laga. Ketika melihat boneka kaki ayam, dia memutuskan dia akan menambahkan itu juga – tapi kemudian dia melihat poster kamera digital dan tidak juga ingin meninggalkan itu. Khawatir bahwa pada titik ini dia tidak akan mampu meninggalkan apa2, dia meletakkan yang lainnya dan hanya membawa album foto itu saja.

Melihat calendar yang belum lengkap di tembok, Mi-ho menandai sisa hari yang sudah lewat, berhenti pada hari ke-9. Mendengar seseorang mendekat, Mi-ho bersembunyi di kamar mandi ketika Dae-woong tiba. Dia disini untuk membereskan semuanya. Dia bingung pada album yang hilang itu dan melihat calendar yang baru saja ditandai. Hanya ada satu orang yang bisa melakukan ini dan ini memberi harapan pada Dae-woong kalau Mi-ho datang hari ini.

Mi-ho mendengar pintu depan ditutup, dan dengan hati2 keluar sebab berpikir kalau sudah aman. Hanya saja, dia malah bertemu dengan Dae-woong di pintu depan sedang menunggunya. Mi-ho menyembunyikan album di belakang tapi Dae-woong melihatnya dan menariknya dari Mi-ho. Mi-ho mencoba mempertahankan sikapnya untuk bersikap tidak peduli pada Dae-woong, tapi Dae-woong malah bertanya apakah Mi-ho mengikutinya ke Cina. Dae-woong tidak percaya penyangkalan lemah Dae-woong.

Lagi, Dae-woong meminta melihat ekor Mi-ho, sebab ingin tahu keadaan Mi-ho sekarang. Mi-ho merasa sudah muak dan berlari menuruni tangga menuju gym. Dae-woong menyusul Mi-ho kesana dan ingin tahu alasan sebenarnya kenapa Mi-ho menghindarinya, tidak percaya pada alasan yang diberikan Mi-ho. Dae-woong menebak kalau kematian Mi-ho tidak berhenti – Mi-ho terus kehilangan ekornya, benar kan?

Dae-woong berkata kalau dia benar2 harus tahu bagaimana keadaan Mi-ho. Dengan alunan melankolis, Mi-ho melangkah ke bawah cahaya bulan dan meminta Dae-woong untuk melihat dekat2, “Lihat bagaimana aku, bagaimana hatiku.” Dan ketika Mi-ho menunjukkan keadaannya yang sebenarnya, Dae-woong melihat kalau yang Mi-ho punya hanya satu ekor yang mengayun lemas dan sedih di bawah cahaya bulan.

Sambil menahan air matanya, Mi-ho berkata, “Aku tidak bisa berhenti.” Meski Dae-woong mencurigai yang sebenarnya, dihadapkan pada hal ini adalah sebuah pukulan besar. Dae-woong bertanya dengan cemas, “Kalau begitu kau masih sekarat?” Mi-ho mengangguk, “Aku akan menghilang.”

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 14

Standar

Setelah tangisan yang hebat sekali, ciuman untuk mengembalikan manik2 serigala, Dae-woong dan Mi-ho memastikan satu sama lain dengan penuh ketenangan sebab berpikir mereka sudah mengalahkan keanehan ini. Dae-woong tersenyum ketika berkata kalau mereka baik2 saja… kemudian dia pingsan.

Byung-soo membantu membawa Dae-woong ke rumah sakit dimana dia dan Mi-ho melihat tanpa harapan saat Dae-woong di bawa ke ruang gawat darurat. Dong-joo muncul untuk menjelaskan kalau pilihan Mi-ho sangat buruk! Ya ampun, kenapa Dong-joo harus bilang kayak gitu???

Mi-ho dipanggil ke ruangan Dae-woong dan dia berjalan sangat hati2 dalam setiap langkahnya. Dia melihat Dae-woong berbaring disana, hampir mati, dan memutuskan bahwa dia harus memberikan kembali manik2 serigalanya. Dong-joo menghentikan Mi-ho dan berkata kalau semuanya sudah terlambat dan tidak ada yang Mi-ho bisa lakukan lagi. Dong-joo memegang tangan Mi-ho dengan erat.

Berikutnya, Dae-woong sadar. Hal pertama yang dia ucapkan adalah, “Lepaskan tangannya!” Dae-woong meminta Dong-joo untuk melepaskan tangan Mi-ho sebab dia sangat baik2 saja dan bahwa peramal sudah sering memberitahukan kakek Dae-woong kalau Dae-woong akan hidup sampai usia 120 tahun! Dae-woong memperkirakan kalau dia masih punya waktu 50 tahun setelah dibagi oleh manik2 serigala.

Dong-joo berjalan dengan lemas sekarang dan bertanya-tanya apakah tujuannya sekarang sudah diubah oleh keputusan seorang manusia, “Keputusan satu orang… untuk orang yang lain.” Dia memikirkan kembali pengumuman Dae-woong di bandara dan pilihan yang mereka ambil demi cinta mereka, yang merupakan kehancuran bagi pandangan Dong-joo tentang dunia.

Mi-ho khawatir tapi Dae-woong berkeras kalau dia baik2 saja. Dae-woong memeriksa Mi-ho tapi manik2 serigala sudah membuatnya baik2 saja. Mi-ho bertanya apakah ini akan membuat empat ekornya yang sudah hilang tumbuh kembali. Dae-woong menarik Mi-ho mendekat dan berkata kalau dia baik2 saja bila Mi-ho menjadi gumiho, jadi dia baik2 saja dengan oh-miho (oh = 5).

Mereka khawatir kalau perjalanan ke Cina akan sulit untuk mereka, jadi mereka menggunakan kunjungan ke rumah sakit untuk mendapat cukup waktu dari Ban Doo-hong. Mi-ho menepuk perutnya dan mengatakan kalau manik2 serigala akan baik2 saja di dalam sana.

Dan tepat pada saat itu kakek, bibi Min-sook dan Byung-soo tiba dia tirai yang lainnya. Kakek ingin tahu apakah ‘manik2 yang sedang mereka bicarakan. Dae-woong ketakutan pada awalnya sebab dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan masalah ini. Sampai kakek menyelesaikan kalimatnya, “Bagaimana mungkin kalian tidak memberitahuku soal cucuku?!” Haha!!!

Ekpresi wajah Dae-woong berubah dari ketakutan menjadi ‘apa2an ini?’ ketika dia menyadari bahwa kakek mengira mereka sedang membicarakan anak mereka yang belum lahir. Dae-woong mencoba meyakinkan mereka kalau Mi-ho tidak hamil, tapi tidak ada yang mempercayainya. Saat kakek mengatakan kalau Mi-ho harus diperiksa dokter untuk memastikan, Dae-woong melangkah ke depan Mi-ho, dan mengumumkan, “Ini benar… Mi-ho membawa manik2ku.” Kakek menggeser Dae-woong ke samping untuk memeluk Mi-ho dengan penuh kegembiraan sedangkan Byung-soo bertepuk tangan dan bibi Min-sook diam saja.

Dong-joo dan Hye-in berduka pada masalah hubungan Mi-ho dan Dae-woong. Hye-in tidak percaya bahwa Dae-woong akan mengorbankan hidupnya dengan cara seperti itu – ini bukan Dae-woong yang dia kenal. Dong-joo berkata kalau Dae-woong pasti berubah karena dia bertemu dengan wanita yang mau menyerahkan seluruh hidupnya jadi Dae-woong menjadi orang yang seperti itu juga.

Kakek mengumumkan kalau Mi-ho harus tinggal di rumah mulai sekarang, dengan begitu ‘manik2’ bisa dijaga dengan baik. Dae-woong akan tingga selama beberapa hari lalu berangkat ke Cina, dan kakek berencana untuk menjaga Mi-ho selagi Dae-woong pergi. Mereka menuju ke atas ke kamar Dae-woong dan Mi-ho memandang Dae-woong penuh harap, “Apa kita… tinggal bersama… di satu kamar?”

Dae-woong gembira mendengar implikasi seks itu tapi Mi-ho mulai menggelengkan kepalanya. Dia sudah mengambil setengah ki Dae-woong dan dia tidak bisa mengambilnya lagi. Dae-woong menjelaskan kalau Mi-ho sudah mengambil setengah dan dia baik2 saja, jadi Dae-woong berpikir kalau akan baik2 saja bila Mi-ho mengambilnya lagi. Mi-ho menggelengkan kepalanya. Terlalu berbahaya. Dae-woong, “Aku bahkan tidak memikirkan hal itu.” Mi-ho berkata, “Aku memikirkan itu banyak sekali.” Dae-woong mulai memasang muka masam dan Mi-ho berkata kalau mereka harus menunggu sampai lewat 100 hari untuk memastikan bahwa semuanya sudah aman.

Mi-ho mengatakan pada Dae-woong kalau dia harus sabar dan Dae-woong malah mengatakan kalau Mi-ho yang harus sabar sebab Mi-ho lah yang selalu mengagetkannya. Yep. Mi-ho bahkan tidak bisa melawannya. Untuk membuat pikirannya jauh dari berpasangan, Mi-ho mengusir Dae-woong dari kamarnya sendiri.

Bibi Min-sook menelpon sutradara Ban karena sudah memberikan waktu istirahat untuk Dae-woong dan ternyata kemarahan Min-sook bukan dalam menilai Mi-ho melainkan karena menjadi nenek sebelum dia menjadi istri orang lain. Hye-in menenggelamkan kesedihan bibi dengan bir lalu membuat keputusan kejam dengan mengirimkan foto Mi-ho yang memamerkan ekornya pada bibi Min-sook. Dia menyuruh bibi untuk mengawasi Mi-ho!

Mi-ho mulai merasa demam pada tengah malam dan Dong-joo memperhatikan keadaan ini, dalam pandangan mistisnya dengan arloji pasirnya bahwa jika manik2 serigala dan energi manusia bisa menyatu dengan aman dalam tubuh Mi-ho… maka Mi-ho mungkin bisa menjadi setengah manusia seperti dirinya.

Mi-ho terbangun dan mata Mi-ho terlihat berwarna biru. Dia dikuasai oleh manik2 serigala yang lapar akan energi manusia. Dia menyelinap ke kamar Dae-woong hingga membuat Dae-woong terbangun. Mi-ho naik ke atas Dae-woong dan semakin mendekat, “Ayo berbagi ki kita.” Kaget, Dae-woong bergerak dengan cepat dan mengingatkan Mi-ho kalau mereka harus bersabar. Tapi Dae-woong melihat mata biru Mi-ho dan sadar kalau dia ada dibawah pengaruh manik2 serigala.

Mi-ho pada akhirnya mengejar Dae-woonh keliling ruangan itu, ingin berpasangan. Dae-woong mendengar bibinya mencari mereka jadi dia mencoba menenangkan Mi-ho. Mi-ho mulai marah karena kehilangan empat ekornya, jadi Dae-woong dengan cepat berpikir dan mengambil mantel bulu bibinya (yang terbuat dari ekor serigala tentu saja) dan hal itu cukup untuk membuat Mi-hi tenang dan tertidur.

Dae-woong membawa Mi-ho kembali ke kamarnya soalnya sekarang Mi-ho sudah kembali tertidur dan kembali ke dirinya yang sebenarnya. Ketika Dae-woong meletakkannya, Mi-ho terbangun dan melihat Dae-woong di atasnya. Mi-ho melompat dan mendorong Dae-woong ke sisi tempat tidur. Mi-ho berteriak pada Dae-woong dan berpikir kalau Dae-woong bahkan tidak bisa menunggu satu malam saja. Mi-ho menghukum Dae-woong karena membiarkan gumiho mengalahkannya dalam permainan menunggu ini.

Dae-woong meluruskan pemikiran Mi-ho dan mengatakan bahwa Mi-ho lah yang datang ke kamarnya sebab ingin berbagi ki dengannya. Mi-ho tidak ingat tapi Dae-woong mengatakan kalau hal itu adalah efek samping karena Mi-ho sudah mendapatkan kembali manik2nya lalu berkata lagi kalau dia akan menjaga Mi-ho. Lalu, Dae-woong duduk di sisi tempat tidur Mi-ho dan memandangi Mi-ho tidur.

Mi-ho: Woong, bagaimana kalau aku berubah menjadi seperti itu, setiap hari?
Dae-woong: Kalau begitu setiap hari… aku akan menjagamu.

Dae-woong memegangi Mi-ho dan mengatakan kalau semuanya akan baik2 saja. Keesokan paginya, tidak ada daging di meja makan dan mata Mi-ho berubah biru ketika dia menyanyi ala zombie meminta daging. Dae-woong melihat ini tepat waktu dan menuntun Mi-ho pergi sambil menutupi matanya. Dae-woong bertanya apakah Mi-ho baik2 saja tapi kemudian Mi-ho memandangi Ddoong-ja dan mulai menyanyi lagi, “Daging, daging…” Bibi Min-sook datang jadi Dae-woong membekap Mi-ho dan berpura-pura sedang main dengan Mi-ho, yang tentu saja bibi rasanya ingin muntah melihat hal manis ini.

Dae-woong memutuskan kalau mereka harus mengatakan yang sebenarnya pada kakek dan pindah ke loteng lalu menemui Dong-joo untuk bertanya tentang kondisi Mi-ho. Dae-woong tidak suka jika dia harus berada disana tapi dia tahu kalau Dong-joo akan tahu lebih banyak tentang keadaan Mi-ho. Dae-woong mengatakan pada Dong-joo kalau dia tidak peduli bila Mi-ho kembali seperti dulu lagi, yang penting dia masih bisa hidup di dunia ini.

Dong-joo malah berkata kalau dia tidak tahu apa-apa lagi. Yang dia tahu adalah Mi-ho punya setengah ki manusia dan setengah ki gumiho dalam tubuhnya. Sedangkan darah setengah manusia yang bisa membunuh keduanya mengalir dalam pembuluh darahnya.

Dong-joo mengatakan kalau kedua ki itu bisa bercampur dengan pas, kalau begitu Mi-ho akan menjadi setengah manusia, seperti dirinya dan darah Dong-joo akan berhenti membunuh Mi-ho. Kalau tidak begitu maka Mi-ho akan meninggal. Dae-woong meminta cara untuk dapat memastikan. Dong-joo mengatakan kalau pada hari ke-55, kematian yang kelima akan datang. Jika Mi-ho tidak kehilangan ekornya, maka darah Dong-joo harus berhenti membunuhnya. Jika Mi-ho kehilangan ekornya, maka sudah bisa dipastikan kalau pada akhir hari ke-100 Mi-ho akan mati.

Setelah mengambil foto keluarga, Dae-woong mengatakan yang sebenarnya pada kakek, dan membuatnya hancur. Demi bisa kembali ke loteng, mereka meninggalkan sejibun orang yang kecewa dan membuat Mi-ho merasa bersalah telah menjadikan setiap orang dalam kehidupan Dae-woong marah pada Dae-woong. Dae-woong menjamin kalau ini bukan karena Mi-ho tapi Mi-ho tidak yakin.

Byung-soo bertanya kenapa Dae-woong mengarang kebohongan seperti itu dan bertanya juga apakah Dae-woong akan menikahi Mi-ho tahun ini. Byung-soo mengingatkan mimpi Dae-woong yang ingin hidup seperti Brad Pitt (oh, I love Brad Pitt!) tapi Dae-woong menjawab kalau dia harus menjalani dua kali kehidupan dalam sebagian waktu hidupnya. Jadi dia tidak mau menyianyiakan apapun.

Dong-joo datang pada hari ke-55 untuk mengingatkan Dae-woong pada bahaya itu. Dae-woong membalas balik kalau dia tahu hari apa sekarang tanpa Dong-joo harus repot2 datang kesini untuk mengingatkannya. Dae-woong pulang ke rumah dan berkeluh kesah pada Mi-ho dan mengumumkan kalau mereka harus berpadu dengan baik jadi semua ini akan berhenti. Mi-ho tidak mengerti apa yang Dae-woong katakan. Jadi Mi-ho berpikir kalau Dae-woong mengatakan bila dia harus berhenti berubah ke wujud gumiho-nya. Dae-woong hanya menyuruh Mi-ho untuk bertahan sampai hari ke seratus dan tetap sebagai Oh Mi-ho.

Malam itu, Dae-woong memandangi Mi-ho dari balkonnya ketika Mi-ho tertidur. Mi-ho bangun tiba2 pada tengah malam dan berlari ke kamar mandi. Dae-woong juga berlari ke pintu kamar mandi untuk melihat apakah Mi-ho baik2 saja, tapi Mi-ho keluar sambil tersenyum… dia sudah kehilangan satu lagi ekornya. Mi-ho berseri-seri sebab dia berpikir kalau dirinya sedang dalam perjalanan untuk menjadi manusia. Tapi Dae-woong benar2 sakit melihat ini.

Dae-woong duduk di luar, mencerna kebenaran itu – Mi-ho sedang sekarat. Mi-ho bertanya-tanya apakah dia sudah membuat Dae-woong khawatir, tapi Dae-woong tidak bisa memberitahu Mi-ho apapun jadi dia bergegas menemui Dong-joo. Mereka bertemu di sebuah atap gedung. Dae-woong meminta cara untuk menghentikan semua ini, untuk menjauhkan Mi-ho dari penderitaan ini. Dong-joo memberitahu Dae-woong satu2nya cara bagaimana Mi-ho bisa diselamatkan: Dae-woong harus pergi dari sisi Mi-ho. Dong-joo mengatakan kalau kedua ki itu mengalami masa2 sulit saat penggabungan sebab Mi-ho masih berpegang pada harapannya untuk menjadi manusia. Dong-joo berujar satu2nya cara agar Mi-ho melewati ini adalah melupakan mimpinya menjadi manusia dan hidup yang sudah dia rancang bersama Dae-woong.

Dae-woong mengumumkan kalau dia tidak peduli Mi-ho itu apa, gumiho atau yang lainnya, dan Mi-ho juga tahu itu. Dae-woong tidak percaya kalau mereka telah beranjak dari salah satu yang bertahan ke berpisah untuk bertahan hidup. Dia tidak percaya kalau satu2nya cara bagi mereka untuk bertahan hidup adalah berpisah.

Dong-joo mengatakan kalau ini adalah perbuatan Dae-woong sendiri, karena Dae-woong orang yang membuat keputusan itu untuk menemukan cara agar mereka bertahan hidup. Inilah akibatnya. Dong-joo meminta Dae-woong untuk menimbang keputusannya dengan hati-hati. Dia menambahkan kalau jika Dae-woong pergi, dia akan mengambil tempat Dae-woong di sisi Mi-ho dan mengajarinya bagaimana hidup di dunia ini, sebagai orang seperti dia (Dong-joo).

Dae-woong pulang ke rumah dan menemukan Mi-ho sedang menunggunya dan Mi-ho masih terus girang pada harapan kehilangan ekornya dan menjadi manusia. Dae-woong mengatakan pada Mi-ho kalau dia gembira pada keadaan mereka sekarang. “Bisakah kau tinggal seperti ini, di sisiku?” Tapi Mi-ho memberitahu Dae-woong tidak untuk melupakan harapan Mi-ho yang ingin menjadi manusia.

Dae-woong mengatakan kalau Mi-ho akan bertambah tua dan meninggal tapi Mi-ho ingin melakukan semua hal itu, dengan Dae-woong. Dae-woong menyadari kalau dengan adanya dia di sisi Mi-ho maka Mi-ho tidak akan menyerah pada hal2 itu dan dia juga tidak bisa memaksa Mi-ho untuk menyerah.

Dae-woong terjaga memandangi Mi-ho tidur malam itu dan tahu apa yang harus dia lakukan. Dae-woong menyerah dan mengambil tangan Mi-ho, memegangnya dengan penuh cinta dan air mata muncul di matanya. Dae-woong mencium tangan Mi-ho dengan manis sambil menahan air matanya. Keesokan harinya, Dae-woong mengajak Mi-ho naik mobil dan Mi-ho bertanya dengan cerianya apakah mereka pergi jalan2. Yep,,, ke rumahnya Dong-joo.

Mi-ho bertanya kenapa mereka pergi kesana dan pada saat itulah Dae-woong memulai pidato (yang sudah dia latih sebelumnya) yang menyatakan kalau sebaiknya mereka berpisah. Dengan berlinang air mata, Dae-woong mengatakan pada Mi-ho kalau dia tidak nyaman dengan semua ini lagi – perubahan itu, Mi-ho yang selalu mengikutinya kemana-mana dan harus berbohong pada semua orang dalam hidupnya. Dae-woong menggunakan kepemilikan gumiho Mi-ho sebagai alasan untuk mengatakan kalau semua itu membuatnya takut dan bahwa dia tidak bisa melakukannya lagi.

Mi-ho dengan segera berkata kalau dia akan menghentikan semua ini; dia akan melakukan apa saja. Dae-woong menepi dan meminta Mi-ho untuk keluar. Dae-woong menggertakkan gigi2nya dan mengucapkan pidato terakhirnya: dia mulai terikat pada Mi-ho tapi sekarang tidak ada jaminan apakah Mi-ho akan menjadi manusia dan dia tidak bisa terus hidup seperti ini. Dae-woong meminta Mi-ho untuk pergi dulu dan dia melakukannya; dia meminta Mi-ho untuk cepat pergi lagi sebab dia tidak tahan melihat Mi-ho lagi!

Mi-ho berdiri disana, di jalanan dan sangat kaget waktu Dae-woong melaju dengan mobilnya. Ketika di dalam mobilnya, Dae-woong mulai menangis saat dia meninggalkan Mi-ho di belakang dan bayangan Mi-ho mulai mengecil di kaca spion mobil Dae-woong. Mi-ho mencoba meyakinkan dirinya kalau Dae-woong sedang mengalami masa2 sulit dan bahwa semuanya akan membaik bila dia berusaha lebih keras lagi. Dae-woong mulai menuangkan soju dan Byung-soo mulai menghentikannya. Dae-woong meraih kembali botolnya dan berkata:

Dae-woong: Aku harus gila. Tidak mungkin dia pergi dalam sekali perintah. Dia akan kembali dan ketika dia melakukannya, aku harus benar2 sudah gila dan bertingkah seperti bajingan gila.

Mi-ho mencari Hye-in yang tidak mengatakan hal baru tapi malah mengatakan kalau Mi-ho adalah monster. Ketika Mi-ho sampai di rumah, Dae-woong sudah ada disana dalam keadaan pingsan. Byung-soo mengatakan pada Mi-ho kalau Dae-woong mabuk karena sedang mengalami masa2 sulit dan meminta Mi-ho untuk merawatnya baik2.

Ketika Dae-woong bangun keesokan paginya, Mi-ho menyapanya dengan penasaran. Dae-woong mencoba untuk bersikap kasar tapi Mi-ho sekarang adalah dirinya yang paling mengagumkan dengan mengingatkan Dae-woong kalau dia adalah lem super – apakah Dae-woong benar2 berpikir kalau dia akan bisa menyingkirkan Mi-ho dengan mudah? Tapi Dae-woong tidak boleh takut sekarang. Dae-woong mengumumkan kalau jika Mih- tidak pergi sekarang maka dia yang akan pergi. Lalu Dae-woong pun berlalu.

Mi-ho menghentikan Dae-woong, meminta agar bisa pergi dengannya, dan memohon agar Dae-woong marah saja kalau dia memang marah serta melakukan apapun yang dia suka selama dia masih bisa berada di sisi Dae-woong. Dae-woong merasa ragu selama beberapa saat pada kata2 Mi-ho tapi dia memperoleh kembali ketenangannya. Dae-woong mengatakan kalau dia tidak melihat Mi-ho dengan cara yang sama lagi sebab dia tahu siapa Mi-ho yang sebenarnya.

Mi-ho bertanya, “Kalau begitu, kau melihatku sebagai apa?” Bibir Dae-woong bergetar dan air mata mulai muncul dan dia berkata pada Mi-ho, “Monster.”

Dae-woong berlari sejauh yang bisa dicapai oleh kakinya saat Mi-ho melihat dari atap. Mi-ho mulai menangis ketika dia melihat Dae-woong meninggalkannya dan hujan pun mulai turun. Dae-woong menghentikan langkahnya ketika hujan mulai turun dan dia berdiri disana dalam keadaan basah, menangis ketika dia merasakan air mata Mi-ho jatuh dari langit.

Satu bulan kemudian, Dae-woong kembali dari Cina dengan seluruh kru film sebab mereka sudah menyelesaikan syutingnya. Dae-woong pulang ke rumah kakek dan mengeluarkan semua barang2nya dan mendesah saat dia mengeluarkan cincinnya yang sekarang dia simpan dalam sebuah kotak. Hatinya mencelos ketika dia berkata kalau sekarang adalah hari ke-88. Dae-woong rupanya masih ngitung!

Dae-woong pergi ke kantor Dong-joo tapi mendapati kalau tempat itu sudah di tutup untuk beberapa saat. Dae-woong berpikir kalau mereka (Dong-joo dan Mi-ho) pasti sudah berkemas dan pindah ke tempat yang jauh.

Padahal… Mi-ho dihentikan oleh seseorang di jalan dan bisa dilihat kalau dia juga tidak mengenakan cincinnya. Ketika ditanya namanya, dia berbalik dan berkata, “Park Sun-joo” sambil tersenyum.

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 13

Standar

Mi-ho mendapatkan ide untuk mau menderita demi melindungi Dae-woong, jadi hari2 yang tersisa memiliki arti yang sangat keramat. Dae-woong berpikir kalau Mi-ho ingin melewati hari2 di calendar dengan cepat untuk bisa menjadi manusia tapi Mi-ho menjelaskan kalau tiap hari bersama Dae-woong merupakan hari yang berharga.

Mi-ho ingin pergi ‘jalan-jalan’ tapi sekarang Dae-woong sudah dewasa dan telah menerima perasaannya. Dae-woong menyebutnya sebagai kencan yang pantas dan mengambil tangan Mi-ho ketika Dae-woong meminta Mi-ho keluar. Lucunya, ketika Dae-woong memesankan es krim untuk mereka, dia menggunakan istilah yang sudah Mi-ho ketahui: warna sapi, dicampur dengan beberapa warna babi dan warna ayam. Lebih banyak warna sapi.

Kemudian, Dae-woong memperhatikan pasangan yang mesra di dekat mereka dan mendapatkan ide untuk berpura-pura lelah sebagai alasan untuk bersandar pada Mi-ho. Tapi Mi-ho menganggapnya serius dan memandangi Dae-woong dengan khawatir lalu mengangkatnya untuk di gendong di punggungnya. Ha! Dae-woong melihat seorang gadis menyuapi pacarnya dan membuka mulutnya sebagai tanda kalau dia juga mau diperlakukan seperti itu… hanya untuk mendapati Mi-ho sibuk dengan es krimnya.

Mi-ho melihat berkeliling dan melihat pasangan kekasih membuat hati dengan tangan mereka, dan Dae-woong mendemonstrasikan yang paling besar, mengangkat tangannya di atas tangannya. Sebagai balasan, Mi-ho membuat bentuk V yang membuat Dae-woong kecewa – setelah hatinya, dia hanya mendapat penunjuk sapi yang lain? Penjelasan Mi-ho mengecilkan hati Dae-woong – Mi-ho belajar itu dari bibi Min-sook dan mereka mempersembahkan ‘antena hati’yang selalu tertuju ke arah Dae-woong.

Min-sook bertemu dengan Ban Doo-hong yang telah kembali dari lokasi syuting di gurun Cina. Dan fakatnya, Doo-hong sangat bau. Min-sook menyarankan dengan lembut agar mereka membersihkan diri dan mulai menyegarkan diri di sauna selama seharian – disanalah mereka. Di tempat itu pula, Mi-ho dan Dae-woong berada.

Dae-woong telah kembali ke Korea tanpa sepengetahuan sutradara Ban, jadi dia cepat2 bersembunyi dimana dia dan Mi-ho bersembunyi di bawah handuk bersama. Ban mendengus melihat di tempat umum ini ada banyak pasangan tapi Min-sook merasa baik2 saja. Ketika mereka berjalan, Dae-woong melihat pasangan tua berjalan bergandengan tangan dan berkata kalau mereka akan seperti itu dalam 50 tahun, dimana hal ini membuat redup suasana hati Mi-ho. Dae-woong menunjukkan kepada Mi-ho bagaimana melemparkan koin ke pancuran untuk membuat permohonan dan Mi-ho berpikir bagaimana dia harus meninggalkan Dae-woong untuk melindunginya.

Mi-ho: Tapi setelah aku pergi, jangan kaget atau terluka. Meski begitu, panggil aku beberapa kali… dengan begitu aku akan hidup di hatimu selamanya. Benar, kan? Kau akan mengingatku selamanya, kan?

Hye-in kesal mendengar dari Sun-nyeo dan Byung-soo kalau Dae-woong dan Mi-ho akan pergi bersama ke Cina selagi syuting film dilaksanakan. Tahu identitas Mi-ho, Hye-in tidak mengerti bagaimana Mi-ho bisa punya paspor sah tapi dia curiga kalau Dong-joo ada di belakang semua ini.

Dong-joo mengakui kalau dia yang membuat dokumen itu, tapi dia bermaksud untuk menggunakannya mengirim Mi-ho pergi jauh. Karena Dong-joo tahu Mi-ho tidak akan mau mengalah, dia memutuskan kalau mereka harus menangani Dae-woong dan meminta Hye-in untuk menakuti Dae-woong, untuk mengatakan kalau dia sedang berada dalam bahaya dan harus menjauh dari Mi-ho. Hye-in kesal karena dipaksa melakukan ini tapi dia masih sedikit takut pada pemburu gumiho ini.

Mi-ho melihat Dae-woong telah mengumumkan Rencana Hidup mereka dan Dae-woong benar2 di atas angina sekarang. Akan tetapi, Mi-ho malah menariknya turun dan berkata kalau mereka harus meletakkannya agak jauh untuk beberapa waktu. Mi-ho beralih ke hal2 lain dan Mi-ho bisa memikirkan hal itu setelah dia menjadi manusia. Sekarang, Mi-ho harus memikirkan apa yang harus dilakukan selama sisa 52 hari menjadi gumiho.

Dae-woong sedikit khawatir saat dia memastikan kalau Mi-ho tidak bermaksud menyingkirkan Rencana Hidup itu demi kebaikan. Mi-ho tidak bisa menjawab itu, jadi dia mengalihkan ke yang lain. Ketika mereka membolak-balik album foto mereka, Dae-woong memikirkan semua hal yang bisa mereka lakukan untuk mengisinya, seperti main ski pada musim dingin, menyiapkan Natal.

Mi-ho tahu kalau tidak akan ada salju dalam 50 hari ke depan, tapi dia setuju pada rencana Dae-woong untuk mengisi album foto itu dengan foto baru. Contohnya, Mi-ho ingin pergi ke kebun binatang, yang untuk beberapa alasan Dae-woong merasa tidak nyaman dan dia menyarankan untuk pergi ke Aquarium sebagai gantinya. Pada tengah malam, Mi-ho akhirnya membiarkan dirinya melewatkan hari itu. Dia bahkan mendapati bahwa waktu tidur ini hanya sia2 saja dan ingin memandangi Dae-woong semalaman.

Keesokan harinya, Hye-in menemui Dae-woong untuk mencoba menghalanginya membawa serta Mi-ho bersamanya, dan tidak membuat Dae-woong yakin bahwa sangat aman baginya untuk menjaga manik2 serigala. Hye-in melakukan ini bukan karena dia menginginkan Dae-woong tapi Hye-in berkata kalau dia memang khawatir – dia yakin kalau Mi-ho dan Dong-joo pasti menyembunyikan sesuatu. Dae-woong dimanfaatkan oleh mereka untuk sesuatu, dan Hye-in bisa merasakannya. Yang membuat Hye-in kaget, Dae-woong mengaku kalau Mi-ho memang memanfaatkannya dan dia meminta Mi-ho untuk melakukan itu.

Dong-joo melihat kalau dia tidak bisa menghentikan Mi-ho, dan hanya memintanya kalau dia pasti akan kembali dalam satu bulan. Dan Mi-ho setuju. Alasannya: Mi-ho sebenarnya telah mengikuti Dong-joo ketika dia menyembunyikan belatinya, untuk tahu dimana dia meletakkan benda itu. Dengan sedikit waktu untuk mencari tempat itu, Mi-ho turun ke apartemena Dong-joo.

Dong-joo tidak bodoh dan dia menduga Mi-ho sudah tahu kalau dia bisa menyelamatkan Dae-woong dengan bunuh diri. Dong-joo menunggu beberapa menit di luar sebelum masuk ke dalam. Mi-ho menemukan kotak di bawah meja dan membukanya. Pedang itu mulai memancarkan energi tertentu. Suara Dong-joo terdengar dimana memperingatkan Mi-ho untuk tidak menyentuhnya dan Mi-ho tahu kalau dia sudah tertangkap. Tapi Mi-ho tidak membuat alasan atau membela dirinya, Mi-ho hanya berkata, “Aku perlu pisaumu.”

Dong-joo bertanya apakah Mi-ho akan membunuh dirinya sendiri bila dia mengeluarkan dengan paksa manik2 serigala dari Dae-woong, dan Mi-ho mengangguk. Dong-joo mengatakan kalau Mi-ho akan memberikan dirinya pada Dae-woong dan Mi-ho menjawab, “Aku harus melindungi Dae-woong.” Ini membuat Dong-joo putus asa dan marah dan menyebut sikap Mi-ho berat sebelah dengan memutuskan segalanya sendiri. Mi-ho memang mencintai Dae-woong hingga mau mati tapi apakah Dae-woong merasakan hal yang sama. Dong-joo percaya kalau Dae-woong tidak mencintai Mi-ho seperti Mi-ho mencintainya.

Dong-joo meminta Mi-ho untuk bertanya pada Dae-woong apakah dia mau mati untuknya dan yakin kalau Mi-ho tidak punya cukup keyakinan pada jawaban Dae-woong. Tapi tidakkah sangat tidak adil dan salah bagi Mi-ho untuk mati demi Dae-woong? Lebih jauh, jika Mi-ho mati tanpa memberitahu Dae-woong, maka Dae-woong akan segera melupakannya dan wanita lain akan mengambil tempat Mi-ho di sisi Dae-woong.

Mi-ho menegaskan kalau Dae-woong tidak akan pernah melupakannya, tapi Dong-joo malah meremehkan fantasi cinta Mi-ho. Meski Mi-ho tidak merasa kalau ini tidak adil, dia mendorong Mi-ho untuk menanyakannya. Mi-ho pulang ke rumah dan mencobanya dimana dia memberikan Dae-woong beberapa skenario ‘seandainya’. Bagaimana kalau mereka akan tenggelam dan hanya ada satu papan kayu? Bagaimana kalau ada kebakaran dan hanya satu orang yang bisa keluar dengan selamat? Bagaimana kalau mereka tergantug di jurang dan hanya ada satu tali?

Tidak mengerti maksud Mi-ho, Dae-woong menertawakan skenario itu dengan berkata kalau hal2 itu tidak akan pernah terjadi. Ketika Mi-ho menjadi semakin gelisah, Dae-woong mengaku kalau dia akan memberikan talinya pada Mi-ho tapi Dae-woong hanya bercanda dan Mi-ho tahu itu. Mi-ho menangkan diri dengan menghibur dirinya dengan memikirkan kalau Dae-woong tidak perlu ingin mati untuknya untuk membuat cinta mereka jadi nyata: “Bukan itu yang aku inginkan. Yang dia harus lakukan adalah tetap mengingatku. Itu yang aku yakini.”

Tapi keyakinan itu menjadi pukulan ketika lupa kalau Dae-woong sudah membelikannya sepatu. Mi-ho mengetes ingatan Dae-woong dengan bertanya apa yang mereka hindari waktu mereka pertama kali bertemu dan bagaimana Dae-woong memanggilnya. Ingatan Dae-woong lengkap tapi sedikit tidak jelas dalam detailnya – seperti apakah daun pohon dimana Mi-ho meletakkan Dae-woong bentuknya runcing atau bulat. Yang benar saja?!

Mi-ho semakin bekerja keras dan Dae-woong menebak kalau Mi-ho pasti khawatir bahwa hilang ingatan adalah salah satu bagian dari proses ‘penghilangan gumiho’dalam diri Mi-ho. Mi-ho menjawab kalau Dae-woong salah: “Aku ingat segalanya!” Sekali lagi, sedikit penenangan membuat Mi-ho yakin kalau tidak apa bila Dae-woong lupa beberapa hal. Mi-ho menyarankan agar mereka pergi keluar hari ini dan memastikan untuk mengingat semuanya tentang hari ini dan Dae-woong setuju. Tapi Dae-woong ingin diingatkan kemana Mi-ho ingin pergi kemarin dan itu membuat Mi-ho ketakutan lagi.

Mi-ho: Jika kau tidak bisa mengingat apa yang aku ucapkan kemarin, apa yang sebenarnya kau ingat? Kau akan melupakan segalanya, dan kau tidak akan memberikanku talinya, lalu kau akan bersama Tukang Fitnah Internet (Hye-in) dan Melong (Sun-nyeo), benar kan? Kalau itu benar, berarti sangat tidak adil buatku.

Mi-ho merenung dengan bertanya pada ajumma toko ayam apakah orang2 hidup bahagia setelah seseorang menderita. Ajumma berkata tentu saja – yang hidup harus tetap melanjutkan hidupnya. Jika kita semua menempel terus pada kenangan kita, kita akan menangis sepanjang hari dan tidak bisa melanjutkan hidup. Mi-ho menyadari kebijakan kalimat itu lalu menuju ke rumah untuk bicara dengan Dae-woong tapi, dia mendapati pintu terkunci. Mi-ho berpikir kalau Dae-woong marah padanya jadi lantas dia minta maaf masih dengan pintu yang tertutup itu. Tapi Dae-woong tidak akan membuka pintu itu jadi Mi-ho mendobrak pintu itu untuk masuk dan Dae-woong malah mengejutkan Mi-ho dengan makan untuk dibawa piknik ke kebun binatang!

Mereka mampir untuk melihat kakek setelah acara piknik itu dan kakek menduga Mi-ho pasti sangat special hingga mampu membawa Dae-woong ke kebun binatang. Bagaimana pun juga, orang tua Dae-woong meninggal setelah mereka pulang dari kebun binatang dan sejak saat itu, Dae-woong tidak suka kebun binatang. Mi-ho tidak tahu ini dan malah membuatnya memikirkan ulang berbagai hal: “Aku hanya ingin kau mengingatku. Aku tidak berpikir betapa menyakitkannya kenangan itu jadinya.”

Ketika dia dan Dae-woong menyilang hari ke-51 di calendar, ini membuat mereka berada di tengah2 100 hari yang harus mereka lalui. Mi-ho berkata, “Aku minta maaf bila kau merasa sakit. Tapi aku ingin memberimu banyak hal untuk diingat. Dengan begitu, aku tidak akan merasa bersalah sama sekali.” Mi-ho berpikir sendiri kalau dia akan puas dengan 50 hari ‘bahwa itu lebih indah dari 500 tahun.’

Hari ke-50 menandai keberangkatan mereka ke Cina dan pasangan ini berencana untuk bertemu di air port sebab Mi-ho punya urusan yang harus diselesaikan dulu. Dia mengatakan kalau dia harus mengucapkan selamat tinggal pada keluarga Dae-woong dulu dan ajumma toko ayam. Ketika yang lain berpikir kalau Mi-ho mengucapkan selamat tinggal untuk perjalanan singkat, Mi-ho tahu ini demi kebaikan semua.

Hye-in menemui Mi-ho untuk melakukan usaha terakhir untuk menghentikan Mi-ho bergabung dengan Dae-woong – dia hanya punya perasaan buruk kalau sesuatu yang buruk akan terjadi bila Dae-woong tetap tinggal dengan Mi-ho. Hye-in bahkan mengancam akan mengatakan kalau Mi-ho adalah gumiho, tapi Mi-ho malah tertawa pada hal itu sebab semua orang hanya akan berpikir kalau dia gila, khususnya sekarang setelah Mi-ho terdaftar sebagai warga negara yang sah.

Hye-in menggertak kalau Dae-woong adalah satu2nya yang tidak waras. Bagaimana Mi-ho menyihir Dae-woong? Mi-ho menjawab dengan simple: “Dengan menyukainya. Sebab aku sangat sangat sangat menyukainya, dia juga menyukaiku.” Jika Hye-in ingin pria seperti dia, Hye-in harus mencoba dengan mengatakan kalau dia sangat sangat sangat menyukainya. Lalu, Mi-ho mengajari Hye-in gerakan tangan ajaibnya.

Setelah itu, Mi-ho mengatakan selamat tinggal untuk pergi ke loteng dan bersiap-siap pergi – dan saat itulah Dong-joo menemukannya. Dong-joo tahu kalau Mi-ho pasti sudah merubah pikirannya untuk menghilang di Cina. Mi-ho bertanya apakah dia terlihat menyedihkan karena mau menderita demi Dae-woong. Dong-joo tidak melihat alasan kenapa Mi-ho mau melakukan itu untuk satu manusia rendah. Tapi Mi-ho berpikir kalau dia sangat terkesan melakukan itu dan meminta Dong-joo untuk tidak menghentikannya.

Mi-ho berkata, “Aku gumiho dan aku tidak bisa menjadi manusia, tapi untuk orang yang aku cintai, aku bisa memberikan segalanya. Aku suka itu!” Sekarang Dong-joo mengatakan motivasinya karena mencoba menghentikan Mi-ho melakukan itu. Dong-joo berkata, “Aku dulu percaya kalau melakukan apa yang diinginkan orang lain adalah cinta. Aku melakukan itu, dan selama lebih dari seribu tahun aku menyesalinya. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.” Mi-ho berujar, “Aku bukan Gil-dal mu.”

Hye-in berkata pada Dong-joo kalau tidak ada cara menghentikan pasangan itu, yang sudah sangat pasti akan pergi bersama. Jadi akhirnya, Dong-joo mengeluarkan kartu terakhirnya. Dia mengatakan bahwa satu2nya hal yang bisa dia lakukan adalah mengatakan yang sebenarnya pada Dae-woong. Dong-joo menjelaskan semua konsep gumiho, termasuk bagian dimana manusia yang mengembalikan manik2 pada gumiho akan mati. Dengan kebenaran itu, Hye-in diminta untuk menghentikan Dae-woong untuk tidak pergi dengan Mi-ho.

Hye-in memotong Van Dae-woong ketika dia berangkat menuju bandara dan menyuruhnya untuk kabur. Tapi sekarang, Dae-woong sudah lelah pada campur tangan Hye-in, tapi kali ini Hye-in punya informasi penting untuk diungkapkan: bahwa jika Dae-woong tinggal dengan Mi-ho, dia akan mati. Selagi Hye-in dan Dae-woong berdebat, Dong-joo menemui Mi-ho di bandara, dan sedang menunggu Dae-woong lalu mengatakan kalau dia tidak bisa membiarkan Mi-ho pergi. Dong-joo menjatuhkan bom dimana dia mengatakan kalau Dae-woong sudah dibuat sadar akan keadaan bila meminjam manik2 serigala.

Mi-ho kesal – kenapa Dong-joo melakukan itu? Mi-ho sudah memastikan agar Dae-woong tidak tahu yang sebenarnya. Mi-ho tidak pernah ingin membuat Dae-woong berada pada posisi membuat pilihan antara mati atau hidup demi Mi-ho.

Dong-joo yakin kalau Dae-woong tidak akan datang ketika dia tahu dia sekarat – dia akan berlari jauh dari Mi-ho. Meski dia datang sekarang, dia toh akan tetap lari nanti. Sekali lagi, Dong-joo menyebut keyakinan Mi-ho sebagai fantasi bodoh dan berkata kalau dia disini untuk menghancurkan ilusi itu. Oleh karena itulah, Mi-ho tidak bisa memberikan kesempatan pada Dae-woong untuk membuat pilihan itu secara jujur, sebab nantinya ilusi cinta Mi-ho akan hancur. Mi-ho perlu melindungi dirinya dan ketika dia menyadari Dae-woong tidak akan datang, dia bisa menerima kenyataan dan melanjutkan hidup.

Sekarang Dae-woong mengerti pilihan yang mereka hadapi – bahwa pada akhir hari ke-100 Mi-ho atau dia yang akan mati. Hye-in berpikir Dong-joo punya alasan sendiri mengapa mengatakan yang sebenarnya padanya dan Dae-woong menyimpulkan bahwa ini pasti cara Dong-joo untuk memisahkan dirinya dengan Mi-ho. Dae-woong mengerti kalau dia diharapkan untuk kabur.

Malah, Dae-woong memutuskan untuk pergi menemui Mi-ho, yang menumbulkan jeritan Hye-in, yang tidak mengerti kenapa Dae-woong melakukan itu padahal saat bersama Mi-ho dia akan mati. Dae-woong meledak, “Aku tidak akan mati!” Setelah itu, Dae-woong berlari ke bandara selagi Mi-ho menunggunya, yang semakin murung ketika semakin lama dia menunggu.

Selama itu pula, Dong-joo memerhatikan dan membuat sebuah usaha lagi untuk membuat Mi-ho mau mendengarkannya. Jika Mi-ho menyerahkan semuanya padanya, dia akan mengurus segalanya dan mereka bisa pergi bersama ke Jepang. Mi-ho bisa memikirkan ulang keputusannya selama sisa 50 hari ini.

Dengan putus asa, Mi-ho setuju untuk mencoba cara Dong-joo dan berjalan bersama Dong-joo ketika dia menuntun Mi-ho untuk membelikannya tiket baru. Akan tetapi, ketika Dong-joo berbalik untuk menanyakan arah, Mi-ho melarikan diri. Dia berlari ke arah pintu keluar, yang dihalangi oleh kerumunan yang membuat Dong-joo tidak bisa melihat Mi-ho kabur kemana. Ketika Mi-ho berlari, begitu pula Dae-woong yang mempercepat langkahnya menuju terminal saat Mi-ho meninggalkannya.

Mi-ho tidak cukup yakin akan pergi kemana tapi dia meyakinkan dirinya kalau tidak apa bila Dae-woong tidak datang. Sebab perasaannya bukanlah fantasi. Lalu, suara Dae-woong memanggil Mi-ho dari seberang jalan. Dengan yakin, Dae-woong berjalan di penyeberangan jalan tapi berhenti pada satu titik untuk bertanya, “Apa kau akan kabur? Meski pun aku disini?”

Reaksi Mi-ho bercampur senang dan khawtir tapi kemudian dia menyadarkan dirinya dan berjalan ke arah Dae-woong untuk bertemu dengannya. Dae-woong bertanya apakah benar salah satu diantara mereka akan mati dan menantang, “Karena semuanya sudah diputuskan, kau ingin aku hanya duduk dan menerimanya atau menyelamatkan diriku dan kabur?! Aku tidak bisa melakukan itu! Aku tidak akan melakukannya!”

Dae-woong membalikkan kepalanya ke Dong-joo yang memandangi, dan berkata pada Mi-ho kalau dia tidak akan menerima pilihan itu (Dae-woong atau Mi-ho yang mati). Dae-woong berkata, “Setengah dari 100 hari sudah lewat – ambil manik2nya sekarang!” Mi-ho ketakutan pada perkembangan yang seperti itu tapi Dae-woong mengaku kalau dia tidak tahu apa yang akan terjadi dan dia menambahkan dengan tatapan tajam ke Dong-joo kalau Dong-joo juga tidak tahu apa yang akan terjadi.

Dae-woong: Kita akan membuat keputusan dan menjalaninya. Aku akan menyerahkan setengah hidupku dan kau akan menyerah menjadi manusia dan kita akan melihat apa yang terjadi. Aku tidak tahu apakah kita akan hidup atau mati.
Mi-ho: Kalau begitu, kita meraih tali satu2nya.

Dae-woong mengangguk.

Dae-woong: Mi-ho. Aku mencintaimu. Aku tidak akan mati sendirian untukmu dan kau jangan mati juga untukku.
Mi-ho: Dae-woong, aku mencintaimu. Aku tidak akan mati untukmu dan jangan melakukan itu untukku.
Dae-woong: Sebagai orang yang mencintaimu, inilah keputusanku. Siapa yang tahu dimana ini akan berakhir. Jika kita hidup, kita berdua hidup. Dan jika kita mati, kita berdua mati.

Setelah itu, Dae-woong mencium Mi-ho ketika air mata jatuh di pipi Dae-woong. Dae-woong mundur beberapa saat dan kemudian mendekat lagi. Kali ini ada cahaya biru keluar dari mulut Dae-woong saat Mi-ho mengambil kembali manik2nya.

Dong-joo melihat semua ini dengan marah dan tidak percaya. Sedangkan, di apartemennya, kejadian ini membuat jam pasir Dong-joo jatuh. Sekarang pasir itu berimbang di kedua sisi jam. Pertanda apakah ini?

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 12

Standar

Dae-woong menyanyikan lagu gumiho untuk Mi-ho dan menarik tangannya dengan lembut untuk sebuah ciuman. Mi-ho tersenyum pada Dae-woong dengan ceria dan Dae-woong mengeluarkan cincinnya. Dae-woong mengatakan pada Mi-ho kali ini, ini sungguh2 dan menyelipkan cincin itu ke jari Mi-ho.

Dan kemudian, Dae-woong meletakkan tangannya di belakang kepala Mi-ho dan mendekat untuk sebuah ciuman lagi… tapi dihalangi oleh manik2 serigala yang memukul-mukul dadanya. Dae-woong meraih dadanya dengan kesakitan dan Mi-ho menilai kerusakannya. Mi-ho berkata kalau manik2 serigala itu tidak melakukan penyembuhan sejak Dae-woong membagi ki-nya dengan wanita lain. Dan manik2 itu bertingkah karena Dae-woong secara alami berpikir tentang berpasangan.

Dae-woong bergerak dengan kaget dan malu dan mengatakan kalau dia tidak memikirkan tentang itu. Mi-ho tersenyum pada Dae-woong dan berkata kalau dia tidak perlu berbohong – manik2 itu mengatakan yang sebenarnya. Mi-ho kemudian memberengut sebab menyadari kalau sampai manik2 itu sembuh, mereka tidak bisa berpasangan. Mi-ho mencibir, seperti anak kecil yang permennya diambil.

Dae-woong memegangi dadanya ketika kekecewaan terekam jelas di wajahnya. Dae-woong bertanya, “Kenapa manik2 harus melakukan itu?” Mi-ho menjawab kalau itu karena Dae-woong sudah dikotori oleh wanita lain. Dae-woong menolak hal tersebut dan mengatakan bahwa dia diserang. Mata Dae-woong melebar waktu Mi-ho menyimpulkan kalau jika manik2 serigala belum sembuh, Dae-woong pasti melakukannya secara sungguh. Dae-woong: “Aku langsung mundur!”

Mi-ho berhenti untuk beberapa saat lalu berkata, “Woong, jika kau bisa menanggungnya (rasa sakit), maka kita bisa…” Dae-woong mengangguk dan bergerak untuk mencium lagi. Mi-ho terlihat memberengut lalu menggoda Dae-woong untuk mencoba lagi. Dae-woong mencoba lagi tapi sia2 dan dia akhirnya menyuruh Mi-ho untuk duduk menjauh saja.

Dong-joo ternyata menjadi penguntit dan dia telah mengikuti Mi-ho dan Dae-woong hari itu, ketika mereka bertemu di chapel. Dong-joo berkata pada dirinya kalau dia ingin melindungi Mi-ho dari kematian Dae-woong dan menghilangkan rasa sakitnya tapi dia tidak bisa menghentikannya sekarang. Di rumah, Mi-ho menulis rencana hidup yaitu daftar tujuan yang ingin dia capai ketika menjadi manusia. Isinya sebagai berikut:
1. Berpasangan dengan Dae-woong (Ketika manik2 serigala sembuh)
2. Menikahi Dae-woong (ketika 100 hari berkahir)
3. Punya anak dengan Dae-woong (satu tahun kemudian, lalu satu kali tiap tahunnya)
4. Hidup bahagia bersama Dae-woong selamanya.

Dae-woong tersenyum pada awalnya tapi ketika tiba di bagian punya anak, khususnya waktu melihat rencana punya anak tiap tahun, dia mulai terlihat takut. Dia mulai membayangkan perkembangannya dan berakhir dengan sekelompok anak bernyanyi, “Ayah, belikan kami daging!” Dae-woong menghilangkan angan2nya dan berteriak, “Tidak!” Dae-woong berkata kalau dia tidak bisa mematuhi rencana hidup yang membuatnya menikah di usia 21 tahun dan punya anak usia 22 tahun. Dia kabur ke kamarnya. Dae-woong secara diam2 berterima kasih pada manik2 serigala karena sudah mengacaukan rencana hidup Mi-ho.

Keesokan harinya, Mi-ho bertanya pada ajumma pedagang ayam tentang rencana itu. Ajumma meminta Mi-ho untuk pelan2 saja dengan membuat rencana 10 tahunan. Mi-ho mendengar kalau pembangunan di dekat sana merobohkan sebuah pohon besar tadi malam dan Mi-ho bertanya-tanya apa yang akan dilakukan penghuni pohon itu. Seorang anak lelaki mengerikan melihat Mi-ho lewat dan langsung tahu kalau Mi-ho adalah serigala. Anak itu mengikuti.

Mi-ho pergi untuk menemui Dong-joo, yang tidak senang mendengar acara perdamaian Mi-ho dan Dae-woong. Dong-joo mendesah kalau sekarang Mi-ho akan berhenti mendengarkannya dan berkata pada Mi-ho kalau dia tidak lagi bisa hadir dan menjaga Mi-ho. Dia sudah tinggal cukup lama di suatu tempat dan sedang bersiap-siap untuk pergi. Mi-ho bertanya apa ini karena dirinya. Dong-joo mengakuinya dan menambahkan karena Mi-ho, dia melanggar banyak aturannya sendiri serta terlibat dimana seharusnya dia tidak terlibat. Dong-joo minta maaf karena tidak bisa menjaga Mi-ho sampai akhir.

Ketika Dong-joo bertanya bahwa dia berpikir untuk pergi ke tempat yang terpencil, seperti sebuah pulau, Mi-ho mendesah kalau dia tidak bisa mengunjungi Dong-joo sebab dia takut air. Dong-joo takut mendengar itu dan bertanya-tanya kenapa ketika binatang lain takut pada api, Mi-ho malah takut pada air. Mi-ho mengatakan kalau Nenek Samshin membuatnya keluar dari api dank arena itulah ekor Mi-ho berpijar biru seperti nyala api.

Mi-ho berkata pada Dong-joo kalau sebelum mereka berpisah, dia akan menunjukkan ekornya pada Dong-joo di bawah sinar bulan. Mi-ho menyebut sinar bulan dengan ‘dal gil’ yang kita tahu adalah nama wanita yang dicintai Dong-joo di masa lalu. Dong-joo tidak bereaksi. Ketika mereka berpisah, Dong-joo melihat anak lelaki mengkuti Mi-ho dan langsung memasang wajah serius. Di lokasi syuting, Dae-woong mendengar kalau syuting aksi laga bisa saja dilakukan di Cina. Dia menjadi resah pada kemungkinan itu sebab harus berpisah dari Mi-ho selama 2 bulan.

Di wajah Hye-in ada bisul merah (jerawat kali ya!) dan Mi-ho menikmati kemenangannya yang kebetulan. Hye-in berkata kalau Mi-ho sama sekali tidak punya rasa malu dan harga diri, dengan menempel pada Dae-woong lagi ketika dia berkata kalau dia akan pergi. Mi-ho berkata dengan gambling kalau dia tidak punya hal itu dan untuk itu, dia akan menikah dengan Dae-woong serta hidup bahagia selamanya. Mi-ho menambahkan beberapa mantra lagi dan meninggalkan Hye-in yang bimbang.

Dae-woong mengundang Mi-ho ke rumah kakeknya untuk makan malam dan anak kecil itu langsung melihat kalau Dae-woong sedang menjaga manik2 serigala Mi-ho. Anak itu menabrak dengan sengaja dan menemukan kalau manik2 itu memiliki bau api jin. Anak itu menjila tinjunya ketika berpikir mencuri penyembuh berharga seperti itu. Dia mengikuti Dae-woong tapi Dong-joo menangkapnya di tengah perburuan dengan berkata kalau dia tahu anak itu siapa. Si anak berkata, “Kalau begitu kau aku jin?!”

Dong-joo mendorong anak itu untuk membunuhnya tapi anak itu memohon agar nyawanya diampuni. Anak itu berkeras kalau dia hanya ingin berteman dengan gumiho sebab manik2nya terciuma seperti api jin. Dong-joo terhunyung-hunyung mendengar berita ini. Ini adalah bukti yang diberikan padanya kalau Mi-ho dan Gil-dal saling terhubung. Anak itu melihat kesempatannya dan lari sedangkan Dong-joo berdiri megap2 dan bertanya-tanya apakah mereka berbagi wajah yang sama bukan kebetulan.

Di rumah kakek, Mi-ho memainkan seruling dan melakukan tarian tradisional yang membuat semua orang senang. Ini adalah pertunjukkan yang tepat buat Mi-ho yang menguasai bakat tradisional sebab kakek menyukai kebudayaan tradisional. Mi-ho makan dengan baik, tapi hanya daging sapi, yang membuat Min-sook sedikit kesal sebab dia telah menyiapkan makanan yang lain. Min-sook berkeras agar Mi-ho mencoba sayuran dan nasi, jadi Mi-ho mengambil acar dan memandangnya seolah-olah itu adalah racun. Dae-woong yang menyelamatkan dengan mengalihkan perhatian kakek dan Mi-ho menyuapi Dae-woong ketika kepala kakek dan bibi berbalik.

Di atas di kamar Dae-woong, Mi-ho sangat senang dapat melakukan hal2 yang dia pelajari ketika menunggu seorang suami berabad-abad yang lalu… di depan keluarga suaminya nanti. Dae-woong memikirkan dengan teliti fakta bahwa Mi-ho telah hidup selama berabad-abad, yang membuat usianya yang 20an hanya terlihat seperti satu bip di radar Mi-ho.

Dae-woong bertanya apakah Mi-ho tidak takut pada pikiran tentang semakin menuai dan bahkan sekarat. Dae-woong berkata kalau hal2 ini adalah hal yang tidak hadapi karena Mi-ho sudah hidup selama beratus-ratus tahun tapi hal ini adalah hal yang secara universal ditakuti manusia. Mi-ho berkata, “Aku tidak hidup… aku hanya ada. Aku ingin berubah dan mengisi waktuku ketika aku hidup.”

Mi-ho mengatakan pada Dae-woong bahwa ketika dia terkurung di dalam lukisan, dia mendengarkan begitu banyak harapan/doa orang2 dan yang diinginkannya adalah memiliki harapan seperti mereka. Mi-ho mengakui kalau rencana hidupnya mungkin terlihat sepele dan biasa tapi itulah yang Mi-ho saksikan sebagai harapan semua orang. Dae-woong berjanji untuk membuat kenangan baru bersama Mi-ho dan mereka pun berfoto bersama.

Dong-joo mengunjungi Kuil Samshin dan bertanya pada Nenek apakah dia menciptakan Mi-ho keluar dari api jin Gil-dal. Air mata kemarahan muncul ketika Dong-joo bertanya apakah dia mengulangi semua kesalahannya lagi. Dia menangis ketika dia ingat membunuh Gil-dal. Sedangkan. Dalam perjalanan pulang, Mi-ho dan Dae-woong dilewati oleh pasangan yang tangan mereka saling melingkar satu sama lain dan Mi-ho berkata kalau meskipun mereka telah menjadi pasangan, tidak ada yang berbeda bagi mereka. Mi-ho menuduh Dae-woong telah menggunakan manik2 serigala untuk membuatnya tetap jauh.

Dae-woong memutuskan bahwa mereka telah memulai sekarang, jadi dia harus menaikkan level mereka. Dae-woong mengeluarkan tangannya dan Mi-ho memberikan dae-woong tangannya. Dae-woong memeriksa dan manik2 serigala kelihatan baik2 saja dengan hal itu jadi kemudian Mi-ho menggandengkan tangan. Itu kelihatannya baik2 saja dan Mi-ho menarik tangan Dae-woong untuk dilingkarkan di bahunya. Dae-woong berpura-pura tentang ketidaksenangan manik2 serigala tentang itu, yang hanya membuat kacau Mi-ho. Mi-ho memberengut, tapi ketika Dae-woong mengambil tangannya lagi, kali ini mengunci jari2nya, Mi-ho tersenyum. Mereka berjalan pulang ke rumah sambil mengayunkan tangan mereka ke depan dan belakang.

Dae-woong berhenti di toko untuk mendapatkan sesuatu dan menyuruh Mi-ho pulang duluan. Ketika Mi-ho sampai, Dong-joo sedang menunggunya. Dong-joo lupa diri untuk beberapa saat, berkata pada Mi-ho seolah-olah bicara pada Gil-dal dengan berkata kalau sudah lama sekali dan bahwa dia merindukannya. Mi-ho bertanya apakah Dong-joo disini untuk mengucapkan selamat tinggal, tapi tidak, Dong-joo disini untuk mengucapkan halo, lalu berkata kalau dia akan tinggal untuk menjaga Mi-ho.

Dong-joo menyentuh wajah Mi-ho dengan manis dan air mata muncul di matanya. Mi-ho berkata kalau Dong-joo tidak perlu khawatir. Dia akan menjadi manusia dan hidup bahagia bersama Dae-woong. Hal itu membuat air mata Dong-joo mengalir lebih banyak dan kali ini, Dong-joo berkata kalau dia akan melindungi Mi-ho sampai akhir.

Dae-woong mencetak foto pertama mereka dan membeli album untuk tempatnya. Dia berkata pada diri sendiri kalau mereka bisa mengisinya bersama-sama, mulai sekarang. Dalam perjalanannya pulang, Dae-woong menghampiri Dong-joo, yang mengatakan kalau rencananya untuk pergi telah ditunda. Dae-woong berubah menggunakan bahasa yang kurang sopan, dengan berkata kalau itu tidak apa yang penting Dong-joo tetap pergi. Dong-joo meminta Dae-woong untuk menjaga agar manik2 serigala itu dengan baik dan Dae-woong menyindir berpikir kalau Dong-joo sudah melewati batasnya. Dong-joo menambahkan, “Dan ketika tiba waktunya dia (Mi-ho) untuk pergi, biarkan dia pergi.”

Dae-woong: “Tidak ada waktu dimana Mi-ho ingin pergi dan aku tidak punya keinginan untuk membiarkannya pergi. Mulai dari sekarang, Mi-ho dan aku akan hidup bahagia untuk waktu yang sangat, sangat lama.”

Dong-joo melihat Dae-woong pergi, berharap bahwa orang lain yang menjaga manik2 serigala itu, untuk melindungi Mi-ho dari sakit hati yang tidak tertahankan. Dong-joo menyadari kalau dia harus menjaga Dae-woong selama Dae-woong membawa manik2 itu, jadi dia memutuskan kalau jin kecil itu harus dibunuh.

Hari berikutnya, Dae-woong dan Mi-ho makan di rumah dan Dae-woong mencoba untuk membuat Mi-ho memakan makanan diet yang lebih seimbang. Mi-ho berkata kalau dia akan mulai saat dia menjadi manusia dan memandang sayuran dengan curiga. Dae-woong berkata kalau Mi-ho bisa memakan makanan seperti ini sekarang karena dia gumiho tapi kalau Mi-ho tetap begini, “Kau akan segera berubah dari serigala menjadi babi.” Dae-woong berkata kalau makan sayuran akan membuat kulit menjadi lebih sehat dan membuat Mi-ho lebih cantik. Mi-ho: “Bagaimana mungkin aku menjadi lebih cantik? Aku sudah puas dengan yang sekarang!”

Dae-woong mendapat telpon kalau syuting di Cina akan berlangsung, yang artinya Dae-woong akan sendirian di luar negeri selama 2 bulan. Hye-in mengatakan berita itu pada Mi-ho dengan mengatakan kalau Dae-woong menjadi bimbang karena Mi-ho. Dae-woong menemukan Mi-ho ketika dia mencibir, “Wooooooong, Woooooooooong,” sendirian. Sambil mendesah, Mi-ho menyuruh Dae-woong untuk pergi dan tidak mengkhawatirkannya.

Dae-woong melihat betapa patah semangatnya Mi-ho, jadi dia membuat daftarnya sendiri: Sembilan Alasan Kenapa Bagus Punya Pacar Gumiho – 1. Dia unik dari semua yang ada di dunia, 2. kau bisa berkeliaran di jam apa saja pada malam hari sebab dia kuat, 3. dia tidak pura2 malu sebab dia blak-blakan dan jujur, 4. jika dia menyukaimu, dia meneriakkannya dimanapun dia berada, 5. dia percaya diri, 6. dia penuh perhatian, 7. dia tahu dua masa kematian yang sama, 8. Dae-woong bisa percaya kalau Mi-ho tidak akan pernah meninggalkannya, 9. “Aku sangat, sangat, sangat, sangat, sangat menyukaimu.”

Mi-ho pingsan karena saking bahagianya dan ketika kamera diputar, mereka tidak hanya punya satu penguping tapi dua! Dong-joo terlihat terluka dan Hye-in terlihat kesal. Hye-in tidak ingin ikut campur lagi tapi Dong-joo berkeras kalau mereka harus memisahkan Mi-ho dan Dae-woong. Ketika Mi-ho mengunjungi Dong-joo beberapa saat kemudian, untuk bertanya apa dia mungkin bisa pergi bersama Dae-woong jika dia menggunakan paspor barunya, Dong-joo menggunakan jin itu sebagai alasan untuk mengirim Dae-woong pergi dan membuat Mi-ho tetap tinggal.

Waktunya bagi Dae-woong untuk pergi dan Mi-ho menunjukkan pada Dae-woong kalau dia akan memakan sayurannya seperti gumiho yang baik. Dae-woong memberikan album foto pada Mi-ho dan menyuruhnya untuk mengisinya dengan banyak foto jadi dia bisa memberitahu Dae-woong apa saja yang dia lakukan selama Dae-woong pergi. Dae-woong pergi dan berbalik untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir. Mi-ho terlihat begitu sedih hingga Dae-woong kembali untuk memberikan sebuah kecupan di pipinya. Dae-woong berjanji kalau manik2 serigala sudah sembuh maka dia akan mencium Mi-ho dengan pantas.

Selagi Dae-woong pergi, Mi-ho merekam semua waktunya, bermain dengan Ddoong-ja, mendekatkan diri dengan kakek, Min-sook, ajumma toko ayam, Sun-nyeo serta memakan sayurannya. Setelah sebuah piring sayuran, Mi-ho berkata pada diri sendiri, “Ah, begitu enak… TIDAK!”

Dae-woong tiba di rumah pada akhir pekan dan tidak sabar ingin memberi kejutan pada Mi-ho. Sedangkan, Mi-ho ada di rumah Dong-joo, dimana Dong-joo menunjukkan pada Mi-ho rumah yang dia siapkan di Jepang. Dong-joo mengatakan pada Mi-ho kalau dia akan pindah kesana… bersama Mi-ho. Mi-ho mendesah putus asa, bertanya apakah Dong-joo akan menyuruhnya untuk meninggalkan Dae-woong lagi. Mi-ho berkata kalau dia punya banyak banyak sekalu rencaana hidup dengan Dae-woong, jadi Dong-joo bisa melupakannya saja. Dong-joo mengatakan karena jin itu sehingga Mi-ho harus menjauh dari Dae-woong sampai 100 hari berakhir.

Ketika Dae-woong sedang menunggu Mi-ho di luar, jin itu mendapatkan kesempatannya. Dia berpura-pura terluka jadi Dae-woong akan mendekatinya lalu, dia memukul Dae-woong hingga pingsan. Berikutnya, Dong-joo mengantar Mi-ho pulang, dia merasakan pisau gaibnya mulai beraksi, jadi Dong-joo menepi untuk menangkap jin itu. Dong-joo meminta Mi-ho untuk tidak mengikuti sebab kekuatan pisau itu akan berpengaruh pada Mi-ho. Mi-ho sadar kalau Dong-joo adalah pemburu sejati, yang menangkap makhluk2 seperti dirinya.

Di gym, jin itu bertanya-tanya bagaimana mengeluarkan manik2 itu tanpa melukainya. Dae-woong sadar dan kaget mendengar anak itu bicara tentang manik2nya. Jin itu mengira kalau Dae-woong ditipu oleh serigala itu untuk membawa manik2nya dan mengatakan pada Dae-woong kalau dia membawa manik2 itu, maka Dae-woong akan mati.

Jin itu meminta manik2 itu dan ketika Dae-woong manolak, dia mulai menyerang Dae-woong. Dong-joo muncul tepat waktu, mengoleskan darahnya pada belati itu lalu melemparkannya ke jin itu. Tapi jin itu berhasil lolos, namun, Dong-joo berhasil mempermainkannya. Jin itu berusaha kabur. Dae-woong mengembalikan belati Dong-joo dan bertanya yang tadi itu apa. Dae-woong bertanya tentang apa yang dikatakan jin itu – apa benar dia akan mati?

Di luar, Mi-ho menangkap jin itu, yang sangat terluka untuk membebaskan dirinya dari genggaman Mi-ho. Jin itu mengatakan hal yang sama pada Mi-ho, menyebut Mi-ho jahat karena sudah menggunakan manik2nya untuk mencuri ki manusia. Dia tidak hanya mengatakan pada Mi-ho kalau manusia itu akan mati ketika dia akan mengambil kembali manik2nya tapi bahwa Dong-joo tahu segalanya. Mi-ho berdiri membeku disana dan memikirkan kalau dia mengambil manik2 itu maka Dae-woong akan mati.

Di gym, Dong-joo berbohong pada Dae-woong, dengan mengatakan kalau Dae-woong menolak untuk mengembalikan manik2 itu setelah 100 hari maka Mi-ho akan mati. Dong-joo memperingatkan Dae-woong sekali lagi untuk menjaga manik2 itu dengan baik. Dae-woong balas menjawab kalau Dong-joo tidak perlu meminta sesuatu yang Dae-woong sudah bilang akan dia lakukan.

Di taman, Mi-ho memikirkan kata2 misterius Dong-joo tentang hidup di dunia ini tanpa Dae-woong dan Mi-ho mulai menangis. Ketika air mata Mi-ho mulai keluar, hujan pun juga turun dan Mi-ho bertanya, “Woong, apa yang aku lakukan?” Di rumah, Dae-woong memperhatikan hari2 Mi-ho tanpa dirinya dan dia melihat kalender 100 hari itu dengan penuh harapan. Dae-woong tersenyum kalau mereka hampir sampai disana hingga Mi-ho bisa menjadi manusia. Dae-woong melihat Rencana Hidup Mi-ho yang ditempel di tempat tidurnya dan menambahkan ‘Dae-woong dan…’

Mi-ho menemui Dong-joo. Dia tidak mengungkapkan apa yang dia tahu, tapi bertanya apa yang terjadi pada Gil-dal untuk membuatnya tetap menjadi manusia. Dong-joo mengatakan kalau Gil-dal menyalahkan pengkhianatan cinta dan dia tidak akan membiarkan itu terjadi pada Mi-ho. Dong-joo mengaku kalau dia mengatakan pada Dae-woong bahwa jika Dae-woong tidak mengembalikan manik2 itu ada Mi-ho maka Mi-ho akan mati.

Mi-ho memandangi belati Dong-joo lalu bertanya apakah benda itu akan membunuhnya. Dong-joo berkata kalau itu akan membunuhnya lalu memindahkannya tanpa memikirkan hal lain dari pertanyaan Mi-ho. Ketika Dong-joo meninggalkan ruangan itu, Mi-ho memutuskan, “Aku harus menghilang.” Mi-ho pulang ke rumah untuk menemui Dae-woong yang kegirangan, yang bertanya kenapa Mi-ho sama sekali tidak bereaksi. Dae-woong mengaku pulang ke rumah karena merindukan Mi-ho dan bertanya pada Mi-ho kenapa Mi-ho tidak memberitahunya fakta kalau Mi-ho akan mati bila dia tidak mengembalikan manik2nya.

Dae-woong berkata kalau dia akan setia dan mengembalikannya pada hari ke-100, seperti yang dijanjikan. Mi-ho memandangi Dae-woong sambil menangis, “Aku yakin kau akan mengambalikannya.” Dae-woong bertanya kenapa Mi-ho menangis dan Mi-ho berkata kalau itu karena dia sangat menyukai Dae-woong. Dae-woong menghapus air mata Mi-ho dan berujar, “Ketika kau dekat denganku, rasa sakitnya berhenti, kan? Aku tidak akan pernah pergi dari sisimu!” Dae-woong meletakkan tangan Mi-ho di dadanya.

Dae-woong: Aku akan melindungimu.
Mi-ho: Dan aku akan melindungimu.

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 11

Standar

Merasakan kerusakan pada manik2 serigalanya, Mi-ho kehilangan kesadaran dan jatuh dari tangga. Untungnya, dia mendarat di atas matras di bawah, tapi lukanya lebih tentang manik2nya ketimbang jatuhnya.

Dae-woong mendorong Hye-in dengan kasar dan marah. Suara ribut2 menarik perhatiannya, dan matanya melebar melihat Mi-ho terbaring tidak sadar di atas matras. Sutradara ingin menelpon dokter, tapi karena hal itu akan menimbulkan masalah yang lebih besar, Dae-woong mencoba meyakinkan untuk tidak perlu melakukan itu. Ketika Mi-ho sadar, ekspresinya sama sekali tidak menunjukkan sikap biasanya – malahan, dia terlihat kesal. Matanya biru, yang merupakan bukti kalau sifat gumihonya meluncur tanpa bisa dia kendalikan.

Hye-in mendapati jalan keluarnya dihalangi oleh Dong-joo, yang memasang ekspresi menakutkan di wajahnya. Dong-joo mengatakan pada Hye-in kalau Hye-in sangat bodoh – ki Hye-in telah merusak manik2 itu, jadi Mi-ho sekarang akan mencoba membunuh Hye-in! Dong-joo memperingatkan, “Jika kau ingin hidup, kaburlah!” Dengan ketakutan, Hye-in keluar dari lokasi syuting dimana Mi-ho sudah melacak keberadaannya dan berusaha menghalanginya agar tidak kabur. Mi-ho membuat boks2 berjatuhan di sekitar Hye-in dan memojoknya Hye-in di jalan buntu. Mi-ho menggeram, “Mati!”

Mi-ho menggapai tiang yang berat untuk dilemparkan ke Hye-in, dimana pada saat itu Dae-woong muncul dan mengambil bagian yang terberat dari benda itu. Dia memohon agar Mi-ho berhenti, tapi Mi-ho mengatakan agar Dae-woong menyingkir. Dorongan Mi-ho membuat Dae-woong terlempar ke tiang yang lain, dan sesuatu jatuh dari kantong Dae-woong – cincin Mi-ho, yang Mi-ho minta agar dijaga Dae-woong.

Menghadapi Hye-in, Mi-ho mengulangi, “Mati.” Tapi ketika dia mencapai musuhnya, Dae-woong berlari untuk menghalanginya (menginjak cincin itu dalam aksinya) dan menarik Mi-ho untuk dipeluk. Dae-woong membalik Mi-ho agar menghadap dirinya tapi tetap mempertahankan pegangan eratnya ketika dia meminta maaf. Warna biru pada mata Mi-ho menyala-nyala tapi kemudian menghilang, yang membuat Mi-ho kembali ke dirinya yang semula.

Ketika Hye-in melarikan diri, Dong-joo menariknya untuk memberitahukan sebuah peringatan lagi, “Jika kau melakukan hal bodoh seperti ini lagi, aku akan membunuhmu.” Dong-joo berkata kecemburuan bodoh Hye-in menghancurkan harapan dan keinginan dalam hatinya. Dan untuk sekali saja, Hye-in kelihatannya menyesali perbuatannya.

Manik2 Mi-ho tidak rusak karena ciuman itu dan dia menganggapnya sebagai luka kecil. Melihat Dae-woong berdarah karena dorongannya barusan, Mi-ho khawatir kalau dia sudah melukai Dae-woong. Dae-woong mengesampingkan lukanya dan menegaskan kalau semua ini adalah salahnya. Mi-ho menyanggah Dae-woong dengan mengatakan dia bisa saja membunuh Hye-in hari ini dan melukai Dae-woong. Mi-ho berkata, “ Seperti yang Hye-in katakan, aku adalah seekor monster yang sangat menakutkan dan dibenci!”

Dae-woong bersikeras kalau Mi-ho bukan monster, dan bahwa dia tidak menakutkan. Tapi Mi-ho mengatakan kalau Dae-woong yang berlari ketakutan karena perasaan Mi-ho sama seperti Hye-in yang lari karena kerusakan fisik. Mi-ho menyadari siapa dia sebenarnya dan sekarang merasa bersalah pada bagaimana dia telah menakuti Dae-woong selama ini dengan kelancangannya.

Lebih jauh, Mi-ho memikul semua kesalahan hari ini sebab Hye-in bersikap seperti itu setelah mengetahui kalau cincin itu sebenarnya buat dia. Mi-ho meminta maaf, “Tapi karena aku juga tidak bisa langsung pergi, aku juga minta maaf untuk itu.” Dae-woong berkata kalau Mi-ho tidak melakukan hal yang salah hari ini dan sisi ‘seperti monster’ itu sangat normal. Mi-ho bersikap seperti pacar, sebab beginilah manusia bersikap bila dia berpikir pacarnya berselingkuh. Sadar bahwa dia telah menjatuhkan cincin Mi-ho, Dae-woong meminta Mi-ho menunggu ketika dia kembali ke lokasi syuting untuk mencari cincinnya.

Byung-soo melihat darah kering di dahi Dae-woong dan ketakutan. Tapi Dae-woong begitu ingin menemukan cincinnya dan mengabaikan lukanya serta meminta Byung-soo untuk ikut mencari. Dae-woong menjelaskan bahwa karena perasaan Mi-ho sudah dilukai, dia harus mulai menyembuhkannya.

Dong-joo menemukan Mi-ho dan sekali lagi meyakinkan Mi-ho untuk pergi dari Dae-woong setelah hari ke-100. Dong-joo memainkan Mi-ho dengan mengatakan kalau seseorang yang tahu identitas Mi-ho yang sebenarnya akan selalu melihatnya sebagai gumiho. Mi-ho mengaku kalau dia selalu berharap jika dia cukup menyukai Dae-woong, maka Dae-woong juga akan menyukainya. Dia tidak pernah berpikir untuk pergi setelah hari ke-100, tapi sekarang dia percaya kalau dia mungkin harus pergi. Dong-joo menasehati Mi-ho untuk mulai berlatih bagaimana hidup tanpa Dae-woong.

Dong-joo memperingatkan Mi-ho kalau kematian keduanya akan tiba. Mi-ho akan mulai kehilangan kekuatannya, tapi dia sudah sadar pada kemampuan mendengar dan menciumnya yang sudah menurun ketajamannya. Faktanya, dia sama sekali tidak bereaksi waktu Dae-woong tiba di belakangnya. Dae-woong bersikap sedikit cemburu melihat Dong-joo menjaga Mi-ho dan suasan menjadi tegang ketika para pria ini saling menyapa. Dae-woong mengucapkan terima kasih karena sudah menjaga ‘Mi-ho kami’ dan berkata kalau dia harus pulang ke ‘rumah kami.’

Dong-joo menjawab kalau dia sudah mendengar banyak tentang Dae-woong dan mengatakan kalau dia tahu hubungan kontrak mereka. Dae-woong mengaku kalau dulu dia memang menggunakan kata2 itu tapi reaksi Dae-woong menunjukkan kalau sudah cukup lama juga dia menganggap kalau dirinya dan Mi-ho memang memiliki hubungan.

Mi-ho melihat dunia dengan pandangan baru, memperhatikan kalau orang lain bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Dia berkata, “Tapi di samping menyukai Dae-woong, aku belum melakukan apa2.” Mi-ho memutuskan untuk menuruti nasehat Dong-joo dan berlatih hidup tanpa Dae-woong. Mi-ho mengambil pekerjaan dari ajumma penjual sup ayam dan membawa pulang boneka.

Di rumah, Dae-woong mengatakan kalau dia tidak bisa menemukan cincin itu tapi dia menjamin kalau dia akan menemukannya besok. Jawaban Mi-ho membuat Dae-woong kaget sebab Mi-ho mengatakan kalau Dae-woong tidak harus menemukan cincin itu atau dia juga tidak harus memakainya. Dae-woong mengatakan kalau dia akan menemukannya dan memakainya. Dae-woong lebih kaget lagi waktu Mi-ho mengatakan kalau dia akan mencari penghasilan sendiri. Mi-ho menjelaskan, “Sejak datang ke dunia manusia ini, aku telah bertindak tanpa rencana – hanya menyukaimu, mengikutimu, dan mempercayaimu. Aku rasa aku hanya hidup untuk terlihat bagus bagimu. Sekarang aku harus mempersiapkan bagaimana hidup tanpamu!”

Mencoba menyenangkan Mi-ho, Dae-woong menawarkan untuk membelikannya daging sapi kualitas tinggi. Tapi Mi-ho juga menolak yang ini. Mi-ho akan memberi makan diri sendiri mulai sekarang dan bahkan dia membeli telur dalam perjalanannya pulang. Dia memang belum mampu makan telur tapi dia akan memulainya. Dae-woong bersikeras, “Aku akan membelikanmu daging!” Mi-ho menjawab, “Sampai berapa lama?” Bingung karena sikap baru Mi-ho, Dae-woong bertanya apakah luka pada manik2nya juga membuat keyakinan Mi-ho padanya menghilang. Dae-woong memandangi Mi-ho dengan penuh kebingungan.

Sedangkan, Dong-joo menemui Hye-in dengan sikap lebih ramah dan menghantam Hye-in dengan ketakutan pada Tuhan. Hye-in memohon untuk ditinggalkan sendiri dan menawarkan untuk menjauhi Mi-ho serta keluar dari produksi film itu. Tapi Dong-joo menjawab kalau Hye-in harus melakukan sesuatu untuknya dan memerintahkan Hye-in untuk tetap bersikap seperti yang sudah2. Dong-joo ingin agar Hye-in terus ikut campur dalam hubungan Dae-woong dan Mi-ho, agar membuat Mi-ho melupakan Dae-woong. Merasa terpukul, Hye-in bertanya apakah Dong-joo juga ‘seperti Mi-ho.’ Dong-joo menjawab kalau dia setangah manusia.

Mencoba mencari tahu bagaimana cara mengembalikan hubungan mereka menjadi normal, Dae-woong berkata pada Mi-ho kalau dia tidak membagi ki-nya dengan Hye-in, dan bahwa Hye-in lah yang mengambil keuntungan darinya. Mi-ho percaya itu, jadi Dae-woong tidak tahu apa masalahnya.

Mi-ho berkata kalaupun Dae-woong tidak menyukai wanita lain, Dae-woong tidak bisa menyukainya. Dae-woong bisa memberinya makan tapi tidak hatinya. Mi-ho menyadari hari ini kalau dialah yang salah karena meminta Dae-woong untuk menyukainya dan berkata kalau dia tidak akan memberikan masalah lagi untuk Dae-woong – setelah 100 hari lewat, dia akan pergi. Reaksi pertama Dae-woong jelas senang tapi ada bagian dalam dirinya yang juga tidak senang jadi dia berhamburan keluar.

Dae-woong masuk lagi untuk mengatakan bagaimana Mi-ho bisa percaya pada Dong-joo dan mengatakan hubungan kontrak mereka. Meski Mi-ho terlihat tenang tapi ada bagian dalam dirinya yang berharap kalau Dae-woong akan mengatakan kalau dia bisa menyukainya. Dia tahu dan dengan sedih melihat kalau Dae-woong masih tetap tidak akan mengatakan kalau dia menyukai Mi-ho.

Keesokan harinya, Dae-woong kembali ke lokasi syuting untuk mencari cincin itu tapi dia menghentikan sebentar pencarian itu ketika dia tiba2 merasakan sakit di dadanya. Dia bertanya-tanya apakah manik2 yang bertingkah seperti ini, yang artinya Mi-ho sedang dalam masalah. Dae-woong langsung bergegas pulang. Dan benar saja: Mi-ho berbaring di rumah sambil menahan rasa sakit luar biasa ketika dia mengalami kematian keduanya. Dae-woong mendapati pintu depan terkunci dan karena dia tidak punya kuncinya, jadi dia tidak bisa masuk. Mendengar Dae-woong di depan pintu, Mi-ho menutup mulutnya untuk mencegah agar suara rintihannya tidak terdengar, tapi toh kelepasan juga. Itu membuat Dae-woong beraksi dengan menendang pintu dan berlari ke tempat dimana Mi-ho berbaring sambil memegangi jantungnya.

Dengan gelisah Dae-woong pergi menemui Dong-joo untuk meminta penghilang rasa sakit dengan alasan kalau obat itu untuk anjingnya. Dong-joo ikut saja berpura-pura meski sebenarnya dia tahu apa yang terjadi, lalu memberikan nasehat pada Dae-woong kalau bersamanya akan lebih menolong ketimbang obat. Dae-woong merawat Mi-ho semalaman dan mengambil tangan Mi-ho lalu mengatakan kalau dia minta maaf. Ketika Mi-ho bangun keesokan harinya, Dae-woong masih memegangi tangan Mi-ho dan tertidur di sisi tempat tidur. Dae-woong selanjutnya mendapati dirinya bangun di tempat tidurnya sendiri, dan tepat waktu mendengar Mi-ho berterima kasih pada Dong-joo untuk obatnya. Dae-woong lebih terganggu lagi waktu mendegar Mi-ho mengatakan kalau lain kali dia sakit, maka dia akan senang bila Dong-joo bersamanya.

Dae-woong baru tenang waktu Mi-ho mengucapkan terima kasih padanya tapi Mi-ho malah mempersingkat pertemuan mereka. Dae-woong menawarkan untuk menemani Mi-ho ke lokasi syuting jadi Mi-ho bergegas pergi yang membuat Dae-woong tidak bisa mengantarnya. Dae-woong kecewa pada hal ini tapi Mi-ho punya alasan sendiri yang dia ucapkan waktu berlari di jalanan: “Woong, aku sangat menyukaimu sampai sekarang, aku tidak bisa berhenti disana. Aku juga tidak bisa berbohong kalau aku tidak menyukaimu. Yang hanya bisa aku lakukan adalah tidak menunjukkan kalau aku menyukaimu. Yang bisa aku lakukan adalah berhenti memintamu untuk menyukaiku. Aku akan mulai pelan2 menjauhkan diriku darimu, aku rasa aku harus berlari kencang.” Sementara itu, di loteng Dae-woong melihat gambar daging yang ditempel Mi-ho mulai jatuh.

Min-sook diundang ke lokasi syuting dan Doo-hong akhirnya bisa bersikap dewasa dengan mengatakan yang sebenarnya pada putrinya. Jadi ketika Sun-nyeo mendekat, Doo-hong mulai memperkenalkan… dan pada saat itu, Min-sook mengeluarkan kentut yang, yeah, kecil tapi terdengar. Sun-nyeo mengkerutkan hidungnya dan Min-sook yang malu kabur dari lokasi syuting itu. Doo-hong mengejarnya dan mengatakan pada Min-sook kalau tidak ada alasan untuk Dae-woong untuk malu. Min-sook bertanya, “Apa kau tidak malu?” Doo-hong bersumpah kalau dia tidak malu. Min-sook bertanya lagi, “Apa tidak bau?” Sekali lagi, Doo-hong berkata tidak.

Ditinggal di rumah, Dae-woong merenungkan tentang kemerdekaan baru Mi-ho, dan bertanya-tanya, “Apa aku juga harus bersiap-siap untuk hidup tanpanya?” Dae-woong lalu melihat chart penghitungan mundur untuk melihat berapa hari yang masih tersisa. Dia kaget melihat betapa cepat waktu sudah berlalu. Dae-woong beralasan dia telah membuat kesalahan dan menghapus sebuah tanda silang merah untuk memberikan mereka waktu bersama sekitar 10 hari lagi.

Di lokasi syuting, Hye-in mendekati Mi-ho dengan sikap yang ramah, meski begitu Mi-ho memerhatikan kalau Hye-in lebih menakutkan ketika tersenyum. Hye-in senang mendengar kalau Mi-ho hanya akan berada disini selama 3 bulan tapi senyum di wajahnya hilang waktu Mi-ho mengatakan kalau Dae-woong tetap tidak akan memilihnya. Mi-ho berkata, “Woong tahu betapa kejamnya kau!”

Hye-in mencoba meraih kemengangan dengan mengatakan kalau setidaknya dia manusia tapi Mi-ho tidak melawan dan setuju, “Karena aku bukan manusia, aku tahu berbagai hal.” Lalu Mi-ho menggoyangkan tangannya dengan cara yang mistis dan mengucapkan kata2 mistis juga lalu menepuk Hye-in di kepalanya seolah-olah dia baru saja dikutuk dengan voodoo. Hye-in bertanya apa yang Mi-ho lakukan baru saja dan Mi-ho mengumumkan, “Kau akan perlahan-lahan bertambah jelek.” Hye-in menggertak kalau Mi-ho hanya bercanda tapi Mi-ho memintanya untuk menunggu dan melihat lalu berbisik, “Hati-hatilah.”

Mi-ho diminta untuk mengisi formulir untuk pekerjaannya yang menimbulkan sedikit masalah kecuali kalau dia memakai nama Park Sun-joo seperti yang Dong-joo nasehatkan. Di sisi lain. Dae-woong gembira mendengar suara seseorang tiba di loteng dan berpikir kalau itu pasti Mi-ho tapi ternyata itu kakek. Ini memberikan Dae-woong ide sebab Mi-ho jarang menolak permintaan kakek jadi dia menyarankan kakek untuk menelpon Mi-ho untuk diajak makan keluar.

Mi-ho menolak pada awalnya tapi Dae-woong mendesak kakek untuk bersikap seperti pria tua yang lemah untuk membuat Mi-ho setuju. Ketika Mi-ho tiba, kakek sudah pergi. Mi-ho memperhatikan papan hitung mundur itu sudah dihapus dan tidak mendengarkan protes tidak meyakinkan Dae-woong kalau Mi-ho telah salah hitung. Mi-ho mengeluarkan pulpen dan menandai kembali hari itu untuk membuat mereka kembali ke hitungan semula. Dae-woong mengatakan kalau Mi-ho bersikap dengan kepala dingin untuk hal ini. Ketika Dae-woong mulai menyanyikan lagunya lagi, dia merubah kata2nya menjadi, “Temanku Mi-ho adalah gumiho yang tidak punya perasaan. Dia adalah gumiho yang sangat kejam.”

Ketika Mi-ho bekerja mengelem mata boneka, Dae-woong mencoba memikirkan cara untuk mendapatkan perhatiannya. Dia melihat camcorder dan menunjukkannya pada Mi-ho dan mengingatkannya kalau mereka sebenarnya ingin pergi ke tempat seperti itu. Karena Mi-ho adalah gumiho yang tidak punya dokumen, mereka tidak bisa pergi ke luar negeri ke lokasi itu tapi Dae-woong sudah berusaha untuk menemukan tempat seperti itu, yang terletak di dekat kampusnya. Dae-woong akan mengajak Mi-ho kesana besok.

Mi-ho setuju dengan riang sebab dia ingin sekali melihatnya. Kemudian dia ingat pada keputusannya dan merubah pikirannya. Dia beralasan kalau dia sibuk dan tidak bisa pergi. Dae-woong meminta Mi-ho untuk menjadwal ulang tapi Mi-ho berkata, “Aku harus pergi setelah 100 hari. Jika aku tetap pergi ke tempat2 seperti itu denganmu, akan sulit nantinya. Aku berkata aku akan berlatih untuk pergi.”

Dae-woong terluka dan dia ingin tahu kenapa Mi-ho seperti itu, “Apakah latihan itu untuk menolak semua hal yang aku berikan padamu dan memalingkan wajah ketika aku bicara padamu dan menolak pergi ketika aku ingin pergi ke suatu tempat?” Mi-ho berkata iya. Dae-woong mengatakan pada Mi-ho kalau pergi adalah sesuatu yang tidak perlu dilatih – kau hanya melakukannya begitu saja. Kok jadi ingat Cinderella’s Stepsister?

Setelah Dae-woong pergi, Mi-ho mulai menangis dan berkata, “Berlatih sangat menyakitkan. Rasanya lebih menyakitkan ketimbang kehilangan ekorku.” Mi-ho melihat iklan itu dan berkata lagi, “Aku ingin pergi ke tempat itu.” Dae-woong yang ingat pada cincin yang hilang itu ternyata kembali ke lokasi syuting. Dengan berbekal senter dia mulai mencarinya. Dia tidak sukses dan Byung-soo menemukannya membungkuk keesokan harinya disana dan ternyata Dae-woong sudah semalaman mencari disana.

Akhirnya Dae-woong menemukan cincin itu. Dia tersenyum dengan penuh kelegaan. Berikutnya, Dae-woong menghampiri Hye-in tapi menolak permintaan wanita itu untuk bicara dengan berkata singkat, “Tidak ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu.” Hye-in bertanya apa benar Mi-ho akan pergi dalam 3 bulan dan dia senang pada jawaban Dae-woong. Kemudian Dae-woong berkata, “Tidak. Aku tidak ingin melepaskannya pergi. Aku akan memintanya untuk tetap bersamaku.” Hye-in lalu mengatakan kalau Dae-woong sudah dikuasai oleh Mi-ho dan Dae-woong mengakuinya, “Ya, aku sudah dikuasai dan aku sudah gila. Jadi kau dan pikiran warasmu seharusnya tidak perlu repot2 untuk mengerti atau peduli.”

Mi-ho mengisi lamaran pekerjaannya dengan menggunakan identitas Park Sun-joo lalu dia menemui Dong-joo untuk merayakan ultah Park Sun-joo. Dong-joo menghadiahkan kue dan mengucapkan selamat karena Sun-joo telah lahir. Mi-ho mengucapkan terima kasih atas bantuan Dong-joo dengan identitas baru ini tapi dia mengatakan kalau dia tidak akan menerima hal lain dari Dong-joo. Mi-ho ingin menanganinya sendiri, meskipun sulit. Mi-ho dengan penuh harap bertanya kalau dia melakukannya, “Meski perlu beberapa waktu, apa akan mungkin kembali pada Dae-woong.” Dong-joo menjawab, “Dae-woong tidak akan ada di dunia ini lagi!” Tapi Dong-joo mengatakannya dengan santai jadi Mi-ho tidak terlalu kaget.

Dae-woong pulang ke rumah sambil memikirkan komentar Byung-soo tentang formulir pekerjaan Mi-ho dan menemukan amplop dokumen Mi-ho. Di dalamnya, dia melihat paspor dan dokumen dengan nama Park Sun-joo dan Dae-woong mulai menyadarinya. Dia juga mendapati hp Mi-ho ditinggalkan dan sebuah sms dari Dong-joo tentang alamat pertemuan mereka. Dengan dokumennya, Dae-woong langsung menuju kesana tapi dia melewati Mi-ho dalam perjalanan keluarnya.

Dae-woong menemukan Dong-joo duduk sendiri di meja dan mencari tahu siapa Park Sun-joo. Dae-woong kaget pada jawaban Dong-joo kalau nama itu akan membuat gumiho hidup sebagai manusia. Sebab Dae-woong belum tahu kalau Dong-joo sudah tahu identitas Mi-ho yang sebenarnya. Lebih jauh, Dong-joo menjelaskan, “Setengah dari diriku sepertinya, bukan manusia.”

Dong-joo mengatakan pada Dae-woong kalau Mi-ho sedang menyiapkan semua hal untuk hidup tanpa Dae-woong, “Jadi ketika dia ingin pergi, yang harus kau lakukan adalah membiarkannya.” Dae-woong memikirkan ini berulang-ulang dan bertanya-tanya apakah Mi-ho akan tinggal dengan Dong-joo memakai nama baru ini. Dan jika dia tidak pernah kembali ke loteng mereka, apa selanjutnya?

Memikirkan bangunan di dekat kampus yang seharusnya menjadi tempat yang harus mereka kunjungi, Dae-woong pergi kesana sendirian. Dia memikirkan waktu Mi-ho mengatakan kalau dia menyukai Dae-woong dan akhirnya sampai pada kebenaran perasaannya, “Mi-ho, aku menyukaimu.” Berikutnya, Dae-woong melihat Mi-ho berdiri tidak jauh dari sana yang punya gagasan sama untuk mengunjungi tempat itu. Dae-woong mendekat dan mengatakan pada Mi-ho, “Mi-ho, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Menempellah padaku.” Mi-ho bertanya, “Apa tidak apa2 jika aku berbeda darimu?”

Dae-woong menjawab, “Tidak apa2. Ini aneh, liar dan gila tapi aku menyukaimu. Aku tidak menyukaimu sebab tidak apa2 bila menyukaimu. Itu karena aku menyukaimu, semunay baik2 saja.” Akhirnya! Ini memberikan Mi-ho keyakinan pada Dae-woong dan Mi-ho berkata, “Karena kau menyukaiku, sekarang aku bisa mengatakan padamu. Aku akan menjadi manusia.”

Dengan riang, Mi-ho menjelaskan kalau manik2 itu akan membantunya untuk menjadi manusia. Dae-woong bertanya, “Apakah kau memanfaatkanku untuk menjadi manusia? Apa kau menyukaiku karena aku memerlukanku?” Mi-ho menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau dia bisa saja memanfaatkan orang lain untuk menjaga manik2nya. Mi-ho: “Karena aku menyukaimu, aku memerlukanmu. Bukan karena kau memerlukanmu lalu menyukaimu.” Tapi ini tidak jadi masalah buat Dae-woong dan berkata, “Jika kau perlu aku, manfaatkan saja aku. Tapi sebagai gantinya, bertanggung jawablah atas diriku.”

Malam itu, Mi-ho menjelaskan tentang detail perpindahan manik2 itu meski Mi-ho masih tetap tidak sadar pada bagian Dae-woong akan mati setelah mengembalikannya pada Mi-ho. Dia juga menjelaskan kalau meminjam nama Park Sun-joo akan membantunya menjadi manusia secara sah. Serta dia akan bersenang-senang pada acara ultahnya dengan menerima hadiah dan kue.

Dae-woong memperhatikan kalau Mi-ho tidak mendapatkan lagu dan menawarkan untuk menyanyikan satu lagu untuknya. Dae-woong berhenti setelah satu baris ‘happy birthday’ dengan mengatakan kalau Mi-ho harus mendapatkan lagu yang special. Kemudian dia menyanyikan lagu tentang temannya gumiho. Kali ini Dae-woong mengganti kata2nya lagi dengan ‘gumiho yang manis’ dan bukannya ‘gumiho yang tidak punya perasaan.’ Dae-woong mengakhiri lagu itu dengan: “Aku menyukainya, pacarku.”

Mi-ho bertanya apa artinya ‘pacar’ jadi Dae-woong memegang tangan Mi-ho dan menariknya. Kemudian Dae-woong mencium Mi-ho…

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 10

Standar

Mi-ho menelpon Dae-woong untuk mengatakan kalau dia harus pergi dari sisi Dae-woong. Tatapan wajah Dae-woong terlihat marah dengan air matanya…

Dae-woong: Jangan kembali! Apa kau melakukan ini karena aku tidak berkata aku merindukanmu? Terakhir kali kau pergi tanpa berkata apa2, dan sekarang kau tidak akan melakukan apa2 tapi menelpon lalu menghilang? Kau… lanjutkan saja dan coba menghilang seperti ini. Dimana kau? Apa kau mengikutiku sepanjang perjalananku ke rumah sakit untuk check up? Dan bagaimana orang seperti itu akan menghilang dari sisiku? Jangan bergerak sejengkal pun dan tunggu disana. Aku akan menemukanmu!

Mi-ho khawatir kalau dia harus menghilang dan mengatakan pada dirinya untuk tidak menangis kalau tidak, cuaca akan berubah hujan. Mi-ho berkata kalau dia bisa kembali pada Dae-woong ketika dia bisa berdiri dihadapan Dae-woong dengan bangga sebagai manusia. Dia mulai berjalan pergi tapi kemudian, tentu saja dia tidak ingin pergi. Berikutnya, Byung-soo dan Sun-nyeo muncul dan bertanya kenapa Mi-ho disini sendirian. Mi-ho bersiap-siap untuk pergi tapi mereka berkeras agar Mi-ho ikut untuk makan daging sapi.

Mi-ho dengan segera mengunyah daging sapi di mulutnya sambil bergumam kalau dia harus menghilang. Dae-woong sampai di rumah sakit dan menelpon Mi-ho. Mi-ho menjawab dan dia tidak akan memberitahu Dae-woong dimana dia berada, kecuali kalau dia sedang makan dan Dae-woong mendengar suara Byung-soo lewat telponnya. Mi-ho dengan cepat makan daging yang terakhir dan mengucapkan selamat tinggal. Dia berkeliaran di jalan dan bertanya-tanya kemana dia harus menghilang. Dia sedang bertengkar dengan Guru Dong-joo jadi tidak mungkin kesana.

Kemudian, kakek dan Min-sook menepi di samping Mi-ho dan kakek meminta maaf karena sudah salah mengerti lalu meminta Mi-ho untuk masuk ke dalam mobil. Mereka membawa Mi-ho pulang dan memberikannya daging sapi (lagi) yang Mi-ho makan dengan cepat. Kakek memanjakan Mi-ho dan memberikan daging sapi lagi. Dia meminta Min-sook untuk membungkuskan daging sapi jadi bisa dibawa pulang oleh Mi-ho dan dibagi bersama Dae-woong. Mi-ho tidak menjawab telpon Dae-woong dan tidak bisa berkata tidak pada kakek atau daging sapinya, jadi dia terjebak.

Sedangkan, Dae-woong mengetahui dari Byung-soo dan Sun-nyeo kalau Hye-in hari ini melakukan sesuatu yang aneh di rumah sakit dan Mi-ho bersikap begitu pasti karena sesuatu yang dikatakan Hye-in padanya. Mi-ho meninggalkan rumah kakek dengan banyak makanan. Dia mengatakan pada dirinya sendiri kalau dia hanya akan mampir ke rumah untuk meninggalkan semua ini untuk Dae-woong lalu dia akan menghilang. Dalam perjalanan pulangnya, Mi-ho dihentikan oleh ajumma toko sup ayam, yang khawatir karena Mi-ho terlihat sedih.

Dae-woong melakukan hal yang sangat mengagumkan – dia langsung menemui Hye-in untuk menanyakan apa yang dia katakan pada Mi-ho. Hye-in mengatakan semuanya dan berkata kalau dia meminta Mi-ho untuk menghilang lalu mendesah dengan lega. Dia berpikir kalau dia sudah menyelamatkan Dae-woong dari monster yang menjijikkan. Dae-woong lalu berkata, “Mi-ho tidak menjijikkan atau monster. Dan Mi-ho, kecuali seseorang memaksanya, tidak akan pernah pergi dari sisiku. Aku tidak punya keinginan untuk membiarkannya meninggalkanku, jadi jangan bebani dirimu dengannya, atau siapa dia!” Hye-in menyebut Dae-woong gila dan Dae-woong mengaku kalau dia memang gila dan meminta Hye-in untuk menjauhi mereka.

Di rumah, Mi-ho memeluk boneka paha ayamnya dan merengus kalau dia sudah kehabisan alasan sekarang. Tapi dia tidak ingin pergi. Mi-ho menangis seperti gadis kecil, “Woong, aku tidak ingin pergi!” dan air mata Mi-ho pun jatuh. Cuaca mulai berubah hujan ketika Dae-woong bicara dengan Hye-in. Dae-woong berbalik dan melihat kalau di luar sedang hujan dan jantungnya Dae-woong rasanya copot. Dae-woong berlari keluar dan menelpon Mi-ho yang akhirnya menjawab telponnya. Dae-woong meminta Mi-ho untuk berhenti menangis tapi Mi-ho tidak bisa menghentikan air matanya. Dae-woong berkata, “Aku tidak ingin kehujanan. Kau harus berhenti menangis… jadi aku bisa mencarimu.”

Dae-woong sadar kalau hanya ada satu cara menghentikan tangis Mi-ho jadi Dae-woong berkata, “Aku merindukanmu.” Mi-ho langsung berhenti menangis dan terkejut. Dae-woong melanjutkan, “Aku sangat merindukanmu. Jadi berhentilah menangis jadi aku bisa mencarimu sekarang.” Dae-woong menutup telponnya dan hujan pun berhenti. Dae-woong menengadah dan tersenyum pada langit lalu dia pun mulai berlari.

Dong-joo bertemu dengan orang yang sangat mencurigakan untuk mendapatkan surat2 baru buat Mi-ho. Dong-joo meminta pria itu untuk mempersiapkan sebuah rumah di Jepang dan mengatakan kalau Mi-ho akan tinggal disana selama beberapa bulan, dengan identitas barunya. Di rumah, Mi-ho duduk sendirian menunggu. Dia memutuskan kalau dia tidak bisa pergi sekarang ketika Dae-woong akhirnya mengaku kalau dia merindukannya. Dia menyadari kalau satu2nya hal yang harus dilakukan adalah ‘menangani wanita itu.’

Mi-ho menemukan Hye-in di tempat parkir dan menakuti Hye-in dengan menggerakkan kendaraan yang sedang parkir dengan tangan kosong. Hye-in mencoba kabur sebab berpikir kalau Mi-ho ada disini untuk mengancamnya. Tapi ternyata, Mi-ho ada disini untuk meminta istirahat. Mi-ho menceritakan segalanya pada Hye-in dan berkata kalau dia bisa saja menakuti Hye-in tapi Mi-ho ingin melakukan hal yang manusiawi. Hye-in melihat kesempatan lain untuk mengubah ini menjadi kesenangannya. Jadi Hye-in bertanya apakah Mi-ho akan melakukan apa saja yang dia minta.

Hye-in membawa Mi-ho ke Doo-hong dan memperkenalkan Mi-ho sebagai temannya. Hye-in merancang sedemikian rupa sehingga Mi-ho hanya akan dijadikan sebagai stuntwoman bagi pemeran utama dan hanya jika temannya Hye-in yang menjadi pemeran utama. Dae-woong muncul di studio dan berjalan diantara kedua gadis itu dan menarik pergelangan tangan Mi-ho lalu berdiri diantara Mi-ho dan Hye-in. Dae-woong ingin tahu apa yang Hye-in lakukan pada Mi-ho. Hye-in jadi marah dan berkata apa Dae-woong sudah mengalami keterbelakangan mental. Pada saat inilah, Dae-woong menurunkan tangannya untuk memegang tangan Mi-ho.

Dae-woong mengambil tangan Mi-ho dan mereka pun berjalan pergi tapi Hye-in punya ucapan terakhir. Dia berkata kalau dia sudah mengetahui kalau Mi-ho itu sebenarnya sangat berguna dank arena itulah dia akan memanfaatkannya, sama seperti Dae-woong. Hal ini menyengat Dae-woong dan Mi-ho lalu Hye-in berjalan pergi dengan penuh kemenangan. Dae-woong merasa sangat bersalah soal ini dan meminta maaf pada Mi-ho sebab sudah memanfaatkannya. Mi-ho berkata kalau itu tidak apa – dia benar2 mengancam untuk memakan Dae-woong sebagai balasan. Dae-woong berkata kalau dia sangat2 menyesal.

Dae-woong membantu Mi-ho mempersiapkan film itu dan dia mengatakan kalau Mi-ho harus memakai kabel meski Mi-ho tidak memerlukannya dan untuk berpura-pura lelah. Mi-ho berpura-pura menjadi gadis yang lemah. Mereka lalu membaca naskah – yang ceritanya tentu saja mencerminkan kisah mereka berdua – sebuah cerita tragis dimana seorang wanita memberikan hatinya pada seorang pria lalu menghilang. Dan pria ini harus bertahan tanpa sang wanita.

Mi-ho mendapatkan kisah dalam film itu dimana karakternya melakukan adegan tanpa busana. Dae-woong berkata kalau Mi-ho tidak melakukan adegan seperti itu! Heheh… Dae-woong berujar, “Kau hanya melakukan adegan laga! Jangan baca bagian itu!” Mi-ho ingin mendengar Dae-woong mengucapkan bagian naskahnya jadi Dae-woong mulai mengutip.

Dae-woong: Saat pertama kali, ketika pakaianku basah oleh air matamu, aku berkata pada diriku sendiri kalau aku akan menunggu sampai pakaianku mengering. Tapi kemudian, mendung mulai bertambah besar, langit menjadi gelap, dan hujan yang menghalangi langkahku turun. Hujan yang tidak bisa dihentikan, tidak bisa dihindari, membasahiku… Kemana aku pergi? Aku telah tersesat. (Dae-woong berhenti sebab kalimat itu mulai menjadi kalimatnya sendiri) Meski aku berusaha berlari jauh, aku tetap saja kembali. Aku ingin melindungimu dan memperlakukanmu dengan baik. Aku pasti sudah kehujanan dan menjadi gila.

Mi-ho bersandar di punggung Dae-woong sebab dia tersentuh mendengar kata2nya. Dae-woong menggeser Mi-ho dan bertanya apa yang dia lakukan. Mi-ho berkata kalau itu adalah reaksi karakternya dan ketika Dae-woong berkata kalau itu tidak ada di naskah, Mi-ho berkata kalau kata2 terakhir Dae-woong juga tidak ada dalam naskah. Dae-woong berkata kalau dia mengacaukan naskahnya lalu kabur ke kamarnya.

Mi-ho menemui Dong-joo yang khawatir sebab Hye-in sudah tahu identitas Mi-ho yang sebenarnya. Dong-joo memberikan semua surat2 pada Mi-ho untuk memulai hidupnya yang baru. Tapi Dong-joo memeringatkan kalau untuk mendapatkan indentias baru itu, Mi-ho harus pergi dari Dae-woong dan semua orang yang mengenalnya sebagai Mi-ho. Dia tidak menyukai ide ini. Di rumah, Mi-ho melihat semua dokumen baru-nya dan mengkhayalkan hidup sebagai Park Sun-joo: mengendarai mobil, lulusan universitas, dan punya banyak uang. Tapi Mi-ho mematikan khayalannya sendiri dan mengatakan kalau tidak ada yang berarti bila Dae-woong tidak ada di sisinya.

Latihan untuk film itu dimulai. Tapi Sutradara Ban mengkhawatirkan kehidupan asmaranya yang memburuk dari hari ke hari sebab Min-sook menolak telponnya setelah kejadian kopi-dvd itu. Dia akhirnya mendapatkan cara terakhir. Doo-hong mengundang Min-sook ke acara dimana dia menerima penghargaan dan sebagai persiapan, dia menghentikan semua perlengkapan A Better Tomorrow-nya dan secara dramatis, dia mengucapkan selamat tinggal pada Chow Yun Fat.

Hye-in melihat Dae-woong bersama Mi-ho dan langsung terbakar cemburu. Jadi dia mengatakan pada Mi-ho untuk tidak datang ke acara penghargaan itu. Stuntman yang lain mulai memperhatikan Mi-ho dan mencoba membelikannya minum untuk bisa dirayu. Dae-woong menghentikan itu semua dengan kaleng soda dan cincinnya.

Mi-ho bertanya apakah Dae-woong mengkhawatirkannya ketika dia dekat2 dengan orang lain. Dae-woong mulai berkata kalau ini karena Mi-ho sangat can- tapi dia menghentikan dirinya sebelum selesai mengatakan ‘cantik.’ Mi-ho mengatakan kalau Dae-woong pergi duluan saja ke pesta penghargaan itu dan nanti dia akan menyusul kesana. Ketika menerima penghargaannya, Doo-hong memanggil Min-sook dengan gulungan kepalanya yang aneh dan berkata kalau dia berharap seseorang akan tahu perasaannya yang sebenarnya. Min-sook terdiam dan mulai menangis sedangkan kakek mulai tertawa.

Mi-ho duduk sendiri di rumah dan kecewa karena dia tidak bisa pergi ke pesta itu tapi akhirnya dia pergi bersama Dong-joo. Mi-ho sedih karena melewatkan pesta itu dan menolak tawaran Dong-joo untuk menjadi Park Sun-joo ketika Mi-ho sudah menjadi manusia. Dong-joo berkata ini karena Mi-ho belum hidup sebagai Sun-joo jadi Dong-joo mengajak Mi-ho berbelanja baju dimana Mi-ho mengambil baju coklat sebab itu warna favoritnya – sapi. Dong-joo kemudian mengajak Mi-ho ke pesta alumni yang hanya Mi-ho bisa lakukan sebagai Sun-joo.

Sedangkan, Dae-woong bertanya-tanya apa yang membuat Mi-ho begitu lama. Sun-nyeo mabuk dan mengatakan pada Dae-woong kalau dia sudah berhenti menyukai Dae-woong tapi dia ingin mengucapkan selamat tinggal dengan sebuah ciuman.

Sun-nyeo menarik wajah Dae-woong dan mendekat tapi Dae-woong punya cukup waktu untuk mengambil cumi2 untuk diletakkan di depan mulut Sun-nyeo. Dae-woong berteriak ke Byung-soo untuk menjauhkan Sun-nyeo darinya dan bahwa Sun-nyeo sangat ingin kenyamanan. Byung-soo berpikir kalau Dae-woong berlebihan tapi Dae-woong mengatakan kalau bukan Byung-soo yang dia khawatirkan tapi Mi-ho – sesuatu yang buruk akan terjadi pada Mi-ho! Hye-in mendengarkan semua ini dan sadar kalau hubungan antara kontak fisik dengan wanita lain dan manik2 Mi-ho.

Dong-joo membelikan Mi-ho dompet yang cocok dengan baju Mi-ho dan meski begitu, dia tidak mau menyerahkan tas yang diberikan Dae-woong padanya sebab tas itu menyimpan hal yang berharga buatnya. Dong-joo berkata kalau tas ini menyempurnakan penampilan lalu menyerahkan Mi-ho sebuah dompet dengan ID sebagai Park Sun-joo. Mi-ho pun masuk ke pesta itu dengan nama tersebut.

Hye-in mendatangi Dae-woong dan bertanya apakah Dae-woong masih marah padanya. Hye-in berujar, “Aku sangat khawatir padamu. Aku sungguh2.” Dae-woong menjawab, “Aku khawatir pada Mi-ho. Aku bersungguh-sungguh!” Dae-woong pergi mencari Mi-ho dan meninggalkan Hye-in yang jengkel.

Mi-ho keluar dari pesta itu dan berkata kalau semua orang memperlakukannya seperti Park Sun-joo yang membuatnya tidak nyaman. Mi-ho berkata pada Dong-joo kalau ketika dia bersama Dae-woong, yang tahu siapa dia, rasanya nyaman tapi ketika dia mencoba menjadi orang lain rasanya seperti kebohongan. Dong-joo memberikan passport pada Mi-ho dan berkata kalau Mi-ho bisa pergi kemana saja dengan ini. Dia meminta Mi-ho untuk pergi setelah hari ke-100 dan dia akan membantu Mi-ho.

Sutradara Ban bertanya-tanya apakah Min-sook melihatnya di TV ketika Min-sook berjalan ke kantor Doo-hong dengan dandanan seperti Chow Yun-fat wanita. Min-sook berkata kalau dia menyukai semua tentang Doo-hong dan Doo-hong tidak perlu menyerah seperti itu. Mereka berpelukan dan menjatuhkan semua penghargaan Doo-hong.

Dae-woong pulang ke rumah dan bertanya dimana Mi-ho soalnya dia sudah mencari ke toko ayam dan Mi-ho juga tidak menjawab telponnya. Dia bangkit untuk mencari Mi-ho tapi kemudian Mi-ho masuk masih dengan dandanan pesta. Dae-woong menghentikan langkahnya terkejut melihat Mi-ho dan bertanya kemana Mi-ho pergi dengan dandanan seperti itu. Mi-ho sadar kalau dia meninggalkan barang2nya pada Dong-joo, yang mengatakan pada Mi-ho kalau dia akan mengembalikannya lain kali. Dong-joo bergumam pada diri sendiri kalau Mi-ho harus melupakan satu hal secara bersamaan seperti sekarang.

Dae-woong menjad marah karena Mi-ho berdandan seperti ini dan pergi ke pesta dengan Dong-joo dan bertanya seberapa dekat sebenarnya mereka. Mi-ho bertanya pada Dae-woong apa yang Dae-woong katakan pada teman2nya dan keluarganya tentang Mi-ho. Dae-woong belum mengatakan apa2 tapi berencana untuk mengarang sebuah cerita dalam waktu dekat. Mi-ho meminta maaf karena Dae-woong harus berbohong karenanya.

Dae-woong memandang naik turun Mi-ho dan masih kesal tentang Dong-joo kemudian menyadari sebuah solusi. Dae-woong berkata kalau sama seperti dirinya yang membagi ki dengan wanita lain dan menyakiti manik2 serigala Mi-ho, dia bisa merasakan hal yang sama bila Mi-ho dengan pria lain! Hah! Bilang aja kalau sakit hati!

Mi-ho berpikir kalau itu tidak benar tapi Dae-woong berkeras kalau dia merasakan seperti itu. Dae-woong berkata kalau Mi-ho bersama Dong-joo, dia bisa merasakan sesuatu membuat dadanya sakit. Mi-ho percaya pada hal itu dan bertanya-tanya apakah dia sudah terlalu dekat dengan Dong-joo. Dae-woong berkata, “Kalian dekat?! Karena itulah aku merasa seperti ini! Setidaknya 5 meter… tidak, tidak, 10 meter dari sekarang!”

Mi-ho meletakkan tangannya di dada Dae-woong dan bertanya-tanya kenapa manik2 serigalanya bertingkah seperti itu dan Dae-woong sangat menyukainya. Dae-woong mengarahkan Mi-ho, “Tidak… tidak… aku rasa… di sebelah sini.” Malam itu, Mi-ho melihat dokumennya dan merenungkan keputusan besar ke depan. Di rumahnya, Dong-joo memandangi hp Mi-ho yang penuh dengan telpon dari Dae-woong. Dia bergumam akan menjadi sulit untuk melupakan seperti ini. Keesokan harinya, dia berangkat untuk mengembalikan tas Mi-ho.

Ini adalah hari pertama syuting dan Dae-woong sendiri tidak mendapatkan jatah syuting hari ini tapi dia disini untuk menjaga Mi-ho. Di kamar ganti, Hye-in meminta Mi-ho untuk melepaskan cincinnya dan ketika Mi-ho melakukannya, Hye-in berusaha memakai cincin itu. Mi-ho melihatnya dan memintanya kembali. Dia mengatakan kalau cincin itu awalnya untuk Hye-in yang mana hal ini membuat Hye-in semakin marah. Hye-in mengancam untuk menyakiti Dae-woong dan manik2 serigala Mi-ho untuk menyakiti Mi-ho.

Mi-ho mempercayakan cincinnya pada Dae-woong dan dia pun memanjat tangga untuk mempersiapkan adegan pertamanya. Dae-woong membawakan sodah untuk Mi-ho dan ketika dia mencari Mi-ho, dia melihat Hye-in dari belakang dengan kostum yang sama. Dia berpikir kalau itu pasti Mi-ho. Dae-woong menuju kesana dan saat itulah Hye-in berputar dan mencium Dae-woong!

Hye-in mencium Dae-woong dan Dae-woong mendorong Hye-in menjauh dan berteriak, “Apa yang kau lakukan?!” tapi ini sudah terlambat. Mi-ho merasakan pedih dari manik2nya lalu pingsan… dia jatuh dari tangga.

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 9

Standar

Kakek yang marah masuk di saat yang sangat tidak tepat yaitu tepatnya ketika Dae-woong akan menjawab permintaan Mi-ho untuk menyukainya juga. Karena si jahat Hye-in, kakek dan bibi Min-sook jadi punya kesan kalau Mi-ho adalah cewek matre yang mendorong Dae-woong untuk membahayakan kesehatannya dengan main film.

Kakek memerintahkan mereka untuk putus dan agar Dae-woong mengemasi barang2nya. Dae-woong menolak dengan berkata kalau dia baik2 saja dan jika dia tinggal disini bersama Mi-ho, tidak akan ada yang salah. Mi-ho mendengarkan perkataan untuk berpisah ini waktu dia menunggu di bawah dengan takut dan berlari untuk buka mulut tapi jantung Mi-ho mulai beraksi. Ini adalah bagian dari proses pemudaran gumiho. Mi-ho menghentikan langkahnya dan membeku kesakitan.

Dae-woong membela diri dihadapan kakek dan bibinya dengan berkata kalau kakek selalu memintanya untuk menjadi manusia dan seorang lelaki, jadi bagaimana bisa kakek menyuruhnya untuk berhenti. Dae-woong berkata, “Aku akan memikul tanggung jawab ini sampai akhir seperti yang kakek harapkan dan tidak menyerah.” Kakek dan bibi menggerutu tapi mereka sudah mempunya rencana cadangan. Setelah Dae-woong kembali ke loteng, kakek memandang Min-sook sebagai awal dari dimulainya rencana mereka. Read the rest of this entry